POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

Hujan Rindu

Redaksi by Redaksi
Oktober 29, 2022
in Essay, POTRET Budaya
0
Hujan Rindu - 6601AE9B FD4D 4594 9340 F6B63670FC2E | Essay | Potret Online

Oleh  Don Jakayamani

Hasrat hati ingin menjumpai kekasih. Sudah lama kami tak bersua, meski sekadar becanda akan gurihnya idealisme. Cerita kami yang selalu berakhir di ujung pragmatisme.

Negeri kami kaya SDA, namun ‘miskin’ intelektual. Kalaupun tersisa beberapa, tak kuat lagi menahan materialisme. Dampaknya, visi hanya dongeng di saat belum mendapatkan apa yang diinginkan.

01
Baca Juga
POTRET Budaya
Puisi-Puisi Hj. Juariah
18 Nov 2023
Selengkapnya

Hujan turun. Ia mengabarkan  keadaan kekasih. Masih menunggu terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Kekasihku malah dimusuhi kampus. Padahal, kekasihku memberi iman, ilmu dan pembuktian dengan amal.

Bak pepatah, “habis manis sepah dibuang”. Kampus lupa, kekasihku telah mengisi kekosongan ruang itu. Ruang yang sejatinya diisi nilai-nilai dan amal. Namun kekasihku bukan sembarang, senyumnya bak hujan di kala kemarau. Ia memberi rahmat tanpa peduli cacian dan makian. Ia bahkan membasahi setiap area yang ikut mencacinya.

Hujan Rindu - 18606a95 30ad 49bc a0c9 124c4433a1fe scaled 1 | Essay | Potret Online
Baca Juga
Essay
POTRET Senja di SPBU Lamnyong
27 Des 2024
Selengkapnya

Pohon-pohon tumbuh dan berbunga, diakhiri buah. Para pemetik buah bahkan tak tahu siapa pemilik buah. Tentu saja mereka juga enggan mengetahui proses hingga hadirnya buah. Mereka hanya tahu buah itu enak, selama ada uang semua perkara mudah.

Kerinduan datang. Kekasihku murung menanti. Kapan hadirnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Bagaimana mungkin hadir jika visi sudah ditenggelamkan pragmatisme dan hedonisme. Ditambah monolog demokrasi ala oligarki. Kandidat hanya kuda tunggangan para pemilik modal. Hanya wayang di panggung demokrasi.

01
Baca Juga
Bingkai
CITRA
28 Mei 2021
Selengkapnya

Oh kekasih, maafkan diriku yang tak mampu membuatmu tersenyum. Maafkan diri ini yang selalu galau akan angan dan anggap. Hujan rindu hadir. Mungkinkah kita bersama, menjalani hari-hari penuh godaan. Diyakinkan dengan iman, diusahakan dengan ilmu, dan diwujudkan dengan amal baik. Kita pun sepakat, yakin usaha sampai.

Previous Post

Dua Siswa SMAN 3 Banda Aceh Raih Juara Satu Duta Pelajar Kamtibmas

Next Post

WAKTU SENJA, INGAT ITU SEMUA

Next Post
Hujan Rindu - 0D00C2B1 46EE 47FF 95AB EA43412C896F | Essay | Potret Online

WAKTU SENJA, INGAT ITU SEMUA

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah