🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Zulkifli Abdy
Buat Seorang Ilham
Mungkin engkau bertanya mengapa aku kerap menyebut pulau Penyengat
Karena di sana pada suatu hari biduk yang kita tumpangi pernah merapat
Bahtera yang mengarungi laut dangkal itu berpenumpang sarat
Di masjid pulau itu pula kita pernah menunaikan shalat Jumat
Dan memandang takjub meriam tua yang telah berkarat
Mungkin engkau bertanya mengapa aku kerap menyebut pulau Penyengat
Di sana kita pernah berziarah ke makam ulama yang masih terawat
Juga situs-situs peninggalan sejarah yang perlu dicatat
Di sanalah sejarah masyarakat melayu Riau pernah berpusat
Menjelang senja yang kian temaram kita pun bergegas kembali ke darat.
(Z.A – Kutaradja, 17 Juli 2022 pukul 16.10).
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





