POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam

Bagian Kedua

RedaksiOleh Redaksi
January 10, 2023
Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Imam Shamsi Ali*

Dunia modern yang terbangun di atas paham materialisme melahirkan ketidak puasan abadi. Manusia berlari dan berlari mencari dunia. Tapi tujuan pencarian itu semakin jauh dari mereka. Dunia memang ketika disikapi dengan cara pandang dirinya (duniawi) akan menjadi fatamorgana.

Akibatnya manusia semakin tertipu oleh dunia yang penuh tipuan (ghurur). Dan anehnya manusia takkan pernah tersadarkan hingga masanya meninggalkan dunia itu. “Mereka dijadikan tidak sadar oleh kecenderungan memperbanyak (harta) hingga mereka dipaksa barpisah dari dunia (masuk ke dalam kubur)”.

Situasi ini melahirkan kegersangan hidup tanpa akhir. Semakin banyak memilki semakin merasa kurang dan ingin lebih banyak lagi. Batin merana, menjerit mencari ketenangan. Tapi dunia yang menjadi sandaran ketenangan justeru menjadikan manusia semakin risau penuh kekhatiran (khauf).

Di sìnilah sesungguhnya Islam hadir untuk membawa ketenangan hakiki. Islam pada dirinya dan seluruh tatanannya sebagai jalan hidup terbangun di atas dasar kedamaian, ketenangan dan ketentraman. Situasi itu yang digambarkan dalam doa seorang Muslim di setiap akhir sholat: “allahumma Antas salaam, wa minkas salam, wa ilaika ya’udus salaam…”.

Islam sendiri berasal dari kata “salima” yang terdiri dari tiga huruf: siim, laam, miim. Dari kata itu kemudian terlahir tiga kata pokok utama yang relevansinya dengan agama Islam. Ketiga kata utama itu adalah: Islaam (الاسلام) silmun (السلم) dan salaam (السلام). Ketiga kata ini menggambarkan secara totalitàs Islam sebagai tuntunan hidup.

Pertama, dari “salima” tadi melahirkan kata Islaam. Kata ini terbentuk dengan tambahan alif di depan “aslama-yuslimu-islaam”. Makna literal dari kata ini adalah “berserah diri, menyerah, tunduk, patuh, dan yang semakna”.

Kata Islaam disebutkan beberapa kali dalam Al-Quran. Satu diantaranya adalah “sesungguhnya agama (yang diterima) di sisi Allah adalah Islaam”.

Pada aspek ini Islam dimaknai sebagai pintu kebenaran. Kata Islaam (الاسلام) adalah pintu utama (main gate) untuk masuk ke dalam tatanan agama kebenaran. Sehingga yang masuk ke pintu tersebut adalah mereka yang telah mengimani. Jika belum mengimani maka seseorang itu tidak bisa dikategorikan masuk Islam.

Sehingga perintah-perintah keagamaan kepada orang-orang Islam pada gholibnya dimulai dengan seruan: “wahai orang-orang yang beriman”.

Masalahnya kemudian adalah ketika seseorang telah masuk ke pintu utama (main gate) Islam itu, seseorang tersebut belum tentu telah melaksanakan semua tuntunan (kurikulum) hidup yang digariskan oleh Islam. Itulah sebabnya Allah menyeru mereka untuk masuk ke dalam agama dengan penyebutan: SILM (lihat di bawah) secara sempurna.

Kedua, dari salima juga terlahir kata “SILM” (السلم). Seperti yang disebutkan dalam Al-Quran: “wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam SILM (agama Islam) secara kaffah (sempurna)”.

Islam pada sisi “SILM” ini merupakan rincian tuntunan atau kurikulum hidup yang tercakup dalam tatanan agama Islam. Tuntunan itu terbagi kepada empat bagian yang saling terkait: akidah, ibadah, mu’amalat dan akhlak.

📚 Artikel Terkait

Thailand Mengklaim sudah Melenyapkan 100 Tentara Kamboja

GANJAR TERBILANG PRABOWO HILANG?

Dari Kampus Sederhana, Lahir Pejuang Hebat

Pembangunan Destinasi Wisata Harus Sejalan Dengan Pembinaan Tuan Rumah, Agar Selalu Ramah

Akidah adalah tuntunan yang terkait dengan aspek keimanan seorang Muslim. Hanya saja aspek ini tidak nampak. Dan karenanya perlu pembuktian dalam bentuk ibadah. Namun ibadah perlu juga dibuktikan dalam relasi sosial yang disebut mu’amalat. Tapi mu’amalat itu hanya akan bernilai ketika terbangun di atas etika yang disebut akhlak.

Maka ketika orang-orang yang sudah masuk ke dalam tatanan Islam (Al-Islaam) diseru untuk masuk Islam (As-SILM) secara sempurna dimaksudkan agar mereka memastikan bahwa akidah mereka benar, ibadah mereka benar, mu’amalat mereka benar, dan akhlak mereka mulia.

Tiga, kata Salima akhirnya melahirkan kata “as-salaam” (السلام). Bahwa ketika keislaman (SILM) itu telah disempurnakan (akidah, ibadah, nu’amalat, akhlak) maka itulah yang akan melahirkan kedamaian dan ketentraman dalam hidup manusia. Karena itu, kedamaian sejati dalam pandangan Islam bukan sekadar tiadanya perang. Kedamiaan dan ketentraman hidup justeru hadir ketika Islam telah disempurnakan pada keempat aspeknya.

Solusi menghadapi buasnya materialisme

Disebutkan terdahulu bahwa konsep materialisme juga melahirkan ragam konsep kehidupan untuk mendukung eksistensinya. Konsep ekonomi kapitalis misalnya dilahirkan untuk semakin memperkuat kungkungan paham materialisme dunia modern. Manusia semakin rakus, egois, bahkan buas demi memperkaya diri tanpa pertimbangan etika dan kemanusiaan.

Di sìnilah Islam kemudian hadir dengan konsep-konsep kehidupan yang terbangun di atas wawasan “mindset” positif untuk mengimbangi kecenderungan destruktif materialisme.

Satu, Islam mengajarkan bahwa kehidupan ini secara totalitàs berada di bawah satu kontrol, Allah SWT. Seperti yang digambarkan salah satunya di Surah Al-Mulk ayat 1.

Dua, bahwa semua hiruk pikuk yang terjadi dalam hidup manusia merupakan kreasi atau ciptaan Allah (alladzi khalaqal mauta wal-hayata). Dan dalam pandangan iman semua kreasi Allah pasti baik/sempurna dan membawa kebaikan.

Tiga, Islam mengajarkan bahwa tabiat kehidupan dunia itu memang identik dengan cobaan (liyabluwakum). Karenanya manusia beriman mempersiapkan diri untuk teruji.

Empat, Islam mengajarkan bahwa tugas manusia dalam kehidupan adalah menjalani proses (wa quli’maluu). Dan proses itu sendiri merupakan tujuan hidup (ibadah). Karenanya manusia beriman menikmati semua proses dengan segala warna warninya.

Lima, Islam juga mengajarkan bahwa dengan iman semua pasti membawa kepada kesuksesan. Berkali-kali iman dan amalan keimanan dalam Al-Quran diakhiri dengan “la’allakum tuflihuun” (agar kalian sukses).

Enam, Islam pada akhirnya mengajarkan bahwa tingkatan tertinggi dari cita-cita kehidupan manusia adalah “kebahagiaan ukhrawi” yang pasti dan abadi. “Maka barangsiapa yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam syurga sungguh dia telah beruntung” (Al-Imran).

Semoga di awal tahun ini kita semua semakin sadar bahwa Islam adalah ajaran keselamatan (salvation) dari ancaman kebangkrutan dunia modern yang semakin senja. Tentu yang terpenting adalah agar Umat ini kembali menguatkan keyakinan bahwa Islam adalah “rahmatan lil-alamin”… yang membawa kebaikan dunia dan akhirat. Insya Allah!

Selamat memasuki tahun 2023. Semoga tahun ini membawa kebaikan dan keberkahan yang lebih besar. Amin!

Jamaica City, 1 Januari 2023

* Presiden Nusantara Foundation

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Islam, Demokrasi dan Keadilan sosial: Catatan Atas Pidato Dato’ Seri Anwar Ibrahim

Islam, Demokrasi dan Keadilan sosial: Catatan Atas Pidato Dato' Seri Anwar Ibrahim

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00