• Latest

Rinduku Semakin Menggebu

Oktober 17, 2018
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Rinduku Semakin Menggebu - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Rinduku Semakin Menggebu

Redaksi by Redaksi
Oktober 17, 2018
in Cerpen, Potret Remaja, Sastra
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Auliana Rizky
Mahasiswa FKIP Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Unsyiah Banda Aceh

Matahari terbit, pagi yang cerah membuat dunia semakin terang, orang-orang akan memulai aktivitas seperti biasanya. Orang tua mencari nafkah untuk keluarganya, pemuda-pemudi bergegas menuntut ilmu, hari ini adalah hari pertama kuliah. Sinta adalah seorang gadis yang kaya raya. Sinta yang dulunya hidup dengan serba kelebihan dan fasilitas yang cukup,akan tetapi Sinta menginginkan hidup biasa-biasa saja. Ketika Sinta melanjutkan kuliah, dia tidak menerima apapun fasilitas yang diberikan oleh orangtuanya, kecuali handphone dan bahkan dia tidak mengizinkan orangtuanya mengantarkannya waktu Sinta mau kembali ke kosnya di tempat Sinta kuliah. Hari ini adalah hari pertama kuliah, dan Sinta sebagai mahasiswa baru dia merasa canggung ,tetapi dia sangat mudah berteman dengan orang lain.
Pagi itu Sinta bersiap-siap untuk pergi ke kampus, keceriaan sangat tampak di wajah Sinta. Sinta akan membuka lembaran baru dan berusaha untuk menjadi perempuan yang lebih mandiri. Dia pergi ke kampus dengan mendayung sebuah sepeda yang diberi nama Pinky. Karena baru pertama kali naik sepeda, kaki Sinta bengkak, bahkan tidak bisa berjalan sehari itu. Kemudian lama-kelamaan Sinta pun sudah terbiasa. Dengan penampilan Sinta yang begitu Glamour, teman-teman sekampusnya tidak percaya bahwa Sinta berasal dari keluarga miskin.
Hari ini Sinta kuliah hanya satu mata kuliah. Sinta ingin membaca buku di perpustakaan. Sesampai di sana, Sinta melihat bahwa orang lain tidak sendiri, mereka bersama pacar dan temannya sendiri. Sinta tetap bersikap seperti biasa dan melanjutkan mencari buku, buku yang sinta cari ternyata ada di Rak ketiga. Sinta terpaksa naik bangku, dalam hati ( Aku pendek lagi, tangan aku ngga sampai). Dari kejauhan seorang cowok memerhatikan Sinta kesusahan dalam mengambil buku itu, tiba-tiba cowok tersebut menghampirinya dan berkata “ Sepertinya kamu sangat kesusahan, biar aku saja yang mengambilnya”, Sinta terdiam dan menatap pria itu. Pria itu adalah senior terkeren di kampus namanya Rangga. “ Hei kok bengong? Ini bukunya”, Tanya pria itu sambil memberi buku tersebut, “ Ohiya makasih banyak ya udah mau bantuin aku”, Jawab Sinta dengan nada yang lembut dan tersenyum.
Dua hari kemudian Sinta bertemu lagi dengan Rangga. Mereka bertemu saat Sinta hampir saja ditabrak Mobil saat menyebrang jalan, “ Lain kali kalau jalan itu hati-hati dek, lihat kanan kiri kamu, bukannya bengong”, Ungkap Rangga, dengan tatapan yang shock Sinta memerhatikan cowok itu, “ Kamu?, lanjut Rangga dengan nada terkejut, “ Eh kamu, bukannya kamu yang bantu aku kemarin pas di perpus ya?”, Lanjut Sinta. “ ketemu lagi deh kita dek”, ungkap Rangga. Setelah berkenalan dan saling membagi nomor telepon, mereka sering komunikasi, bahkan sampai video call dan saling memberi kabar dan juga sering mengajak untuk bertemu. Rangga sangat perhatian kepada Sinta, begitu juga dengan Sinta, sampai Rangga berkata “ Ohiya kapan kamu ada waktu kosong kalau malam?”, “waktu kosong? Ada sih cuma kalau lagi buat tugas yah waktu aku ngga kosong lagi deh, kenapa emangnya?”, tanya Sinta dengan penuh kebingungan. “ Aku mau ngajak kamu ngedate, kita jalan-jalan, makan-makan, pokoknya kemana aja deh”, lanjut Rangga, “ oh gitu “, Sahut Sinta dengan polosnya.
“Kok cuma oh? Aku butuh jawaban, aku rindu. Kamu sibuk akhir-akhir ini. Kita sudah jarang ketemuan” , Perjelas Rangga, “ Tapi aku ngga biasa keluar malam. Aku takut, kamu jemput ya?’’, Tanya Sinta, “ Iya sayang dijemput, kan engga mungkin aku biarin kamu  jalan sendirian, ntar diculik ngga ada lagi kayak kamu”, gombal Rangga, Sinta akhirnya pun mengiyakannya. Hari demi hari mereka lalui dan Sinta pun berhasil dibuat jatuh cinta oleh Rangga. Sinta sempat berfikir bahwa Rangga mencintainya. 
Beberapa hari kemudian Rangga melihat Sinta kuliah naik sepeda, Rangga tidak bisa terima. Dia merasa malu, apalagi dia pernah melihat Sinta jualan kue di kampus. Rangga merasa bahwa Sinta itu tidak cocok dengannya. Sebulan berlalu Sinta merasa bingung karena Rangga tidak pernah memberi kabar kepadanya lagi. Sinta sering memikirkan tentang Rangga setiap hari. Karena Sinta tidak pernah diberikan perhatian oleh lawan jenisnya bahkan baru kali ini Sinta jatuh cinta kepada cowok yaitu Rangga.
Sinta mondar-mandir, dan sering mengecek hpnya, bahkan terlebih lagi saat telponnya berbunyi. Saat itu Sinta memberanikan diri untuk chat Rangga “ Kamu ke mana aja? Lama udah ngga ada kabar, kamu lagi sibuk ya? “, chat Sinta sangking rindunya terhadap Rangga, “ Maaf, aku sibuk sekarang,” Jawab Rangga, “ Oh kamu sibuk ya? Ngga papa kita chat aja ya, maaf udah ganggu”,Jawab Sinta, Rangga tidak read chat Sinta dan dia percaya bahwa Rangga sedang sibuk.
Dua minggu kemudian Sinta sedang jualan di kampus, tiba-tiba Sinta 
Beberapa hari kemudian Sinta tidak dihantui lagi oleh bayangan Rangga. Dia terlihat seperti biasa dan ceria kembali. Malam itu setelah mengerjakan tugas, Sinta keluar dari kamar dan melihat keindahan malam lewat jendela. Bintang bertaburan, bulan yang sangat cerah, dan gerlap gerlipan cahaya dari berbagai pelosok. Orang-orang sangat bahagia tampak di bawah, dan perasaan Sinta muncul memikirkan Rangga kembali. Angin terasa begitu sangat dingin. Bayangan Rangga kembali menghantuinya, akan tetapi Sinta akan membunuh perasaan itu. Dia akan menunggu orang yang memang benar setia dengannya apapun yang terjadi.
 Sinta akan melanjutkan Kuliah ke luar negri karena dia mendapatkan beasiswa prestasi. Malam itu dia tidur dan ingin melupakan semuanya, karena dia akan pergi dari semua kenyataannya itu. Angin memang pandai memutar cerita. Angin malam ini hanya membuat rinduku semakin menggebu.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post

Berbisnis itu, Pekerjaan Penuh Berkah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com