• Latest
Mencetak Sastrawan Dunia

Mencetak Sastrawan Dunia

Januari 9, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mencetak Sastrawan Dunia

Redaksiby Redaksi
Januari 9, 2023
Reading Time: 3 mins read
Mencetak Sastrawan Dunia
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Yudhie Haryono

Sastrawan terbesar di Asia Tenggara ini lahir di Blora, 6 Februari 1925. Pribadinya humanis, merakyat dan dikenal sangat kritis pada penguasa jahat. Ia berani mengkritik semua pemerintahan, mulai dari penjajah Belanda, Orde Lama dan Orde Baru.

Tentu, keberaniannya berujung siksa dan penjara. Ya, Pram terus merasakan dinginnya tahanan. Mulai dari kerja paksa di Pulau Buru selama 10 tahun sampai penjara dan larangan beredar buku plus karyanya.

Tetapi, siksa itu tak menghalanginya menghasilkan karya sangat bermutu dan mendunia, yang kata-katanya banyak menginspirasi pembaca setianya. Di antara karyanya, yang paling terkenal adalah Tetralogi Pulau Buru : Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Empat buku ini hadir terus menerus untuk mengguncang kita semua agar segera punya kemerdekaan kedua! Sebab tanpa proklamasi kembali, kita sekarat oleh oligarki pribumi bermental tai.

Tuan Pram yang terhormat. Terima kasih atas warisan novel-novelmu yang dahsyat. Tuan tahu, banyak orang mengarungi malam minggu dengan keluarga. Jutaan manusia menikmati sisa akhir pekan dengan minum tequila. Sedangkan aku, membaca karyamu di malam panjang ini sambil naik kereta. Ya kereta Purwojaya yang kaku dan dingin luar biasa. Menuju kota dan kampus tercinta : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

Aku berjalan, menemui mereka yang membunuh waktu mengumpulkan recehan demi keluh kesah keluarga, buruh dan para guru. Pahlawan tanpa tanda jasa. Maka, pulang ke kota mereka adalah pulang pada kebisuan dan kepedihan. Sebab di situ dulu aku mengenal romansa pertama. Lelaki kecil menantang hidup, tapi berakhir nista karena perempuannya memilih ksatria baja rupiah.

Dalam kebisuan keadilan dan kepedihan tiada tara, tangan berayun, tuhan dicerca, hantu diperkosa. Takdir akhirnya membuatku menjajah Ponorogo, Jogja, Kediri, Semarang, Jakarta, Carolina, New York, London dan Paris. Maka, pulang ke kota mereka adalah pulang pada kejahiliyahan yang kuingin pecahkan. Sebab di situ Tan Malaka dan Soedirman mendeklarasikan Persatuan Perjuangan. Organ nalar penguat makna merdeka. Ya merdeka 100%. Bukan seperti hari ini, merdeka-merdekaan.

Dalam kejahiliyahan yang ingin kupecahkan, inilah kota yang nanti menyambut Indonesia Baru lebih dahsyat dan gempita. Sebab janji proklamasi akan kutunaikan secepatnya. Dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Walau begitu, aku tak tahu apakah kemerdekaan baru itu bermakna atau tidak bagi mereka. Sebab, mereka kutahu sering tersesat daripada tercerahkan dalam sisa hidup ini. Seperti rumpun padi di belakang kampus, berpuluh milyar tahun lalu.

Kepada kalian yang pernah menyesal karena nafsu dunia, teruslah bernyanyi. Siapa tahu tuhan hantu dan hutan tak lagi bisu tuli dan buta. Di kereta ini aku nyanyikan tentang Kau dan Aku. Lagunya Ari Lasso yang syahdu.

Tiba saatnya kita saling bicara/Tentang perasaan yg kian menyiksa/Tentang rindu yang menggebu/Tentang cinta yang tak terungkap/Sudah terlalu lama kita berdiam/Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam/Memenuhi mimpi-mimpi malam kita//

Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah/Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu/Dan kini hanya ada aku dan dirimu/Sesaat di keabadian/Jika sang waktu bisa kita hentikan/Dan segala mimpi-mimpi jadi kenyataan/Meleburkan semua batas/Antara kau dan aku, kita.

Melawan, kalah, disiksa, dipenjara, lalu mati meninggalkan jejak harum. Inilah kisah manusia bernama Pramoedya Ananta Toer. Kisahku juga. Saat gigi hilang satu-satu. Saat uban makin meruyak memenuhi kepala. Saat umur terus merangkak. Saat datang generasi baru. Saat mata makin kabur. Saat tenaga makin rapuh. Saat hidup tak mungkin selamanya. Inilah yang terjadi.(*)

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam

Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com