POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Hentak Syair Savitri Jumiati

RedaksiOleh Redaksi
March 7, 2022
Hentak Syair Savitri Jumiati
🔊

Dengarkan Artikel

 

Sejarah Dalam Negeri Filsafat

  

Savitri Jumiati

Bola bola globalisasi

Komoditi cekik mati

Berlari sembunyi

Cekal rasa harga diri

Dunia banyak api

Ini bukan panggung atraksi

Bukan sulap para badut pemimpi

Tuding sana sini

Hasilnya pepesan teri

Lontar kayu dari balik jeruji

Apa ini toga toga sang pembuli

Hei tuan yang berlagak petinggi

Aku tiada pernah pergi

Sebab kami bukan penyekap negeri

Yang kerjanya hanya pandai mencuri

Apa itu bahasa ibu Pertiwi

Terolah lupa zaman pribumi

Aku diam dalam dongeng televisi

Mampir di jidat jidat yang kurang nutrisi

Sudahlah aku tak suka basa basi

Intuisi teknologi makin canggih

Sejarah bukan ajang properti

Dapat diperjual beli

Jika ingin jadilah pengigau yang nasiolisti

Bukan mampir di ketiak istri

Sejarah bukan obsesi

Dalam tangan negeri filsafat hakiki

Mati di lubang lubang asasi

Puan ini puisi

Bukan bahan cerca maki

Toh aku paling mensyukuri

Tidak bermimpi setinggi pelangi

Tidak ambisius mencari harta gono gini

Walhasil eksposdisi di ruang farkusi

Hasil industri melengking tinggi

Setidaknya mencekik hati

Ya aku lebih di luar sini

Bersuka ria dengan tawa tawa anak bulan sabit

Meski terpandang sebelah mata negeri

Aku bukan pemimpi mendatangi gubuk gubuk pendengki

Negeriku sudah mati

Bahasaku telah tercemeti

Entah kembali

Atau diam diantara terpas angin

Sayangnya aku hanya kalimat tak singgah dijalan jalan para petuji

Sebab aku tak akan pernah lari

Dari kertas kertas rindu ini

Bekasi Sabtu 5 Maret 2022

Telaga Sastra Cinta “Savitri J (Saju)

 

Aku Hanya Kalimat Tak Bertuan Guru

Siapa aku

Hanya malam yang mengetahui ku

Yang berlarian dengan lantah teriak

📚 Artikel Terkait

Jangan Abaikan Potensi Entrepreneuship Anda

Meningkatkan Pemahaman Generasi Z tentang Zakat

Serangkai Puisi Alkhair Aljohore

CIRI KHAS PEMBELAJARAN IPA

puisi rindu

Aku bernyanyi dengan irama hujan

Merta hatiku tiada lah pedih

Tak mesti untuk mengenali

Toh aku hanya tertinggal di balik layar

Suara anak anak dusun mencari tawa riang

Aku mendekati rumpun rumpun hijau

Tanpa batas dan tanpa paksa

Ini bukan dunia parodi

Dapat duduk ditepi jalan

Dengan sebungkus nasi berisi tempe saja

Telah membuat perutku kenyang

Saling berbincang suatu keinginan

Pada lelaki keriput atau kepada perempuan renta dengan gerombak sampah

Aku bukan siapa siapa

Yang punya segudang embel embel makna

Yang punya banyak warna warna nuansa indah

Asri bagai taman ladang dikincir angin

Ini aku dengan sebungkah kalimat

Siapa aku

Hanya nyanyian hujan yang mengetahuiku

Tak mesti mengenali aku diantara waktu

Barangkali aku cukup menjadi bayang

Merta pergi pun aku hanya sekebat kalimat tak bertuan guru

Lesap dengan sajak puisi rindu

Bekasi 04 Maret 2022

Telaga Sastra Cinta “Savitri J (Saju)”

 

Seperempat Waktu

Kukenali sekali lagi di atas sengitnya sengketa tragedi

Ada seuntar pendakian hati di lembah bukit sunyi

Tatkala lelepah bebatang rumbai menjadi dedaun carik kalimat palawa

Rontak angin beliak bising meribut tahta merta upeti

Marwah tiada tubuh tanpa kerande hilang tak berhuni

Ini musim mengering di keriput pipih telah tergari

Ku larikan sejuntrak gebu di jantung mati.

Usai resah remuk tertikam tuji

Menghela nafas yang sakarat

Laksana aku seekor anjing yang bernajis.

Di gebah buta akal culas serakah bumi.

Lewati pekat di hujung mata sepi

Mencari relung terkidung di seperempat waktu

Bilamana aku merengkuh rindu di arah riladhmu

Kepada dera subuh yang menyilah sealir dedarah aku pasrah

Bekasi 04 Maret 2022

Telaga Sastra Cinta “Savitri J (Saju)”

 

Malam Pekat

Bukan babak pada suatu celah majas

Seperti jatuhnya air yang menetes

Entah ketanah atau di ranting dedaun

Aku tak membawa kemanisan kata

Sedang jemari tangan hanya mengepal tangis

Kertas kertas yang meratap tangis

Di jejak langkah kaki menuju lorong gelap tak berhuni

Entah apa sebab menjadi musabab

Aku masih tegak berdiri merentang prilaku

Mungkin malam pekat adalah ruangku

Mencari pasi sebuah puisi

Mengaduknya menjadi sajak liar

Merta angin memburu tubuh bayang sajak rindu

Tak mesti itu harus berbuah racun menubi

Malam pekat sekian lama aku rengkuh

Dari sebulir gabah menjadi sebulir nasi

Jauh di perdalaman senyum ramah terbias

Tak seperti kota kota penuh industri pabrik limbah

Sebumbung lantah suara pekik bersorai caci

Ini dunia atau antariksa planet mars

Selalu saja akal melipat nepotisme

Selalu saja jiwa penuh api

Selalu saja hati tertumbuhi kecambah

Langkahku belumlah usai

Masih bersama malam pekat

Dan puisiku hanya sajak rindu

Dalam setangkup subuh

Bekasi 03 Maret 2022

Telaga Sastra Cinta “Savitri J (Saju)”

 

Tentang Penyair:

Nama Lengkap: Savitri Jumiati

Nama Pena: Telaga Sastra Cinta

Tempat Tanggal Lahir: Jakarta 17 September 1976

Alamat: Jl.Bintara Jaya 4, RT 001/RW 008 No: 87

Kelurahan: Bintara Jaya

Kecamatan: Bekasi Barat

Kabupaten: Bekasi

  • Jabar 17136

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
INDAHNYA LANGSA DI MATA HATIKU

DI SEBUAH RUMAH ADAT ACEH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00