• Latest

Mi Jawa dan Serba Jamur di Yogya

Mei 14, 2022
Mi Jawa dan Serba Jamur di Yogya - 1001377472_11zon 1 | Berbagi | Potret Online

Ketika Sungai Mengalirkan Lebih dari Sekadar Air

April 20, 2026

Dialektika Dalam Seni, Sastra, Pendidikan, dan Pageant.

April 20, 2026
56b8b820-aa0d-4796-86af-eee26b4e8bbc

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

April 20, 2026
93f22f86-ef8e-40bd-be7a-654413740c48

Pasar, Telur, dan Sebuah Catatan Kebudayaan dari Pundensari

April 20, 2026
7bf2ddcd-f2b6-4ca2-97c0-0cc808683181

Sigupai Mambaco Gelar “Mahota Buku” April di Abdya, Diskusikan Peran Perempuan hingga Kritik Sosial

April 20, 2026
Mi Jawa dan Serba Jamur di Yogya - IMG_9514 | Berbagi | Potret Online

Aceh Tak Butuh Senjata untuk Merdeka

April 20, 2026
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Mi Jawa dan Serba Jamur di Yogya

Redaksi by Redaksi
Mei 14, 2022
in Berbagi, Bingkai, Catatan Perjalanan, Citizen reporter, Jalan-Jalan, Kuliner
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok

Sebelum Yogya penuh turis akhir pekan ini, kami sudah mencicipi beberapa situs kuliner yang sangat terkenal, tetapi baru kukenal. Padahal sudah tak terhitung berapa kali saya mampir ke Yogya, situs mi Jawa Kadinndi dekat stasiun lempuyangan dan Je Jamuran di jalan arah Magelang Sleman.

Mi Jawa Kadin mbah Harto ini konon sudah ada sejak sebelum kemerdekaan. Pantas begitu maknyus dan meski karena pengudapnya begitu banyak, sehingga kami harus menunggu nyaris 30 menit. Orkes keroncong musisi jalanan setia menghibur dengan lagu lagu klasik oleh buaya kroncong bersuara emas tak “bermerk” seperti Toto Salmon atau Soendari Soekotjo.

Singkat kata, wedang tape dan wedang bajigur terhidang dengan bakmi Jawa uritan, paha ayam dan hati ampela. Ternyata lamanya penyajian karena pesanan kami terlalu beragam, tetangga meja kami padahal jumlahnya lebih banyak, karena hanya pesan sejenis, bakmi “generik” nyemek, dilayani 60% lebih cepat.

Mi Jawa Kadin ini strongly recommended, rasa bumbunya berani dan porsinya menghibur kita yang kelaparan menunggu. Cobalah “klethus” cabe rawit yang terhidang dan taburi sedikit merica, dijamin angin yang sudah kepalang masuk di badan akan segera keluar, apalagi sembari ikutan “rengeng rengeng” keroncong moritsko, wuih….

Yogya dengan kuliner tradisi dan musik dan musikus jalanan memang ….. tiada lawan.

Bagian2

Penyanyi keroncong yang langsing bererambut putih gondrong dan berkumis jenggot serba putih bercerita bahwa orkes keroncong mereka sudah mengikuti warung Mi Kadin ini lebih 20 Tahun “sudah sejak tempatnya di sana pak….” ujarnya menyebut lokasi yang lupa kuingat. Sembari bersalaman, kulirik toples plastik tempat uang saweran, wuih yang terlihat gumulan uang kertas 5.000 di dalamnya, 2.000 dan 10.000 di antaranya. Ini belum musim libur, alangkah gembiranya mereka saat liburan dan pengudap antri melahap Mi Jawa dan Bajigur atau Wedang Tape warung Kadin.

Malam berikutnya kami “ziarah” ke situs kuliner Je Jamuran di Sleman. Ikuti jalan raya dari Yogya menuju Borobudur, pasang mata dan saat ada plang “Je Jamuran” bersiaplah memutar balik dan memasuki jalan kecil, hanya 1 km dari jalan raya Yogya Magelang itu tibalah kita ke lokasi warung yang sangat luas dan saat itupun penuh “penziaroh” kuliner.

Menu Sate dan Tongseng andalan langsung kami pesan, es dawet, telur dadar dan sop serta lumpia tak lupa melengkapi. Jangan kaget, semua serba jamur kecuali piring dan cangkirnya yang non jamur.

Alamak, Sate dan Tonsengnya serasa daging kambing…!! Sop dengan telur puyuh jamur juga sungguh lezat. Warung besar ini cepat menyajikan penganan dan sejuk karena sirkulasi udara yang baik, beda dengan Mi Kadin yang alon alon waton kelakon.

“kita bisa makan tanpa merasa berdosa mas…” ujar kolega yang harus berdiet, dia benar kecuali jika ada yang harus menahan diri memakan kuah santan, carilah menu lain yang apepes dan rebusan saja. Cobalah unuk ditambah garam sedikit dan minta irisan cabe rawit unt menambah semangat makan…. wuih, kemlakaren masbro.

Yogyakarta ? What a wonderful life…..

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Mi Jawa dan Serba Jamur di Yogya - A4351A62 606B 4028 A285 8288C69D6FC9 | Berbagi | Potret Online

Cabdin Subulussalam-Singkil Gelar Bimtek Guru BK dan Pengelola Perpustakaan Digital

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com