• Latest

Si Capcin Yang Murah Meriah

November 2, 2017
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Si Capcin Yang Murah Meriah

Redaksi by Redaksi
November 2, 2017
in Banda Aceh, Entrepreneurs, Kuliner
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Cut Najla Rahmatika
Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Pasti semua orang mengetahui minuman ini. Minuman yang terbuat dari serbuk capcin yang dikombinasi dengan es batu dan cincau sebagai topingnya yang disebut capcin. Capcin adalah minuman familiar bagi para masyarakat, baik dari kalangan anak anak, hingga orang tua. Selain familiar, minuman ini sangat mudah ditemukan dan harganya cukup terjangkau, hanya Rp6000 saja, anda sudah mendapatkannya. Jika cuaca panas, maka ini adalah salah satu andalan masyarakat termasuk saya, karena minuman ini dapat melepaskan dahaga pada saat kita sedang dehidrasi. 
Pada hari Kamis lalu, dimana cuaca di Kota Banda Aceh sangat terik, sehingga membuat saya ingin meminum minuman yang dingin dan menyegarkan. Saya langsung keluar dari kos dan mencari minuman tersebut yang tidak jauh jarak dari tempat tinggal saya. Saya menemukan jualan atau usaha yang sangat rame pembelinya. Ketertarikan itu timbul dari diri saya sendiri. Saya datang ke tempat orang penjual tersebut dan saya melihat mereka menjual cappuccino cincau atau yang disebut capcin yang berada di daerah Lamgugob, Banda Aceh. Saya memesannya dengan antrian cukup panjang. Hal itu tidak membuat saya harus membeli ke tempat yang lain. Karena saya sangat penasaran apa sih kelebihan dari capcin itu dari pada capcin yang ada di sebelahnya, dan bagaimana rasa atau tasty dari capcin tersebut?. 
Tidak lama kemudian selang lima menit, para penjual tersebut mananyakan kepada saya “capcin yang bang , h1 aja” lalu para penjual capcin tersebut membuatnya dan rasa penasaran itu semakin besar, sehingga saya pun berbicara kepada abang penjual tersebut. “Bang, sudah lama berjualan disini?” Pedagang capcin itu menjawab “ sudah dek, kira- kira sudah dua tahun kami berjualan capcin ini sambil tersenyum”, Lalu saya menjawab “ramai ya bang pembelinya, kenapa ramai bang? Apa yang membedakan capcin di sini?” Lalu penjual itu menjawab “ Alhamdullilah ramai selalu disini dek”. Apalagi kalau cuacanya panas lebih dari ini, dan apa yang membedakan capcin kami dari yang lain, kami disini mengutamakan kepuasan pelanggan dan menarik pembel yang baru, agar menjadi pelanggan tetap di sini. Misalkan kami menawarkan capcin yang beda rasa, lalu memakai toping yang bervariasi, lalu banyak yang menjual capcin dengan harga murah, akan tetapi dari segi tekstur dan tasty tidak manis dan encer atau cair. Disini kami berbeda dari yang lain. Kami membuat tasty dan tekstur sesuai dengan pemintaan pelanggan dan pastinya kental. Semakin menarik perbincangan itu, lalu saya melanjutkan pertanyaan yang lain, apa sih ancamannya dan dari mana dapat modal untuk membangun usaha ini? Lalu Abang Capcin itu menjawab “ ancaman itu pasti ada, seperti orang yang berjualan sama di sebelah kami. Mereka juga menjual minuman seperti kami juga, otomatis terjadi persaingan, baik dalam kenyaman dan ketepatan waktu saat memesannya. 
Kesimpulannya yaitu perlu adanya inovasi atau hal yang baru dari ini .Kalau dari segi modal, di sini kami hanya sebagai karyawan saja yang dititpkan oleh atasan untuk berkerja, Kita dikasih peralatan untuk berjualan, kita tinggal jalani saja apa yang sudah ditentukan oleh atasan dan keuntungan dari itu sebagai gaji perbulan kami. Hitung -hitung penghasilan ini untuk menambah uang perbulan dan biaya untuk wisuda tahun depan dan selebihnya bisa untuk mengirimkan kepada orang tua di kampong. Kami berprinsip sekarang bukan jaman lagi orang tua yang mengasih uang tiap bulan ke kita, tapi ini jaman untuk hidup mandiri . Saya mendengar hal seperti itu ikut bangga melihat seorang mahasiswa yang ingin mandiri . Pertanyaan terakhir dari saya kepada penjual tersebut , apakah usaha ini ada tidak, pasang surutnya? Lalu dia menjawab “pasangnya waktu ketika cuaca panas , dan surutya ketika musim hujan. Sedikit penghasilan yang didapatkan” Capcin pun siap dan saya berterimakasih kepada Abang penjual Capcin itu, sudah mau berbincang dengan saya, walaupun banyak pembeli yang sedang menunggu pesanannya yang sedang dibuat.
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Pulang ke Kampung Nenek

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com