POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mencetak Sastrawan Dunia

RedaksiOleh Redaksi
January 9, 2023
Mencetak Sastrawan Dunia
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Yudhie Haryono

Sastrawan terbesar di Asia Tenggara ini lahir di Blora, 6 Februari 1925. Pribadinya humanis, merakyat dan dikenal sangat kritis pada penguasa jahat. Ia berani mengkritik semua pemerintahan, mulai dari penjajah Belanda, Orde Lama dan Orde Baru.

Tentu, keberaniannya berujung siksa dan penjara. Ya, Pram terus merasakan dinginnya tahanan. Mulai dari kerja paksa di Pulau Buru selama 10 tahun sampai penjara dan larangan beredar buku plus karyanya.

Tetapi, siksa itu tak menghalanginya menghasilkan karya sangat bermutu dan mendunia, yang kata-katanya banyak menginspirasi pembaca setianya. Di antara karyanya, yang paling terkenal adalah Tetralogi Pulau Buru : Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Empat buku ini hadir terus menerus untuk mengguncang kita semua agar segera punya kemerdekaan kedua! Sebab tanpa proklamasi kembali, kita sekarat oleh oligarki pribumi bermental tai.

Tuan Pram yang terhormat. Terima kasih atas warisan novel-novelmu yang dahsyat. Tuan tahu, banyak orang mengarungi malam minggu dengan keluarga. Jutaan manusia menikmati sisa akhir pekan dengan minum tequila. Sedangkan aku, membaca karyamu di malam panjang ini sambil naik kereta. Ya kereta Purwojaya yang kaku dan dingin luar biasa. Menuju kota dan kampus tercinta : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Aku berjalan, menemui mereka yang membunuh waktu mengumpulkan recehan demi keluh kesah keluarga, buruh dan para guru. Pahlawan tanpa tanda jasa. Maka, pulang ke kota mereka adalah pulang pada kebisuan dan kepedihan. Sebab di situ dulu aku mengenal romansa pertama. Lelaki kecil menantang hidup, tapi berakhir nista karena perempuannya memilih ksatria baja rupiah.

📚 Artikel Terkait

Standar Pendidikan Indonesia di Masa Depan

Puisi- Puisi Tasya Febrianda

Aku dan Bumbu Dapur

Penangkapan Nicolas Maduro dan Wajah Baru Geopolitik Global

Dalam kebisuan keadilan dan kepedihan tiada tara, tangan berayun, tuhan dicerca, hantu diperkosa. Takdir akhirnya membuatku menjajah Ponorogo, Jogja, Kediri, Semarang, Jakarta, Carolina, New York, London dan Paris. Maka, pulang ke kota mereka adalah pulang pada kejahiliyahan yang kuingin pecahkan. Sebab di situ Tan Malaka dan Soedirman mendeklarasikan Persatuan Perjuangan. Organ nalar penguat makna merdeka. Ya merdeka 100%. Bukan seperti hari ini, merdeka-merdekaan.

Dalam kejahiliyahan yang ingin kupecahkan, inilah kota yang nanti menyambut Indonesia Baru lebih dahsyat dan gempita. Sebab janji proklamasi akan kutunaikan secepatnya. Dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Walau begitu, aku tak tahu apakah kemerdekaan baru itu bermakna atau tidak bagi mereka. Sebab, mereka kutahu sering tersesat daripada tercerahkan dalam sisa hidup ini. Seperti rumpun padi di belakang kampus, berpuluh milyar tahun lalu.

Kepada kalian yang pernah menyesal karena nafsu dunia, teruslah bernyanyi. Siapa tahu tuhan hantu dan hutan tak lagi bisu tuli dan buta. Di kereta ini aku nyanyikan tentang Kau dan Aku. Lagunya Ari Lasso yang syahdu.

Tiba saatnya kita saling bicara/Tentang perasaan yg kian menyiksa/Tentang rindu yang menggebu/Tentang cinta yang tak terungkap/Sudah terlalu lama kita berdiam/Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam/Memenuhi mimpi-mimpi malam kita//

Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah/Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu/Dan kini hanya ada aku dan dirimu/Sesaat di keabadian/Jika sang waktu bisa kita hentikan/Dan segala mimpi-mimpi jadi kenyataan/Meleburkan semua batas/Antara kau dan aku, kita.

Melawan, kalah, disiksa, dipenjara, lalu mati meninggalkan jejak harum. Inilah kisah manusia bernama Pramoedya Ananta Toer. Kisahku juga. Saat gigi hilang satu-satu. Saat uban makin meruyak memenuhi kepala. Saat umur terus merangkak. Saat datang generasi baru. Saat mata makin kabur. Saat tenaga makin rapuh. Saat hidup tak mungkin selamanya. Inilah yang terjadi.(*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam

Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00