
Oleh Ria Andelia
Sosok perempuan hebat
Yang tangguh dalam luka
Perlina sedih dalam kelabu
Dia ibu yang tiada dua
Ibu, apa aku pantas?
Menyandang gelar seorang anak
Aku sangat menyayangimu
Tapi raga ini tidak mampu
Untuk membuktikannya
Ibu….
Lihatlah,
Airmataku tak mampu membalasmu
Darahku yang mendidih
Tak mampu membalas jasamu
Dan nyawaku ini tidak akan bisa
Menggantikanmu.
Ibu….
Jika aku tiada lagi
Menatap gemilang dunia
Akan kah nanti kita bisa bertemu
Memeluk hangat diriku
Hangat pelukmu bagai mentari
Kasih sayangmu tiada unjung
Kelak kapanpun itu
Kau tetap perempuan terhebat.
*penulis adalah peserta kelas munulis sigupai mambaco bersekolah di MTsN 1 Aceh Barat Daya kelas VIII (delapan)
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














Discussion about this post