POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Perempuan yang Terperangkap Cengkeraman KDRT

RedaksiOleh Redaksi
November 22, 2016
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Kasmawati
Penulis berdomisili di Pango Raya, Banda Aceh
Istilah KDRT pada saat ini sangat sering kita dengar dan sangat sering terjadi didalam kehidupan bermasyarakat, bahkan tanpa kita sadari KDRT kini sangat dekat dengan kehidupan kita.Berbagai macam teori telah sering kita dengar dan disosialisasikan dalam hidup bermasyarakat dengan harapan kita dapat bertindak dan menentukan sikap jika kejadian itu terjadi pada pribadi kita masing-masing.Tidak hanya itu, Negara juga telah mengesahkan peraturan dan Undang-undang yang melindungi perempuan dari tindakan kekerasan atau kejahatan yang merendahkan dan merusak kehormatan dan harga diri kaum perempuan. Namun, mengapa KDRT masih terus kerap terjadi?
KekerasanDalam Rumah tangga adalah kekerasan yang dilakukan oleh anggota keluarga satu kepada anggota keluarga lainnya.Dalam hal ini, biasanya suami sebagai pelaku kekerasan terhadap istri dan anak-anak.Bahkan seorang ibu terhadap anaknya yang umumnya terjadi akibat pelampiasan kekecewaan terhadap lingkungan dan keadaan.Kekerasan yang dilakukan mencakup kekerasan fisik,psikologis,ekonomi, bahkan kekerasan seksual.Bentuk kekerasan fisik yang kerap terjadi antaralain adalah ditampar,dipukul,dijambak,ditendang,didorong,dilempar dengan barang dan bermacam bentuk perlakuan yang menyakiti tubuh dan fisik korban. kekekerasan psikologis yang dialami korban berkenaan dengan perasaan, harga diri dan kehormatan korban. Perlakuan yang diterima antara lain penghinaan, difitnah, dicemooh, diancam cerai, dipisahkan dari anak-anak, dikekang kebebasan berkreasi dan mengembangkan diri,dilarang bertemu danmengunjungikeluarga dari pihak korban.
Kekerasan ekonomi biasanya adalah membiarkan istri menderita karena dibatasi nafkahnya, bahkan ada yang tidak diberikan serta membiarkan istri terus bekerja, tapi penghasilannya dikuasai oleh suami.Kekerasan seksual yang sering menyakiti kaum perempuan antara lain pemaksaan hubungan yang tidak diinginkan istri karena sedang haid atau sakit, bahkan karena pola hubungan yang tidak pantas dilakukan. Selain itu penyelewengan dan perselingkuhan suami serta memaksa istri menjadi pelacur merupakan bentuk kekerasan seksual yang sangat menyakiti bagi kaum perempuan.
Tapi apa yang akan terjadi jika hal tersebut menimpa diri dan keluarga kita?Sangat sulit untuk berani membela diri. Apalagi mencari pertolongan untuk dapat menyelesaikan masalah baik itu padalingkup keluarga, maupun pada lingkungan sekitar. Dengan melakukan hal tersebut tandanya kita telah membuka aib keluarga dan akan mendapat perlakuan yang lebih dari apa yang telah kita rasakan sebelumnya. Lingkungan sekitar kitapun segan untuk turut membantu karena masalah ini dianggap masalah domestic,rumah tangga yang bisa mempengaruhi hubungan baik antar keluarga. Jika terlalu banyak ikut campur, walaupun hanya menjadi penengah dan tempat curahan hati pihak yang tengah bermasalah.Oleh karena itu KDRT kerap menjadi fenomena gunung es,hanya sedikit kasus yang berani diungkapkan dan muncul kepermukaan.Itupun biasanya jika telah terlalu besar efek yang ditimbulkannya seperti telah adanya korban jiwa. Jika masih dalam taraf menyakiti dan merendahkan harga diri, biasanya hanya dibiarkan begitu saja dan perempuan sebagai korbannya hanya dapat bersikap diam.Budaya diam dalam banyak hal memiliki makna yang positif dan negative. Dalam hal ini, jika perempuan terus diam, masalah tidak akan selesai, bahkan dapat menimbulkan masalah yang baru.Tapi itulah kenyataan yang selama ini terjadi,perempuan akan menutupi KDRT karena takut jika terlalu vocal berbicara akan berimbas pada keutuhan rumah tangga dan kebahagiaan anak-anak. Perempuan memiliki persepsi bahwa jika rumah tangga yang dibina berakhir karena ketidaksabaran kita menghadapi masalah, sehingga apa yang akan terjadi pada diri kita dan anak-anak dimasa depan.Kesalahan suami adalah suatu kekhilafan dan berharap kedepannya suami dapat kembali pada kebenaran dan menyadari kekeliruannya. Tetapi hal ini sangat berbanding terbalik jika suatu saat perempuan yang melakukan kesalahan yang sebenarnya akibat rasa takut untuk berterus terang, karena biasanya akan menjadi pemicu terjadinya kekerasan tersebut.
Kesalahan perempuan seakan-akan menjadi suatu pembenaran kaum yang kuat terus menindas dan semena-mena atas segala yang telah dilakukannya bertahun-tahun selama hidup bersama. Inilah bentuk ketidakberdayan perempuan yang hidupnya sangat bergantung pada suami. Ditambah dengan system patriarki yang berlaku pada masyarakat,peran suami bahkan keluarga pihak suami sangat dominan, sehingga posisi perempuan berada dibawah kekuasaan suami sepenuhnya tanpa bisa mengungkapkan isi hatinya.
Jika kita menilik kembali posisi perempuan di sisi hukum dan agama, posisi perempuan sangat dilindungi dan dijaga keberadaannya,sebagai contoh dalam QS.Annisa ayat 34 yang intinya mengungkapkan bahwa laki-laki itu adalah qawwam (pemimpin,pelindung,penjaga) bagi kaum perempuan. Dalam pasal 34 ayat 1 UU No.1 thn 1974 yang menyebutkan bahwa dengan segenap kemampuannya suami harus mampu melindungi dan memenuhi kebutuhan perempuan.Diharapkan suami mampu menjadi pelindung istri dan anak-anaknya, jika terjadi ancaman bagi keselamatan dan keutuhan rumah tangganya yang bertujuan agar rumah tangga dapat aman dan tenteram.Masih banyak lagi aturan-aturan dan hukum yang memposisikan kaum perempuan, sehingga tinggi derajatnya bukan sebaliknya terus menerus disakiti dengan mencari pembenaran atas apa yang telah dilakukannya. Semoga semua pihak dapat menyadari dan mau menerapkan segala peraturan yang telah ada itu sehingga dapat mewujudkan ketentraman hidup yang pastinya akan menghasilkan generasi yang nantinya juga akan menghargai posisi perempuan dan anti terhadap segala tindak kekerasan baik dalam keluarga maupun lingkungan tempat tinggalnya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Mengharmonikan Rasionalitas dan Agama: Tuntunan Hidup Bermakna di Era Modern

Sejoli Puisi Zulkifli Abdy

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Cerpen Sang Guru Dari Nanggroe Tuan Tapa ” Senyum Terakhir Siti Sara”

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Belajar Mensyukuri Hidup dari Kang Saptho

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00