POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

Hujan Rindu

Redaksi by Redaksi
Oktober 29, 2022
in Essay, POTRET Budaya
0
Hujan Rindu - 6601AE9B FD4D 4594 9340 F6B63670FC2E | Essay | Potret Online

Oleh  Don Jakayamani

Hasrat hati ingin menjumpai kekasih. Sudah lama kami tak bersua, meski sekadar becanda akan gurihnya idealisme. Cerita kami yang selalu berakhir di ujung pragmatisme.

Negeri kami kaya SDA, namun ‘miskin’ intelektual. Kalaupun tersisa beberapa, tak kuat lagi menahan materialisme. Dampaknya, visi hanya dongeng di saat belum mendapatkan apa yang diinginkan.

Baca Juga
  • Hujan Rindu - 0cf53e2a 790f 4e6b ac39 f9b0a848a98d | Essay | Potret Online
    Genre
    DUA PUSAI, DUA PENGEYEL
    16 Jan 2025
  • Hujan Rindu - B527E725 6B96 4E43 B9AD 3485C6572DCC | Essay | Potret Online
    POTRET Budaya
    Kutulis Rindu
    09 Jun 2022

Hujan turun. Ia mengabarkan  keadaan kekasih. Masih menunggu terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Kekasihku malah dimusuhi kampus. Padahal, kekasihku memberi iman, ilmu dan pembuktian dengan amal.

Bak pepatah, “habis manis sepah dibuang”. Kampus lupa, kekasihku telah mengisi kekosongan ruang itu. Ruang yang sejatinya diisi nilai-nilai dan amal. Namun kekasihku bukan sembarang, senyumnya bak hujan di kala kemarau. Ia memberi rahmat tanpa peduli cacian dan makian. Ia bahkan membasahi setiap area yang ikut mencacinya.

Baca Juga
  • Hujan Rindu - 2025 05 07 07 59 23 | Essay | Potret Online
    Blora
    Sekolah Adiwiyata di Blora: Menyemai Kesadaran, Menumbuhkan Harapan
    07 Mei 2025
  • Hujan Rindu - Guru | Essay | Potret Online
    POTRET Budaya
    Guru
    24 Feb 2022

Pohon-pohon tumbuh dan berbunga, diakhiri buah. Para pemetik buah bahkan tak tahu siapa pemilik buah. Tentu saja mereka juga enggan mengetahui proses hingga hadirnya buah. Mereka hanya tahu buah itu enak, selama ada uang semua perkara mudah.

Kerinduan datang. Kekasihku murung menanti. Kapan hadirnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Bagaimana mungkin hadir jika visi sudah ditenggelamkan pragmatisme dan hedonisme. Ditambah monolog demokrasi ala oligarki. Kandidat hanya kuda tunggangan para pemilik modal. Hanya wayang di panggung demokrasi.

Baca Juga
  • Hujan Rindu - 4dbbd872 5c0a 451b a7f8 88c2b125c7ee | Essay | Potret Online
    POTRET Budaya
    Anakku Bila Abah Sudah Tua
    16 Des 2024
  • Hujan Rindu - 6fe02749 3ffd 45a0 afb8 74af776f1ecc | Essay | Potret Online
    Aceh Tengah
    Cecah Ries Makanan Tradisional Khas Aceh Tengah
    12 Mei 2024

Oh kekasih, maafkan diriku yang tak mampu membuatmu tersenyum. Maafkan diri ini yang selalu galau akan angan dan anggap. Hujan rindu hadir. Mungkinkah kita bersama, menjalani hari-hari penuh godaan. Diyakinkan dengan iman, diusahakan dengan ilmu, dan diwujudkan dengan amal baik. Kita pun sepakat, yakin usaha sampai.

Previous Post

Dua Siswa SMAN 3 Banda Aceh Raih Juara Satu Duta Pelajar Kamtibmas

Next Post

WAKTU SENJA, INGAT ITU SEMUA

Next Post
Hujan Rindu - 0D00C2B1 46EE 47FF 95AB EA43412C896F | Essay | Potret Online

WAKTU SENJA, INGAT ITU SEMUA

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah