POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Memimpin Bangsa: MLCS

RedaksiOleh Redaksi
April 6, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok


Kemarin seorang sohib senior praktisi seni dan pendidik menelponku dan intinya mengajakku membantunya ikut mendukung gagasan sebuah pondok pesantren yang ingin membangun sekolah. “Mas Nanang, presentasi mereka sungguh absurd dengan rencana itu. Padahal sampeyan tahu saya orang yang kongrit”. Kami diskusi hampir sejam di telepon. Sohib ini sungguh merendah karena dia sudah di tataran empu. Profilnya sering muncul di majalah Tempo, dia juga produk S3 Texas Austin USA. 


📚 Artikel Terkait

Menulislah dan Anda Akan Bahagia

Sengketa Terpelihara

Pranata Sumedanglarang

Demi Cintaku

Aku simpulkan, beliau ingin pikiran yang “kontinyu”, bukan diskontinyu antara gagasan Langitan (yang memang sering muncul dari para tokoh agama, seperti “hati Mekah, otak Jerman”), kerangka makro dan sesuatu yang kongrit. Aku amati, di Indonesia diskontinyitas berfikir dalam sebuah gagasan ini sering terjadi, sehingga tak jarang target jangka panjang (absurd) tak klop dengan jangka menengah (kerangka mikro) dan target terukur kurang dari setahun (kongkrit).


Dalam alur berfikir seperti inilah mengapa judul “Memimpin Bangsa” juga aku hela ke tataran mikro yang jelas merupakan intisari masalah yang wajib difahami pemimpin dan seperti itu pula yang difahami oleh pemimpin dunia. Ketika hanya asik di tataran mikro, maka “kerja…. kerja… kerja….” juga akan fokus di sana dan ketika tak nyantol dan tak peduli dengan yang menengah dan absurd (amanah konstitusi). 


Di sinilah aku dipagut oleh istilah seorang kawan senior pula. MCLS (Management Contents Learning System). 4 kata yang digabung dan bermakna besar. Sudahkah kita punya konten? Punya learning system (pedagogi)? Sudahkah konten disampaikan dengan pedagogi yang tepat (pedagogy content knowledge), sudahkah menjadi pedagogi content knowhow? Yang terakhir sudahkah dikelola dengan baik ? Aku skeptik.


Pembelajaran prodi PGSD/MI di LPTK masih business as usual (ujian) PGSD masih mewajibkan calon guru kelas ini menyelesaikan soal Integral/Differensial, what a horrible context !…). Program pelatihan juga masih tak berubah dan berputar-putar di situ saja yang ketika guru pulang dan masuk kelas hata senang, karena bisa mentraktir murid dengan uang saku dan bingung mempraktekan ppt pelatihan dan kembali pembelajaran di kelas tak berubah. 


Jadi, kita ingin membangun SDM Unggul dengan ikut bikin 100 Tahun Maraton “Solo” tanpa peserta lain dengan cara seperti ini? Ah, sudahlah…. toh peserta Maratonnya hanya kita sendiri, jadi ya begitu deh.


🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Memotret Alue Pineung

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00