• Latest

Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe

Oktober 27, 2021
Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Kamis, April 2, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe

Redaksi by Redaksi
Oktober 27, 2021
in POTRET Budaya, Puisi, Sastra
Reading Time: 10 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Mencari Ayah Mati|

– bagi Sandy Sr

 

Sandi Ramadhan: Tuhan membiarkan aku sendiri berkuda ke dataran sunyi,

mencari ayah dengan teropong ompong naluri.

 

Seseorang yang Mungkin Aku: kau tak bisa begitu sayang, jika tak ingin bisu

                                                 membaringkan tubuhmu untuk dipajang, di sepanjang jalan lengang, menuju tiang tanpa sembahyang.

 

Sandi Ramadhan: hidupku terlanjur sungsang, Tuan.

jangan pura-pura mengenal aku hanya dengan kuterima senyummu dengan hambar.

 

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

Seseorang yang Mungkin Aku: senyummu tak pernah memberikan aku sumber tahu,

bahwa dalam diam airmatamu mengkhianati haru.

 

Bayang-bayang Ayah: maksud Anda?

 

Seseorang yang Mungkin Aku: maafkan aku ayah, dan biarkan

selanjutnya Anda kupanggil ayah.

 

Bayang-bayang Ayah: silakan, Tuan!

 

Seseorang yang Mungkin Aku: kita belum saling kenal, Assalamu ‘Alaikum ayah,

aku datang dari masalalu yang sejak kematian ayah hidupku bingung, canggung,

buntung, dan kesialan menyisihkan harapku.

 

Bayang-bayang Ayah: kau memiliki Tuhan?

 

Seseorang yang Mungkin Aku: tentu ayah, meski pada hal-hal tertentu

Tuhan kutinggalkan di ruang tunggu.

 

Sandi Ramadhan: O, kau hendak menantang aku? kau kata-katai aku

di depan lelaki yang memuakkan itu?

 

Bayang-bayang Ayah: muntahkan!

 

Seseorang yang Mungkin Aku: ayah, hidup kita yang payah bukan pilihan semata,

tapi juga bagaimana kita menyelamatkan rukun manusia.

 

Bayang-bayang Ayah: aku benci makrifat!

 

Seseorang yang Mungkin Aku: bencilah makrifat jika perlu ayah,

tapi jangan benci adikku yang tampan dan berbuat baik

sepanjang hidupnya untuk ibu, untuk Berry, dan Sella.

 

Sandi Ramadhan: ini bukan pasar tempat memadati hati rongsokan

 yang gampang bilang kasihan.

 

ADVERTISEMENT

Seseorang yang Mungkin Aku: Sandi..

 

Sandi Ramadhan: arrghh.. kau mengerti apa tentang hati yang terkunci,

kau miliki ribuan apa untuk menyerbu dan memundurkan benci, kau tahu apa tentang hati ibu yang tertikam belati, kau tahu apa sunyi membunuh tubuh tanpa peduli, bahwa adik-adikku juga butuh kata

“ayah” dan bukan hanya memeluk mimpi. aku gagah dan perkasa,percaya pada pesona angkasa dan doa yang memutihkan awan

berhenti berbicara Tuan, pergilah dan jangan pernah kembali, kecuali membawa benci. seperti lelaki yang sibuk menyiangi birahi tak tahu diri ini. kalian membuat marahku memerahkan seluruh isi bumi.

 

Bayang-bayang Ayah: sial!

 

Seseorang yang Mungkin akan sempurna melupakan sisa hidupmu. bunuhlah aku

 jika masalahmu tumpul setelah ujung pisau mburaikan nafasku.

 

Bayang-bayang Ayah: demi Tuhan, demi kemanusiaan. hentikan.

 

Sandi Ramadhan: aku adalah kerapuhan, entah kapan di mata ibu, di kubur dan hancur luruh harapku.

 

Morse 11 Oktober  2016 – 27 Oktober 2021

 

 

 

Muhammad Asqalani eNeSTe. Kelahiran Paringgonan, 25 Mei 1988. Menulis dan membaca puisi sejak 2006. Pernah memenangkan lomba menulis dan baca puisi nasional yang membuatnya mendapatkan fasilitas liburan di Singapura. Ia membacakan salah satu sajaknya di National University of Singapore. Selain berbahasa Inggris, ia juga mempelajari Bahasa Esperanto, Spanyol dan Belanda. IG: @muhammadasqalanie. Youtube

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 359x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 295x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 224x dibaca (7 hari)
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
28 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post

Puisi-Puisi RiskaTembilahan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com