Puisi-Puisi Dinar Puspita Ayu

September 2022 Oleh: Redaksi

 

HUJAN…AKU RINDU

Tuhan tidak pernah salah memilihmu hadir dalam hidupku

Menggores warna cinta serta rindu yang berdegup deru tiada jemu
Tuhan tidak pernah salah memilih cinta membius hatiku

Mengubah indahnya warna pelangi berganti abu-abu

Sesekali aku seakan ingin kembali ke masa lalu

Seperti bocah kecil yang lugu itu

Berdoa pada Tuhan untuk turunkan derasnya hujan

Bernyanyi tanpa jeda lara berbalut dusta

Aku hanya ingin mereka tahu

Netraku basah karena bercengkerama denganmu

Parau suara karena lelah berlari di bawah peluk mesra rintikmu

Hujan…aku merindu hadirmu

 

 

 

SAJAK RINDU

Rindu menyapa jiwa lagi dan lagi
Tak peduli ragaku merintih tak terperi
Kembali lukai hati yang nyaris bergerigi

Ku coba menyapa jiwa tanpa suara
Meramu kata pelipur raga
Menyatukan puing asa bertabur lara
Berharap cinta membasuh atma tanpa ritma
Aku tahu engkau memirsa
Aku berjuang memapa lara
Aku percaya engkau mendengar
Denting rindu yang selalu berdebar
Kusapa malam yang hampa tanpa kata
Sepi tanpa aksara
Dalam diam dahaga jiwa

Aku tak pernah tahu
Masih adakah kalbu yang merindu
Di batas penantian yang kian jemu
Di antara cinta dan rindu yang membeku
Sungguh aku tak mampu
Memaksa butiran rindu
Dalam ambigu yang membelenggu
Hingga hanya ada sukma yang masih bertahta cinta 

 

 

BIAS

 

Bila jemu meramu kalbu

Denting memori mengusik waktu

Aku hanya ingin kau tau

Kala aku belum mampu meramu rindu

Memuai rasa yang ada tanpa aba-aba

Aku hanya ingin kau lihat

Masih ada atma yang memuai

Yang masih terburai sampai mentari tak lagi temani pagi

Aku hanya ingin kau dengar

Bahwa bukan sakit yang mengiris

Lebih perih deru rindu yang tak pernah mengering hingga rohani bercengkrama di jannati

 

ADVERTISEMENT

 

HIDUP

 

Dekat di mata

Tapi serasa di ujung samudera

Dulu hangat bersahabat

Kini dingin tak bergeming

Bisu tanpa aksara

Aneh ya… 

Begitulah hidup

Berputar bagai roda

Beralih secepat panah

Berlari bagai peluru

Fatamorgana yang fana

Terbujur bila terlanjur

Terperangkap bila tiada waspada

Bahagia bila beralas cinta

Terkadang perlu terjatuh

Agar terlihat bibir yang tersenyum

Dan… 

Tangan siapa yang terulur

 

PROFIL PENULIS

 

Dinar Puspita Ayu, lahir di Langsa, Aceh, Maret 1982, berprofesi sebagai guru pada MIN 28 Aceh Timur. Menulis ratusan puisi, cerpen, serta artikel yang tersebar di beberapa media lokal dan nasional. Aktif mengikuti lomba menulis tingkat lokal maupun nasional, seperti lomba Media Guru, Jejak Publisher, Azizah Publisher serta beberapa media lainnya. Puisinya telah diabadikan dalam buku “Segurat Mimpi” dan puluhan buku antologi lainnya. Menulislah…karna tulisan membuatmu abadi selamanya. Mari saling mengenal dan bersilaturrahmi, Fb. Dinar Puspita Ayu. Ig;ayudinarpuspita.

 

Peureulak, 23 September 2022

Majalah Perempuan Aceh

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.