POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

AKTIVIS JALA : TUNTASKAN AMANAH REFORMASI

CATATAN AKHIR TAHUN Jaringan Aktivis Lintas Angkatan ( JALA)

RedaksiOleh Redaksi
December 31, 2022
AKTIVIS JALA : TUNTASKAN AMANAH REFORMASI
🔊

Dengarkan Artikel

Puluhan aktivis Jaringan Aktivis Lintas Angkatan (JALA) berkumpul di Jakarta, pada 30 Desember 2022. Para aktivis ini mengadakan pertemuan silaturahmi JALA, Gathering Family  (30/12/2022), antara lain mengevaluasi sejauh mana hal-hal yang dilaksanakan telah menyimpang dari amanat Reformasi 1998.

Indro Cahyono, Penasehat “JALA”mengatakan bahwa “ bisa jadi sekarang tak sedikit orang bilang membicarakan amanat reformasi sudah usang. Namun faktanya justru korupsi merajalela dan merata pada level daerah dan semena-mena membetot konstitusi untuk kepentingan kekuasaan dan nafsu kuasa. Sehingga patutlah untuk dipertanyakan bagi mereka yang mencoba untuk menghindari amanat reformasi 98.

Lebih lanjut disebutkan pula bahwa perubahan pada dasarnya membutuhkan kontinuitas serta asupan gagasan yang mencerdaskan sekaligus menginspirasi lapisan masyarakat untuk bahu membahu menuntaskan reformasi. Jikalau tahun 2024 sebagai momentum perubahan krusial Indonesia, sepatutnya rakyat pada umumnya berpikir untuk membuat peta jalan reformatif yang paling rasional di tengah gempuran pragmatisme dan politik hukum yang tidak berpihak pada keadilan.

Menurut aktivis jaringan ini tentang target harus dikembalikan pada tema pertemuan itu sendiri yakni “ mengevaluasi apakah amanat reformasi 1998 sudah dimengerti dan telah dilaksanakan dengan baik”.  Salah satu tema penting yang menjadi amanah reformasi 1998 sepertinya sudah jelas : Berantas KKN!. Tetapi bisa kita lihat bersama bagaimana Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) telah demikian merajalela saat ini. Kasus-kasus korupsi terus meningkat dan bahkan tidak bisa dikendalikan oleh otoritas resmi pemerintah. Malah pemerintah terkesan memiliki kebijakan yang berlawanan dengan semangat memerangi korupsi sebagai kejahatan _ekstra ordinary crime_ atau kejahatan luar biasa.

KPK sebagai ujung tombak perang terhadap korupsi, seharusnya diberi kewenangan _ekstra ordinary_. Karenanya kemarin hanya KPK yang diberi wewenang penyadapan dan Lembaga lain tidak. Sebab dialah ujung tombak untuk menghadapi kejahatan luarbiasa korupsi.

Namun sayangnya penyataan Menteri Luhut Panjaitan beberapa hari lalu tentang KPK yang diminta tidak perlu sering-sering melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), itu sangat mengecewakan. Padahal OTT dilakukan tidak lain karena kasus-kasus korupsi sepertinya sudah bobrok sekali dan semakin sulit dikendalikan.

Pemahaman yang keliru terhadap tugas KPK dalam perang melawan korupsi sebagai kejahatan luar biasa itulah yang berlawanan dengan nilai-nilai Reformasi. Lalu mau jadi apa? Jika berlawanan dengan nilai-nilai reformasi, maka menurut Sri Bintang Pamungkas, itu bukan lagi Reformasi, tapi Deformasi! Atau Perusakan sistem kenegaraan itu sendiri.

📚 Artikel Terkait

Relawan Lain

Kontribusi Ulama Aceh dalam Menghidupkan Budaya Menulis Era 1600-1700 M.

Profesor

Memahami Problema Gerakan Membaca di Indonesia

Sebetulnya dengan kerapnya OTT oleh KPK, investor luar negeri justru akan merasa yakin dengan langkah pemerintah Indonesia yang dipandang serius dalam upaya memberantas korupsi dan kepastian penegakan hukum. Mereka akan yakin bahwa investasinya aman jika banyak tindakan tegas terhadap pelaku korupsi. Hal itu juga akan menarik investor untuk kembali berinvestasi di dalam negeri. Tapi jika KPK tidak diizinkan melakukan OTT, maka investor akan berpikir bahwa dana mereka tidak akan aman, dan bisa jadi berisiko “diembat” oleh para koruptor.

Itu satu hal yang bermasalah saat ini, dan hanya soal KKN saja!

Kedua, Ihwal Pemilihan umum. Berkah terbesar dari Reformasi 1998 adalah kebebasan rakyat dalam memilih _one man one vote_kepala daerah di kabupaten dan kota, atau memilih langsung Presiden dan Gubernur. Hal itu merupakan manifestasi terbesar dari nilai-nilai demokrasi yang kita perjuangkan bersama.

Untuk itu, dibutuhkan kepatuhan terhadap konstitusi sah yang harus sama-sama kita tegakkan.  Tapi kalau _one man one vote system_ yang kita tegakkan itu sekarang ini mulai direcoki oleh subsistem yang menghambat, khususnya oleh para oligark yang kabarnya bercokol dan mempengaruhi istana. Lalu memunculkan wacana penundaan Pemilu 2024, maka itulah yang akan menghancurkan sistem demokrasi dan melanggar konstitusi yang seharusnya kita patuhi bersama.

Pemerintahan yang mematuhi konstitusi, harus menyiapkan anggaran untuk Pemilu dan dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Seperti itu seharusnya jika melaksanakan Amanah Reformasi. Bukannya malah muncul lagi wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 kali, setelah wacana penundaan pemilu. Wacana-wacana itu kacau, anti Reformasi dan ingin merusak demokrasi!.

Terakhir adalah soal Parliamentary Treshold 20% yang harus dikoreksi. Lalu eksistensi presiden dalam sistem presidensiil kita yang tidak berjalan. Sebagai kepala negara, presidenlah yang berhak memilih Menteri-menteri dari para professional terbaik di kabinetnya. Tapi kenyatannya sekarang, pemilihan para Menteri seolah menjadi “rayahan prasmanan” partai politik untuk rebutan mengisi jabatan Menteri kabinet.

Akibat jadi ajang rebutan parpol, maka silih berganti para Menteri ditangkap KPK karena kasus korupsi. Lihat saja kasus Menteri-menteri jaman pak SBY yang ditangkap dan Menteri-menteri jaman Jokowi sekarang. Hal itu terjadi karena para Menteri titipan parpol itu bukan dalam misi bekerja secara profesional, tapi dalam rangka memanfaatkan anggaran untuk kepentingan partai politik. Itu juga PR besar yang harus dikoreksi dan dievaluasi total oleh pertemuan hari ini. Intinya suara yang ingin diserukan adalah bahwa Reformasi itu ternyata tidak membawa perubahan tapi malah menjadi Deformasi!.

Hal-hal di atas yang mengharuskan kita semua untuk berhati-hati. Karena sesungguhnya nilai-nilai baik yang dibawa Reformasi itu masih tertanam dalam di dada para aktivis Reformasi. Semangat itu harus tetap dibangkitkan lagi dan hendaknya jangan takut untuk melawan kekuatan-kekuatan yang anti Reformasi. (017)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Nikmat Kopi

Kupinjam Dari Alam

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00