• Latest

Potret Senja Dengan Pegiat Literasi Aceh

Oktober 6, 2018
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Potret Senja Dengan Pegiat Literasi Aceh

Redaksiby Redaksi
Oktober 6, 2018
Reading Time: 5 mins read
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh Teungku Muhammad Ikbal 
“Hafni, kentang goreng ya.”
“Oke, Teungku.”
Sore ini kentang goreng terasa nikmat, apalagi suasana mendung memang pas dengan yang namanya gorengan dan tak lupa Hafni  menawarkan kopi.
 “Nanti saja, Hafni. Saya jeda dulu.”
“Oke, Teungku.”
Begitulah Hafni yang saya kenal, selalu menawarkan kopi dan kentang goreng.
“Teungku, lihat! Banyak sepeda bagus di mobil itu.”
“Mana?”
“Itu di seberang jalan.”
“Lah, itukan mobilnya pak Tabrani Yunis, yang punya majalah POTRET. Sepertinya baru selesai pelatihan menulis di Meureudu, Hafni. Tadi saya sempat komentar di statusnya beliau.
“Coba saya foto, siapa tahu ada orangnya di mobil”
“Iya, Teungku. Coba saja.” jawab jomlo Menasah Reudeup Meulayu sambil meniriskan kentang goreng.
“Ckrek…..” Foto mobil pick up hitam beliau saya kirim melalui messenger.
“Assalamualaikum, pat posisi, pak?”
“Lam moto.”  ( dalam mobio) balasan singkat dari sang pegiat literasi Acèh.
“Teungku, kaca mobil sudah diturunkan.” timpal Hafni.
Saya beranjak bangun dari bangku santai, melambaikan tangan dan menyeberangi jalan menemui bapak yang memakai kemeja kotak-kotak merah lengan panjang.
Silaturahmi dilanjutkan di meja kopi. Saya sebagai pemula dalam dunia tulis menulis sangat antusias mendengar kisah beliau mengembangkan dunia literasi, khususnya di Acèh. Awal mula majalah POTRET sejak tahun 2003 hingga sekarang. Besar sekali sumbangsih Pak Tabrani  Yunis dalam menghidupkan nafas dunia baca tulis. Di Pidie Jaya sendiri sudah empat kali beliau memberikan pelatihan menulis untuk tingkat SMP dan SD. Andaikan saya tahu jadwal beliau, saya siap jadi anak SMP kembali, untuk bisa belajar menulis langsung.
Saya sedikit bercerita tentang usaha saya menghidupkan literasi di kalangan dayah, mulai dari meminjamkan buku bacaan yang saya punya. Dengan batas waktu pinjaman satu minggu, saya rasa cukup bagi mereka untuk meningkatkan minat dan semangat membaca sebagai langkah  permulaan. Dengan harapan akan dapat lebih banyak masukan untuk memotivasi orang lain untuk menulis, mengikuti jejak beliau dengan membagikan buku bacaan.
Ya, memang sudah seharusnya kalangan dayah aktif dalam berdakwah menyampaikan ajaran Islam. Tidak hanya berdakwah dengan lisan, tetapi juga dengan tulisan. Bukankah para ulama terdahulu di samping mengajarkan ilmu agama dengan berceramah juga mengarang kitab dengan berbagai karamah yang Allah berikan dalam proses menulis kitab seperti imam Nawawi, jemarinya menyala saat mati lampu.
Apalagi kita berada di zaman digital, tulisan di media sosial harus update terus menyampaikan informasi secara aktual dan faktual. Tentunya kita membutuhkan seni dalam menulis. Ini yang menjadi PR bagi para santri, selain membaca buku untuk menambah ilmu dan wawasan.
“teruslah berbuat baik, sekecil apa pun itu.” lebih kurang begitulah kutipan dari pembicaraan beliau yang saya jadikan sebagai dalil dalam sosial literasi. Ya. Sekecil apa pun benih kebaikan yang kita tebar, jika konsisten dalam merawatnya, Insya Allah kita akan memetik hasil yang memuaskan.
Silaturahmi dengan durasi lebih kurang 20 menit menjelang magrib telah memantapkan niat saya untuk merintis gerakan “Literasi Dayah”. Karena dakwah itu banyak bentuknya, tak hanya lisan tetapi juga tulisan. Insya Allah.
“Allahu Akbar…. Allahu Akbar.” lantunan azan muazzin menutup silaturahmi kami untuk bergegas menuju ke tempat ibadah.
Terima kasih banyak atas waktunya pak Tabrani Yunis . Terima kasih kasih telah berbagi ilmu kepada kami.
Muhammad Ikbal 
Uleglee, 4 Oktober 2018

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Filosofi Cinta ala Sapardi Yang Tak Pernah Usai

Filosofi Cinta ala Sapardi Yang Tak Pernah Usai

Maret 25, 2026

Discussion about this post

Next Post

Pidie Jaya Semakin Bergelora Menyiapkan Penulis Andal Sejak Dini

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com