POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Anak

Lindungi Anak Demi Masa Depan Bangsa

Redaksi by Redaksi
Mei 15, 2017
in Anak, Edukasi, Kekerasan Seksual, Lomba Menulis
0

Oleh : Siti Nurhidayah

Hak-hak yang dimiliki anak sejak lahir dan berlaku seumur hidup, serta tidak dapat diganggu gugat disebut Hak Asasi Manusia (HAM). Perkembangan HAM di sekitar kita masih kerap terjadi, mulai dari pelanggaran ringan sampai mengakibatkan kematian seseorang. Dalam hal ini yang paling sering kita lihat terjadi pada anak. Anak-anak yang semestinya dilindungi justru paling sering menjadi korban pelanggaran kekerasan.

Pelanggaran kekerasan pada anak justru lebih sering dilakukan oleh orang terdekatnya, yaitu orangtua, guru, teman dan keluarga dekat lainnya. Sebagian besar masyarakat kita masih menganggap kekerasan adalah hal yang wajar, sebagai bentuk disiplin yang diatur oleh orangtua pada anak-anaknya. Sementara mereka lupa bahwa anak mempunyai hak untuk diberikan kasih sayang dan perlindungan.

Baca Juga
  • Lindungi Anak Demi Masa Depan Bangsa - 745EBD46 086D 47B7 8334 902CE4600CA9 | Anak | Potret Online
    Pendidikan
    Guru yang Memukau
    02 Apr 2023
  • Lindungi Anak Demi Masa Depan Bangsa - IMG 20250422 WA0015 | Anak | Potret Online
    # Ironi
    🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
    04 Mei 2025

Bentuk – bentuk kekerasan adalah:

– Kekerasan fisik, yaitu segala prilaku penyiksaan secara fisik, seperti cubitan, pukulan, tendangan dan tindakan lain yang membahayakan anak.

Baca Juga
  • Lindungi Anak Demi Masa Depan Bangsa - 917AB594 E375 4EAB 9760 910AD7623A7F scaled | Anak | Potret Online
    Edukasi
    Pensiun Itu Ramai Rasanya
    05 Jul 2022
  • Lindungi Anak Demi Masa Depan Bangsa - F334449C 8758 45BA AF89 156C1433F48E | Anak | Potret Online
    Artikel
    Akibat Tidur Setelah Subuh
    17 Mar 2023

– Kekerasan psikologi, yaitu segala prilaku tindakan merendahkan dan meremehkan anak, sehingga menyebabkan konsep diri anak terganggu. Karena mereka merasa tidak dihargai dan tidak dicintai oleh keluarganya.

– Kekerasan seksual, yaitu sebuah kondisi dimana anak terlibat dalam aktivitas seksual dan anak tersebut tidak menyadarinya serta tidak mampu mengkomunikasikannya pada orang lain.

Baca Juga
  • Lindungi Anak Demi Masa Depan Bangsa - 6F91E147 FDE0 4461 8FC9 A2A597288B5F | Anak | Potret Online
    Banda Aceh
    SDN 67 Percontohan Banda Aceh Juara Satu Lomba Video Real Sanitasi Aman
    18 Jun 2022
  • Lindungi Anak Demi Masa Depan Bangsa - A49004B2 1487 4A38 AD67 778BC2A84A04 | Anak | Potret Online
    Artikel
    Sastra Kearifan Lokal Aceh sebagai Materi Ajar Kurikulum Merdeka
    22 Jul 2022

– Kekerasan secara sosial, yaitu prilaku pengabaian anak dalam bentuk ketiadaan perhatian yang diperlukan anak berupa fisik, emosi dan sosial.

Ketika orang dewasa melakukan prilaku kekerasan pada anak-anak, tidak serta merta itu terjadi. Ada beberapa faktor yang paling umum menyebabkan mereka melakukannya, yaitu:

– Lingkaran kekerasan,

– Stres dan kurang dukungan

– Pecandu alkohol

– Kemiskinan

Prilaku kekerasan pada anak termasuk kriterianya diantaranya adalah:

– Menghukum anak secara berlebihan

– Memukul

– Menyulut dengan ujung rokok

– Mengkritik anak tiada henti, mengancam atau menunjukkan sikap penolakan pada anak.

– Pelecehan sosial

– Menyerang anak secara agresif

– Mengabaikan anak dengan tidak memberikan kebutuhan makan, minum, pakaian, dan rasa aman pada anak.

Apa yang terjadi pada anak-anak korban kekerasan? Pada umumnya mereka akan sakit hati dan menyimpan dendam. Hal ini akan mengganggu perkembangan psikologi mereka ketika dewasa kelak.

Di antara akibat kekerasan yang dialami oleh anak-anak, antara lain: Pertama, lebih agresif, dan pada umumnya ketika menjadi orangtua akan menjadi kejam terhadap anak-anaknya. Kedua, kurang percaya diri yang mengakibatkan kesulitan membina hubungan dengan orang lain. mereka cendrung akan menarik diri dari pergaulan sosial dan mudah terbawa kepada penyalahgunaan narkoba. Ketiga, mudah merasa takut, susah tidur, cemas dan sering merasa sakit perut, sakit kulit dan lainnya. Ke empat, berkembangnya perasaan tidak aman dan mengalami masalah penyesuaian diri ketika dewasa kelak.

Dengan kondisi tersebut diatas, maka apa yang dapat kita lakukan? Hal paling sederhana yang dapat kita mulai dari sekitar kita adalah: Pertama, menyadari sepenuhnya bahwa kita mempunyai peran penting dalam memberikan hak asasi anak-anak yaitu melindungi,menyayangi, dan memberikan rasa aman pada anak-anak. Kedua, menyediakan wadah aktivitas kreatif bagi anak-anak, seperti bermain bersama di sekitar lingkungan, menyajikan cerita atau dongeng edukasi, berkreasi dan berkarya. Ketiga, melaporkan setiap tindak kejahatan yang kita lihat, dengar dan ketahui. Ke empat, pendekatan dengan para orangtua yang ada di sekitar kita tentang pengasuhan yang tepat. Ke lima, pendekatan hukum, dalam hal ini pemerintah sebagai pemegang tanggung jawab tertinggi di negara mesti sigap dan tegas terhadap berbagai kasus yang terkait dengan prilaku kekerasan pada anak.

Semoga kita dapat menjadi bagian strategis dalam mendampingi anak-anak demi masa depan anak-anak yang lebih cerah.

Siti Nurhidayah (Bunda Dayah)
Pendongeng Kampung Dongeng Aceh
Praktisi Talents Mapping

Previous Post

Banda Aceh Kini Miliki Galeri Wisata Representatif

Next Post

Dai Kota, Dakwah Simpatik di Alue Naga

Next Post

Dai Kota, Dakwah Simpatik di Alue Naga

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah