POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Hidupkan Tradisi Meugang, Lumbung Ternak Wakaf Hadirkan Daging Terjangkau Untuk Masyarakat Prasejahtera

RedaksiOleh Redaksi
April 1, 2022
Hidupkan Tradisi Meugang, Lumbung Ternak Wakaf Hadirkan Daging Terjangkau Untuk Masyarakat Prasejahtera
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Furqan

Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh yang telah berlangsung sejak Abad ke-17 di masa Kejayaan Sultan Iskandar Muda. Pada momen ini semua masyarakat Aceh akan membeli daging untuk kemudian dihidangkan menjadi makanan sebelum Ramadhan tiba. Tak hanya itu setiap orang yang memiliki kemampuan lebih atau kategori mampu, ia akan senantiasa menyisihkan sebagian hartanya untuk berbagi meugang untuk para fakir miskin. Bisa dikatakan, pada moment meugang, masyarakat saling bersuka cita dengan berbagi dan menyantap daging secara bersamaan.

Ironisnya, pada setiap moment meugang, harga daging melonjak naik selaras dengan naiknya permintaan. Jika pada hari biasanya berkisar dengan harga Rp.110.000 – Rp. 150.000 perkilogram, tetapi memasuki meugang bisa menyentuh harga Rp.200.000/kilogram daging sapinya.

(Kamis, 31/03/2022), ACT Aceh melalui program Lumbung Ternak Wakaf (LTW) yang di dukung oleh Bank Permata Syariah menyambut Meugang Hari ini dengan menyediakan daging terbaik dengan harga sangat terjangkau. Kegiatan ini dilakukan di Desa Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.

“Kami menyambut baik dukungan Bank Permata Syariah, yaitu menyediakan daging dengan harga sangat terjangkau untuk masyarakat prasejahtera, skema yang kami lakukan yaitu kami mendatangkan domba-domba terbaik dari Lumbung Ternak Wakaf di lembah Barbatee yang merupakan wakaf dari Bank Permata Syariah, domba ini telah melewati masa penggemukan dan memiliki bobot serta kualitas daging terbaik. Selanjutnya ACT mensubsidi setiap paket daging yang dijual kepada masyarakat prasejahtera,” Jelas Ryanda Saputra, Kepala Cabang ACT Aceh.

Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Barbatee yang terletak di Desa Ie Suum, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab kegelisahan masyarakat terkait mahalnya daging meugang. Dengan skema pengembangan peternakan secara terpadu, dan mendayagunakan semangat ummat pada asset produktif seperti wakaf tunai untuk penggemukan sapi, domba, tanah sebagai tempat peternakan dan pertanian, akhirnya akan membuat biaya produksi dan harga jual produk yang dihasilkan akan sangat terjangkau.

📚 Artikel Terkait

Badut Kecil di Sudut Kota,Sebuah Potret Kehidupan Anak yang Terabaikan

Inilah Pengalaman Pengurus IGPKhI Aceh Ikuti Pertukaran Guru ke Amerika Serikat

INDONESIA GLOWING

Jangan Diam, Suarakan Palestina!

“LTW Barbatee ini merupakan wakaf dari beberapa pengusaha local di Aceh dan juga  Bank Permata Syariah, kita berharap semangat berwakaf pada asset produktif khususnya dalam program keamanan pangan yang kita inisiasi dalam bentuk LTW ini terus berkembang dalam menyebar luaskan manfaat bagi masyarakat prasejahtera,”Kata Ryanda Saputra.

Salah satu masyarakat yang berbahagia dalam momen ini adalah Ibu Halimah(58 Tahun). Beliau Ibu Rumah Tangga yang baru saja sembuh dari penyakit strok beberapa bulan lalu. Ia memiliki 3 orang anak yang bekerja serabutan untuk bertahan hidup.  

“Setiap hari meugang saya selalu teringat dengan almarhum suami yang menenteng daging untuk di masak dan disantap bersama anak-anak. Karena itu hari ini saya bersyukur, walaupun almarhum tidak ada lagi, saya masih bisa membawa daging meugang untuk anak-anak dirumah,” Ujar Bu Halimah dengan raut wajah yang antara sedih dan senang.

Kisah lain juga datang dari Ibu Rojiati (56 tahun), sudah lama menjanda kini ia berjuang seorang diri dengan berjualan sayur keliling dari satu rumah ke rumah yang lain. Saat ini ia menghidupi seorang anaknya yang sedang menempuh pendidikan di salah satu pesantren. Tak mau bersedih, ia juga tetap berusaha menyediakan daging meugang untuk putri tercintanya.

“Kalau anak orang lain bisa menikmati daging meugang, anak saya juga harus bisa mencicipinya walaupun tidak banyak, saya tidak akan membiarkan anak saya bersedih, orangtua mana yang sanggup melihat anaknya duduk disudut rumah sedangkan teman-temannya penuh kegembiraan menyantap daging meugang yang dibawa oleh orangtuanya”, Tutup Bu Rojiati sambil menenteng daging meugang yang baru saja ia dapatkan di kegiatan ini.

Penulis :

Furqan

(Marketing Communication ACT Aceh)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Festival Dosa Di India Yang Mengagetkan

Festival Dosa Di India Yang Mengagetkan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00