• Latest

Lindungi Anak Demi Masa Depan Bangsa

Mei 15, 2017
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Lindungi Anak Demi Masa Depan Bangsa - 1001348646_11zon | Anak | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Lindungi Anak Demi Masa Depan Bangsa - 1001353319_11zon | Anak | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Lindungi Anak Demi Masa Depan Bangsa - 1001361361_11zon | Anak | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Lindungi Anak Demi Masa Depan Bangsa

Redaksi by Redaksi
Mei 15, 2017
in Anak, Edukasi, Kekerasan Seksual, Lomba Menulis
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh : Siti Nurhidayah

Hak-hak yang dimiliki anak sejak lahir dan berlaku seumur hidup, serta tidak dapat diganggu gugat disebut Hak Asasi Manusia (HAM). Perkembangan HAM di sekitar kita masih kerap terjadi, mulai dari pelanggaran ringan sampai mengakibatkan kematian seseorang. Dalam hal ini yang paling sering kita lihat terjadi pada anak. Anak-anak yang semestinya dilindungi justru paling sering menjadi korban pelanggaran kekerasan.

Pelanggaran kekerasan pada anak justru lebih sering dilakukan oleh orang terdekatnya, yaitu orangtua, guru, teman dan keluarga dekat lainnya. Sebagian besar masyarakat kita masih menganggap kekerasan adalah hal yang wajar, sebagai bentuk disiplin yang diatur oleh orangtua pada anak-anaknya. Sementara mereka lupa bahwa anak mempunyai hak untuk diberikan kasih sayang dan perlindungan.

Baca Juga
  • EMPAT BAHAYA LATIN DOSA TERHADAP KEHIDUPAN UMAT ISLAM
  • PRODI KRIYA ISI PADANGPANJANG LATIH PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK JADI PRODUK KREASI SENI

Bentuk – bentuk kekerasan adalah:

– Kekerasan fisik, yaitu segala prilaku penyiksaan secara fisik, seperti cubitan, pukulan, tendangan dan tindakan lain yang membahayakan anak.

Baca Juga
  • Ngobrol Merdeka Belajar Sambil Ngopi
  • PCM Cepu Siapkan Dai Berakhlak Mulia dan Adaptif Teknologi

– Kekerasan psikologi, yaitu segala prilaku tindakan merendahkan dan meremehkan anak, sehingga menyebabkan konsep diri anak terganggu. Karena mereka merasa tidak dihargai dan tidak dicintai oleh keluarganya.

– Kekerasan seksual, yaitu sebuah kondisi dimana anak terlibat dalam aktivitas seksual dan anak tersebut tidak menyadarinya serta tidak mampu mengkomunikasikannya pada orang lain.

Baca Juga
  • Pengemis Yang Pasrah Pada Nasib
  • Pensiun Itu Ramai Rasanya

– Kekerasan secara sosial, yaitu prilaku pengabaian anak dalam bentuk ketiadaan perhatian yang diperlukan anak berupa fisik, emosi dan sosial.

Ketika orang dewasa melakukan prilaku kekerasan pada anak-anak, tidak serta merta itu terjadi. Ada beberapa faktor yang paling umum menyebabkan mereka melakukannya, yaitu:

– Lingkaran kekerasan,

– Stres dan kurang dukungan

– Pecandu alkohol

– Kemiskinan

Prilaku kekerasan pada anak termasuk kriterianya diantaranya adalah:

– Menghukum anak secara berlebihan

– Memukul

– Menyulut dengan ujung rokok

– Mengkritik anak tiada henti, mengancam atau menunjukkan sikap penolakan pada anak.

– Pelecehan sosial

– Menyerang anak secara agresif

– Mengabaikan anak dengan tidak memberikan kebutuhan makan, minum, pakaian, dan rasa aman pada anak.

Apa yang terjadi pada anak-anak korban kekerasan? Pada umumnya mereka akan sakit hati dan menyimpan dendam. Hal ini akan mengganggu perkembangan psikologi mereka ketika dewasa kelak.

Di antara akibat kekerasan yang dialami oleh anak-anak, antara lain: Pertama, lebih agresif, dan pada umumnya ketika menjadi orangtua akan menjadi kejam terhadap anak-anaknya. Kedua, kurang percaya diri yang mengakibatkan kesulitan membina hubungan dengan orang lain. mereka cendrung akan menarik diri dari pergaulan sosial dan mudah terbawa kepada penyalahgunaan narkoba. Ketiga, mudah merasa takut, susah tidur, cemas dan sering merasa sakit perut, sakit kulit dan lainnya. Ke empat, berkembangnya perasaan tidak aman dan mengalami masalah penyesuaian diri ketika dewasa kelak.

Dengan kondisi tersebut diatas, maka apa yang dapat kita lakukan? Hal paling sederhana yang dapat kita mulai dari sekitar kita adalah: Pertama, menyadari sepenuhnya bahwa kita mempunyai peran penting dalam memberikan hak asasi anak-anak yaitu melindungi,menyayangi, dan memberikan rasa aman pada anak-anak. Kedua, menyediakan wadah aktivitas kreatif bagi anak-anak, seperti bermain bersama di sekitar lingkungan, menyajikan cerita atau dongeng edukasi, berkreasi dan berkarya. Ketiga, melaporkan setiap tindak kejahatan yang kita lihat, dengar dan ketahui. Ke empat, pendekatan dengan para orangtua yang ada di sekitar kita tentang pengasuhan yang tepat. Ke lima, pendekatan hukum, dalam hal ini pemerintah sebagai pemegang tanggung jawab tertinggi di negara mesti sigap dan tegas terhadap berbagai kasus yang terkait dengan prilaku kekerasan pada anak.

Semoga kita dapat menjadi bagian strategis dalam mendampingi anak-anak demi masa depan anak-anak yang lebih cerah.

Siti Nurhidayah (Bunda Dayah)
Pendongeng Kampung Dongeng Aceh
Praktisi Talents Mapping

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Dai Kota, Dakwah Simpatik di Alue Naga

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com