POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Mengapa Mencintai Dunia Pendidikan?

RedaksiOleh Redaksi
December 6, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok, Jawa Barat

Itu pertanyaan mas Agus Wahyudi sahabat saya guru senior dari Purwokerto. Gus Wah, sebetulnya awalnya bukan mencintai dan dengan dunia pendidikan ini saya kena kutukan “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Keseringan berurusan dan berakhir dengan mencintai, meskipun yang saya cintai belum tentu membalasnya.

Awalnya dari menduga jawaban dari persoalan yang selalu saya tanyakan. Kok sebuah bangsa bisa maju, ujung ujungnya pendidikan (UUP). Kok banyak persoalan yang muncul berulang dan tak selesai, UUP.  Kok terjadi diskriminasi, UUP. Mengapa lama sekali Indonesia merdeka, UUP dan seterusnya.

Ketika punya putra dan duduk di SD, maka saya melihat dengan jelas masalah pendidikan itu. Kreatifitas murid TK dijajah oleh persepsi kebenaran gurunya, kegairah bertanya yang saat belum sekolah selalu saya “jabanin”, menjadi lenyap di sekolah. Anak menjadi patuh dan pendiam seperti anjing terlatih atau kuda liar yang sudah takluk kepada pekatiknya.

Pendidikan dikerdilkan menjadi persekolahan dan murid dipacu untuk menghapalkan materi yang akan diuji, bukan diajak bertualang dengan dunia mencari jawaban mengapa dan bagaimana. 

Dalam bahasa keren, semangat dan potensi Learning, tidak terbentuk tuntas dan hanya menjadi “mesin penyimpan informasi” yang jelas kedodoran ketika terus dijejali. Potensi otak untuk menjadi penerima, pemroses dan pemberi informasi serta solusi, mati. Otak hanya dijadikan gudang penyimpan data.

📚 Artikel Terkait

AKIDI TIO, RATNA SARUMPAET DAN KETIDAKWAJARAN SIKAP

Aku Lelah, Aku Kuat

Pemerintah Kota Banda Aceh Salurkan Dana Operasional Kader Pendata PK-21

SARINAH

Semua itu semakin mendekatkan hipotesis saya bahwa ada yang salah dalam dunia pendidikan Indonesia. Apalagi ketika mulai mengenal Freire, Ivan Illich, Mochtar Buchori, Pater Drost, Bahrudin QT dan para “mbeling” pendidikan. Di sisi kanan, Peter Senge, Dostoyeski, Tolstoy, Sartre, Kundera juga ikut mengaduk aduk pikiran saya.t

Semakin menyelam, seperti di lautan, isi perut pendidikan semakin terang benderang. Gurulah salah satu kunci utama. Pendidikan menjadi guru tak diurus sebaik pendidikan menjadi dokter, insinyur dan Lawyer. Menjadi guru adalah pilihan terakhir dalam berkarya.

Dalam dunia Guru, jenjang SD/MI adalah kasta terendah. Pernah ada anggapan bahwa menjadi guru SD/MI itu siapapun bisa dan anggapan “taken for granted” ini diperkuat dengan sikap komplasen semua bangsa kita, tak terkecuali yang terdidik sangat baik dan tidak.

Komplasen bahwa semua baik baik saja. Lulus SD/MI pasti menguasai ilmu dasar dalam matematika numerasi, sains dan (faham) membaca. Faktanya, semua anggapan itu salah besar. Sejak lama saya sudah menduga duga dan menemukan bukti. 

Selain jalaran kulino, cinta saya kepada dunia pendidikan memiliki latar kurang baik, saya merasa kasian kepada dunia pendidikan, kasian meninggalkannya. Semestinya, cintailah apa adanya, Just the Way You Are. 

Jadi, dengan latar belakang bukan dari dunia pendidikan dan pernah diolok olok seperti “Terkun” alias Dokter Dukun, saya mencintai dunia pendidikan ini.

Karena sebetulnya dasar cinta yang tak kokoh, kadangkala menyesal juga menyaksikan kawan kawan yang hidup di dunia “lain” yang dengan ringannya mengeluarkan uang berjuta juta hanya untuk merumput di lapangan golep atau ratusan ribu hanya untuk secangkir kopi.

Masihkah saya mencintai dunia pendidikan yang seringkali lusuh dan compang camping dan semakin bodoh ini ? Jelas masih, “wis kadung cak…” ujar kawanku. “Iyo, masiyo uelek raine, tapi ngangeni….” Di wajahnya masih terlihat cahaya yang sering membawa ketenangan. Really ?


🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

“POTRET SINGKAT SEORANG ANAK NEGERI DALAM MERAJUT MIMPI”

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00