POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Antara Aceh dan Jepang

(Aceh to Nihon no aida)

RedaksiOleh Redaksi
January 6, 2023
🔊

Dengarkan Artikel

‘Kadang, musibah memang menjadi anugerah Tuhan yang sangat indah. Dan dengan Tsunami itu pula kita dieratkan satu sama lain.’

Di penghujung 2012 lalu, ada sebuah stasiun televisi dari Jepang, TV BS-TBS Japan,  datang ke Aceh untuk meneliti tentang Smoong yang berakar dari Simeulu. ‘Smoong’, begitulah masyarakat Simeulu menyebut Tsunami. Ibu Yoko Takafuji, salah satu dari mereka, yang meneliti tentang Smoong tersebut. Ia ingin mencari tahu, bagaimana Simeulu meminimalisir korban pada Tsunami 2004 silam, hingga korban yang berjatuhan tak sama besarnya seperti di Ibukota Provinsi Aceh.

Kita semua tahu, bahwa Pulau Simeulu pernah diterjang Tsunami untuk kali pertama pada tahun 1907 tepatnya hari Jumat. Dengan Tsunami yang kembali terjadi pada tahun 2004 lalu, setidaknya mereka sudah mendapat petuah dari para dedahulu tentang Smoong (baca: Tsunami) serta bagaimana mengatasinya. Sehingga pada 2004 lalu, hanya sedikit nyawa yang terenggut oleh gelombang besar pelabuhan itu (Tsunami dalam bahasa Jepang berarti gelombang besar pelabuhan).

Menurut petuah yang berasal dari pulau tersebut,’biasone anga ida linon keadaan sekitar lumah semengen, sa’a tuaik linon iya misalne afel sia finatang singa kumoddong, tuaik ede uweik asen susuik ede tando ne aiding besang smoong, sebaik ne anga terjadi hal demikian maka tuaik linon lebih baik ita langsung mek delok umang akdo terjadi hal-hal yang tidak ta inginkan’. Jika setelah terjadi gempa, binatang-binatang di sekitarnya berlarian dan air laut surut, berarti Tsunami akan terjadi, segeralah menuju gunung yang terdekat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, begitulah kira-kira arti dari petuah zaman dalam bahasa Simeulu itu. Petuah itulah yang dijadikan patokan masyarakat Simeulu agar selamat dari Tsunami yang terjadi.

Enam tahun setelah terjadinya Tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004, Tsunami kembali terjadi di Pulau Matahari Terbit itu pada 11 Maret 2011. Sudah selama enam tahun Aceh melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap pembangunan di segala bidang. Jepang membantu Aceh tanpa henti hingga Jepang memberikan bantuan berupa sebuah sekolah gratis untuk belajar bahasa Inggris dan bahasa Jepang yang diberi nama Kougetsu School di bawah suatu LSM yaitu LCO (Lost Childen Operation) dan PAC Japan.

📚 Artikel Terkait

Murid PAUD Se Kecamatan Syiah Kuala Ikut Outbond di Lanud SIM

Abadi

Gagal Ginjal Akut dan Industri Makanan Anak: Antara Kelalaian dan Kejahatan Sistemik

Raport Untuk Gen Z dan Alpha

11 Maret lalu, tepatnya dua tahun setelah Tsunami menerjang tanah Jepang, LCO menyelenggarakan sebuah acara dalam rangka memperingati dua tahun Tsunami Jepang. Dihadiri oleh Bapak Konsulat dari Jepang untuk Indonesia dan juga Asahi Shinbun (baca: Koran Asahi) dari Jepang. Pada acara itu pula, diadakan doa bersama untuk para korban Tsunami di Jepang maupun di Aceh. Murid-murid Kougetsu School juga mempersembahkan dua buah lagu yaitu Omoiyari dan Hana wa Saku.

Dalam Asahi Shinbun disebutkan bahwa peringatan dua tahun Tsunami Jepang tersebut bukanlah diadakan atas nama LCO ataupun Aceh, tapi atas nama bangsa Indonesia. Mereka juga menuliskan, antara Aceh dan Jepang itu layak kakak beradik, yang senantiasa saling membantu dan saling menyemangati.

Tsunami membuat tanah kita berkait dengan tanah lain. Tsunami menjadikan kita digenggam dunia dan melihat kita dengan mata dan hati. Bahkan Nihonjin (orang Jepang) percaya, bahwa yang membuat Aceh bangkit berjaya dari Tsunami ialah karena Aceh memiliki agama di hati setiap masyarakatnya. Sedangkan mereka, mereka tidak tahu atas dasar apa merekat dapat bangkit dari Tsunami walau pun mereka memiliki potensi yang lebih luar biasa dari Aceh.

Oleh :

Shiti Maghfira

Siswi Bahasa Jepang Kougetsu School

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Almarhum  Drs. Mohd. Kalam Daud. M.Ag.,  dalam Kenangan….!

Almarhum Drs. Mohd. Kalam Daud. M.Ag., dalam Kenangan....!

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00