POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Bedah Buku ‘Kulukis Namamu di Awan’ Satupena Aceh Sukses

RedaksiOleh Redaksi
June 26, 2022
Bedah Buku ‘Kulukis Namamu di Awan’ Satupena Aceh Sukses
🔊

Dengarkan Artikel

Banda Aceh – Potretonline.com, 26/06/22. Acara bedah buku antologi puisi ‘Kulukis Namamu di Awan’ karya Tabrani Yunis, Pemred Majalah POTRET berlangsung sukses. Sebagai pembedahnya Drs.Mukhlis Hamid, M.Hum yang pemerupakanndosen Bahasa Indonesia di FKIP USK, Banda Aceh. Kegiatan yang berlangsung sukses ini dilaksanakan oleh lembaga Satupena Aceh di Balee Al-Ihsan, Pango Raya Banda Aceh, Sabtu (25/6/22) sore sukses.

Acara yang dimoderatori Saiful Bahri, cerpenis dan juga teaterawan Aceh belangsung cair dan hangat, sehingga peserta hanyut dalam gelak tawa karena sang moderator mampu menghidupkan suasana di tengah cuaca dingin karena dihembus angin kencang yang disertai hujan.

Dalam acara perdana Satupena Aceh paska dikukuhkan kepengurusan 18 Mei 2022 lalu, dihadiri sekitar 40-an sastrawan, teaterawan dan penulis termasuk guru dan wartawan. Tetamu dijamu dengan makanan tradisional rebusan, seperti kacang tanah, pisang, ketela dan goreng pisang yang digoreng langsung di tempat acara serta disuguhkan minuman bandrek dan kopi.

Ketua Satupena Aceh, D Kemalawati mengatakan, lembaga yang dipimpinnya akan rutin  melaksanakan berbagai acara yang ringan-ringan tapi memiliki nilai dalam mengembangkan karya, kreativitas kekaryaan untuk menyemarakkan literasi di Aceh.

“Mudah-mudahan Satupena Aceh bisa melaksanakan rutin acara seperti ini. Kali ini bedah buku puisi dan  ke depannya bisa jadi buku selain fiksi yang kita bedah. Sebab Satupena merupakan wadah penulis fiksi dan non fiksi. Jadi saya yakin sekali akan ada banyak buku yang bisa kita bedah nantinya .”katanya optimis.

Keinginan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Nurdin F Joes, sehingga karya-karya penulis Aceh bisa terus terpublikasikan dengan berbagai ruang dan media yang ada di Aceh, Indonesia dan dunia luar.

Sementara pembedah buku, Drs Mukhlis Hamid, M.Hum, dosen sastra Universitas Syiah Kuala mengatakan, gaya menulis Tabrani Yunis  mengalir dan tidak banyak menggunakan simbol membuat puisi-puisi tersebut menjadi puisi diafan (puisi polos), mudah dipahami, sehingga pembaca langsung larut di dalamnya. Penggunaan homologues (perulangan bentuk atau larik sejajar) dalam puisi yang terkumpul dalam himpunan puisi ini sangat membantu dalam memberikan tekanan pesan dan membentuk rima yang kuat saat dibacakan secara oral.

 

Menurut Mukhlis, pemilihan puisi ‘Kulukis Namamu di Awan’ sebagai judul antologi ini sangat tepat karena puisi ini merupakan salah satu puisi yang kuat di antara 62 puisi yang terhimpun dalam antologi ini. Cuma  Satu puisi “Menebus Rindu pada Puisi” terketik 2 kali, pada halaman 53 dan halaman 75.  

Berikut dikutip utuh puisi Kulukis Namamu Di Awan

KULUKIS NAMAMU DI AWAN

Dik

Izinkan kuukir namamu di awan biru

Kuwarnai dengan warna pelangi

Kubingkai dalam goresan raut wajahmu

Kutaburi biji-biji cinta yang pernah kauberi

Sembari kusemai dengan rindu nan menggebu

 

Dik

Izinkan aku menuliskan sebait puisi di atas awan biru

Agar semua tahu seluas apa cinta yang kumiliki

Agar semua bisa menyaksikan bukti kasihku

📚 Artikel Terkait

Semangatlah Para Jiwa Muda

Pembangunan Destinasi Wisata Harus Sejalan Dengan Pembinaan Tuan Rumah, Agar Selalu Ramah

Syekh Nuruddin al Raniry; Ulama Besar dan Mufti Kerajaan Aceh

Mustaqim dan Sekolah Pemimpinnya

Itulah cinta yang tak selebar daun kelor yang hanya satu senti

 

 

Dik

Biarkan aku menabur warna kesukaanmu

Di setiap sisi bingkai yang menjadi tali cinta

Sesungguhnya cinta kita bukan hanya sebatas diksi pemuas nafsu

Sekadar memancing cinta antara kita

 

Dik

Lihatlah lukisan namamu

Terbentang di langit biru

Ya, semua orang tahu dan menikmati wajah cinta kau dan aku

Kita jadikan semua agar cinta tak berwujud bisu

 

Banda Aceh, 12 April 2019

 

Puisi lirik ini, kata Mukhlis, mengungkapkan luapan rasa si aku terhadap seseorang yang sangat istimewa dalam kehidupannya. Ia ingin seluruh dunia tahu bahwa ia memendam kerinduan, cinta kasih, dan harapan untuk bertemu kembali dengan  orang-orang tercintanya itu.

Penggunaan diksi warna pelangi, awan biru, langit birumenunjukkan tinggi, indah, dan besarnya cinta kasih dan harapan itu.

 

Hal ini dikontraskan dengan penggunaan larik /Itulah cinta yang tak selebar daun kelor yang hanya satu senti, Sesungguhnya cinta kita bukan hanya sebatas diksi pemuas nafsu, dan Kita jadikan semua agar cinta tak berwujud bisu/ pada akhir bait pertama, kedua, dan ketiga.

 

“Cinta kasih memang sebuah misteri yang tak pernah habis,” kata Mukhlis panjang lebar.

 

Di sela-sela acara yang menghangat dengan tiori, suasana dicairkan dengan pembacaan puisi. Pembaca puisi pertama, moderator langsung menodong, Amri M Ali, penulis yang juga politikus untuk membacakan puisi karya Tabrani Yunis yang ada dalam buku tersebut dan pembaca puisi lain, tampil Mahdalena (Dekna), teaterawan yang juga penyair dan membaca puisi ‘Kutulis Namamu di Awan.

 

Acara yang berlangsung hingga menjelang magrib itu, di antaranya hadir selain pengurus dan Pembina Satupena Aceh adalah, Helmi Hass, Zulfikar Sawang, Fauzi Umar, Thaib Loh Angen, Zulkifli Abdy, Qamaruzzaman Haqny, Irma Yani, Muhrain, Rianda dan lain-lain.[]

 

 

 

 

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
AWANKAH YANG BERDUSTA

DEMOKRASI IBARAT POMPA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00