POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Bingkai

Kesombongan

Redaksi by Redaksi
Mei 1, 2021
in Bingkai, Budaya, Essay
0




Baca Juga
  • 01
    Essay
    Menilik Eksistensi Seni Tradisional Dari Perspektif Milenial di Aceh
    16 Apr 2021
  • Kesombongan - IMG 20250512 WA0006 | Bingkai | Potret Online
    Artikel
    Olimpiade Ijazah
    15 Mei 2025

Oleh Ahmad Rizali


Baca Juga
  • Kesombongan - CBAF553E 2A11 4A05 9ADA 0765F747E38A | Bingkai | Potret Online
    Essay
    Gelisah Cinta
    09 Des 2022
  • Kesombongan - 60748b3a aa9a 4df0 819a 5819471cf643 | Bingkai | Potret Online
    Banda Aceh
    Riverwalk (Tepi Kali) Penayong
    08 Mei 2025

Saya mulai faham mengapa contoh kesombongan itu ditahbiskan kepada Iblis yang jelas percaya kepada Allah dari pada manusia yang tak mempercayaiNya. Bersyukurlah jika diberi karuniaNya untuk selalu berupaya meluruhkan kesembongan dalam keseharian.


Baca Juga
  • 01
    Diafragma
    KIDUNG KEMATIAN
    18 Mar 2024
  • 02
    Artikel
    Launching Buku Ke-2 Pelangi Hijab: MUNAJAT QALBU & WANTED Miss Pelangi Hijab 2017
    26 Okt 2017

Kesombongan sering dengan sangat halus menempel di hati atas, rasa percaya diri, kecerdikan, kekuatan, kecantikan fisik dan wajah, kekayaan, sebut saja semua aktivitas manusia bisa disusupi kesombongan itu. Kadangkala, kesombongan berwajah sangar dan ini lebih mudah diingatkan. Di lain waktu dia akan berwajah sinis dan sarkastik, inipun masih mudah diingatkan oleh pihak lain. 


Namun adakalanya kesombongan itu dibalut dengan pakaian humor dan sikap jenaka serta yang paling berbahaya adalah kesombongan yang berbaju perilaku sangat baik. Kedua jenis kesombongan ini lebih berbahaya dari “tidak mau menerima kebenaran” dan hanya bisa dikenali oleh pelaku, setan dan malaikat serta Tuhan. Kesombongan jenis inilah yang wajib sering sering dikenali dengan perenungan.


Cobalah renungkan sebuah hadis yang mengatakan Surga tak akan menerima seseorang yang di hatinya ada kesombongan meskipun hanya sebiji sawi (sangat sedikit). Bukankah sungguh berat kualifikasi memasuki Surga itu ? Yang lebih repot adalah ketika menjadi manusia terdidik dan menjadi pintar, karena “kesombongan adalah penyakit manusia pintar” ujar orang bijak. 


Selagi ramadan , seringlah merenung dan melatih diri untuk meluruhkan kesombongan dengan pertolonganNya, karena si raja sombong sedang “dirangket”. Semoga diberi jalanNya untuk mengikis kesombongan di jiwa, hati dan perilaku kita.


Previous Post

DLHK3Banda Aceh Ajak Masyarakat Jaga PJU

Next Post

Dunia Tidak Butuh Kesalehanmu

Next Post

Dunia Tidak Butuh Kesalehanmu

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah