POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Singkil Banjir Lagi, Sekolah Terpaksa Libur

RedaksiOleh Redaksi
December 15, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Karunia Wirayanda
Kelas X IPA SMA Negeri 1 Singkil

Pagi Sabtu, 15 Desember 2018, Singkil kembali dilanda banjir. Banjir semakin sering melanda daerah ini, sehingga sudah menjadi hal biasa yang terjadi di Aceh Singkil. Sebagaimana biasanya, banjir sering terjadi pada bulan Oktober hingga awal bulan Januari. Ketika musim hujan, sungai-sungai kian tak mampu menampung air, hingga  air sungai – sungai itu meluap menggenangi daerah ini. Data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, merilis banjir merendam lintas utama Aceh Singkil menuju Kota Subulussalam, tepatnya di Desa Ujung Bawang. Selain itu Desa Pea Bumbung di Kecamatan Singkil juga terendam banjir. Bahkan, SMA Negeri 1 Singkil, tidak pernah luput dari genangan air, seperti apa yang terjadi hari ini, Sabtu.
Seringnya terjadi banjir di Singkil yang juga mengalir ke SMA Negeri 1 Singkil itu, telah membuat proses belajar mengajar di sekolah ini terganggu. Kegiatan belajar  di SMA N 1 Singkil, sudah sangat menggangu aktivitas belajar mengajar. Sudah pasti, ketika banjir melanda, para siswa yang tinggal di daerah perlintasan, tidak dapat ke sekolah, karena jalan yang terputus oleh banjir. 
Pagi tadi banjir bukan saja menggenang, tetapi mengalir deras bagai sungai. Untung saja fondasi bangunan sekolah ini agak tinggi sehingga air tidak masuk ke ruang kelas dan ruang guru. Namun, para siswa yang berada di luar wilayah sekolah, tidak bisa ke sekolah. Sudah menjadi kebiasaan pula, banjir tanpa pandang bulu, membuat sekolah terpaksa diliburkan, karena kondisi sekolah yang tidak memungkinkan.  Apalagi, pada bulan November 2018 lalu, banjir juga telah merobohkan pagar dinding SMA N 1 Singkil. Pagar sekolah  ini roboh diterjang  arus air banjir yang cukup deras.  Bahkan, robohnya dinding ini ikut menghancurkan jembatan penghubung antar desa. 
Tak dapat dipungkiri bahwa bencana banjir akan selalu berdampak buruk, termasuk bagi para siswa di SMA Negeri 1 Singkil ini. Selain  banyak siswa yang tidak bisa datang ke sekolah dan sekolah diliburkan, banyak pula siswa yang sakit,atau kurang sehat. Banjir menyebabkan para siswa menderita penaykit seperti: gatal-gatal, diare, dan jenis penyakit lainnya. Sudah pasti bahwa penyakit-penyakit ini disebabkan kurangnya air bersih dan seringnya perubahan cuaca
Jadi, ketika  seringnya terjadi bencana banjir seperti ini, maka para siswa mengalami banyak ketertinggalan dalam hal materi pelajaran. Bencana banjir di Singkil ini sudah sangat merugikan masa depan para pelajar atau siswa. Bayangkan saja, setiap kali banjir datang dan merusak jalan serta sarana sekolah, setiap kali pula sekolah akan kehilangan sarana dan prasarana belajar. Artinya, bencana banjir telah menyebabkan banyak masyarakat yang mengalami kerugian, bukan hanya sekolah, tetapi juga para petani.
Para petani banyak yang mengatakan bahwa banjir ini sangat meresahkan petani dan masyarakat lainnya. Bagi petani, banjir seringa mengakibatkan para petani mengalami gagal panen. Kalau petani gagal panen, akan selalu  berimbas pada naiknya harga kebutuhan pokok.  Jadi, bencana banjir itu sangat merugikan, apalagi kalau banjir bandang yang menyapu bangunan-bangunan rumah dan bahkan nyawa manusia. Jadi sangat banyak kerugian yang dialami korban banjir itu.
Berdasarkan data yang diperoleh Dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kerugian nasional akibat bencana tersebut rata-rata sekitar Rp 30 triliun. Hanya dalam kurun waktu lima hari, banjir, longsor, dan puting beliung melanda 20 kabupaten/kota di Indonesia. Data sementara dari BNPB, 10 orang meninggal, 4 orang hilang, 2 luka-luka, 100 rumah rusak, dan ratusan rumah terendam banjir.
Anehnya, seringnya terjadi bencana banjir di tanah air, seperti di Singkil ini, yang menjadi penyebabnya selalu hujan. Ya, karena curah hujan yang tinggi. Kita tidak mau mengakui bahwa seringnya bencana bajir melanda daerah Singkil dan daerah lain di Aceh, maupun Indonesia, karena ulah tangan manusia yang telah merusak hutan, untuk mengambil hasil hutan seperti kayu. Para pembalak hutan, menebang hutan secara serampangan, tanpa peduli akan masa depan makhluk, termasuk manusia. Hutan dibabat dan dieksploitasi secara besar-besaran, tanpa ada upaya untuk melestarikannya. Hutan dibabat untuk membuka perkebunan, seperti perkebunan sawit yang terbentang luas. Juga maraknya pertambangan legal dan illegal. Inilah penyebab utama banjir yang melanda negeri kita, termasuk di Singkil.
Selain itu, kurang pedulinya masyarakat, perusahaan- perusahaan besar terhadap lingkungan, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah itu, telah membuat kondisi alam kita jatuh sakit. Apalagi ikut penebangan pohon secara tidak bertanggung jawab adalah faktor klasik yang tidak juga kunjung hilang. Sayangnya, banjir itu difahami sebagai teori. Misalnya, seperti apa yang dijelaskan para pakar di BMKG (Badan Meteorology, Klimatologi dan Geofisika). Menurut para pakar BMKG menjelaskan bahwa banjir merupakan meluapnya air sungai yang disebabkan oleh hujan terus menerus, sehingga air naik kepermukaan. 
Akibatnya, upaya pencegahan telah dilakukan pemerintah dengan membangun DAM, pengendali dan resapan air agar air tidak terlalu cepat turun dalam waktu bersamaan ke daratan, tidak ada artinya.
Harusnya, perbaikan dan pembangunan juga seimbang dengan kepedulian masyarakat kepada alam itu sendiri. Lingkungan adalah bagian dari hidup kita. Maka, sudah sepatutnya kita turut menjaga lingkungan kita agar selalu lestari. Pemerintah harus tegas terhadap perilaku buruk para pembabat hutan, baik untuk kepentingan kayu, perkebunan, maupun untuk pertambangan. Penanganan dan daur ulang sampah harus digalakan. Selain itu, penanaman pohon juga harus terus dilakukan dan dirawat. Pemerintah bisa melibatkan para siswa di sekolah-sekolah untuk ikut menjaga dan melestarikan hutan. Insya Allah akan bisa mengurangi risiko bencana banjir yang menjadi langganan daerah Singkil ini.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Impian

Duel Seru, Ara vs Fahri, Siapa Juara Rumah Rakyat?

Lembah Sabil, Lembah Masa Kecil

Gaza di Antara Damai Palsu dan Neraka

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Sudahkah Progam Perencanaan Pembangunan dan Anggaran kita Berpihak pada si miskin dan Sensitive Gender?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00