🔊
Dengarkan Artikel
Oleh: Aisah Nurul Fadila
Hari itu, langit juga meratap
Seolah memberi pertanda bahwa ia juga terluka
Semuanya terjadi tanpa tanda
Simpang siur terjadi hampir di pesisir desa
Orang berlari ke sana ke mari seperti dalam drama
Aku yang masih balita tertatih bertanya
‘Apa yang terjadi abah?’
‘Kenapa ombak pasang sampan di teras?’
Tidak ada jawaban
Abah terus mengumandangkan Adzan
📚 Artikel Terkait
Sesaat kemudian ombak kembali tenang
Menyisakan reruntuhan
Namun bumi masih tergoncang
‘Apa yang sebenarnya terjadi abah?’
Aku yang langsung direngkuh menangis tanpa sebab
Seolah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi
‘Kita akan baik–baik saja’
Hanya itu yang abah lontarkan
Kalut tubuh masih mendera
Hingga saatnya tiba
Semuanya hancur tak tersisa
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.




