• Latest
Komunikasi Guru Penyelamat Dahaga Murid

Komunikasi Guru Penyelamat Dahaga Murid

January 27, 2025

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

March 12, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

March 12, 2026
Menjadi Insan Bertasawuf

Menjadi Insan Bertasawuf

March 12, 2026
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

March 12, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Komunikasi Guru Penyelamat Dahaga Murid

Andi Kurniawan by Andi Kurniawan
January 27, 2025
in Budi pekerti, Pedidikan
0
Komunikasi Guru Penyelamat Dahaga Murid
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Tidak semua orang dapat berbicara dan mendengarkan dengan baik dan benar. Padahal kemampuan ini sudah dipelajari sejak kecil. Saat usia dua bulan sampai delapan bulan, bayi belajar mendengarkan dari orang-orang di sekitar yang berbicara kepadanya. Sampai usia dewasa terkumpul ribuan konsep yang dibunyikan melalui kata-kata.

Tibalah waktunya berbicara memiliki kekuatan yang sama pentingnya dengan mendengarkan. Menurut Carol Wade dalam buku Psikologi, mengatakan “kebanyakan orang mendengar untuk menjawab, padahal sebenarnya kita mendengar untuk mengerti”. Hal ini menjelaskan perlunya kemampuan mendengarkan yang baik, agar kita dapat mengerti saat menerima informasi.

Baca Juga

Negara yang Kembali ke Fitrah

Negara yang Kembali ke Fitrah

March 27, 2025

State of Nature Rousseau dan Puasa Ramadhan

March 21, 2025

Kedermawanan Melebihi Angin Berembus

March 3, 2025

Seperti pernyataan diatas, berbicara di mulai dari memahami lawan bicara. Bagi guru mengetahui kondisi murid sebelum memberikan materi sama halnya dengan mendengarkan suara murid. Siapapun ingin didengar dan siapapun ingin berbicara.

Mendengarkan murid

Guru merupakan orang yang mengajar dan mendidik orang lain, padahal satu sisi guru sedang belajar untuk mendidik dirinya sendiri. Orang yang tidak pernah berhenti belajar itulah guru.

Belajar mendengarkan setiap topik yang dibicarakan seharusnya juga dimulai dari guru. Konsep teori secanggih apapun tidak akan efektif bila tidak diimbangi langkah praksis. Guru perlu menerapkan dalam setiap pola pikir dan tindakannya. Banyak dijumpai, dalam setiap forum ilmiah, baik lokakarya, seminar, rapat, atau pengarahan masih banyak ditemui guru tidak fokus, berbicara dengan teman kanan kirinya, bahkan ada yang asyik dengan ponselnya.

https://www.beritamagelang.id/kolom/belajar-mendengarkan

Baca Juga

Negara yang Kembali ke Fitrah
Artikel

Negara yang Kembali ke Fitrah

by Redaksi
March 27, 2025
Artikel

State of Nature Rousseau dan Puasa Ramadhan

by Redaksi
March 21, 2025

Menurut penjelasan diatas, keteladanan dari guru dalam hal mendengarkan perlu dimulai dari guru saat berhadapan dengan murid maupun tidak. Hal ini menjelaskan sebuah bentuk karekter kejujuran dari guru saat mengajar dengan menampilkan dirinya yang sebenarnya.

Guru bukan mengatakan hal yang benar hanya saat mengajar tetapi juga saat tidak sedang mengajar. Guru tidak hanya mengatakan kebaikan di depan murid namun juga memberikan contoh kebaikan dengan benar saat tidak bersama murid.

Pendengar yang baik sekaligus pembicara yang baik

Suatu waktu guru telah selesai memberikan penjelasan tentang materi yang diajarkan kepada murid di kelas. Guru bertanya kepada murid, “apa yang dapat kalian ambil dari penjelasan saya barusan?.”

Kebanyakan murid hanya diam, Guru pun juga terdiam sejenak, sambil berpikir dan mencoba menjadi pendengar yang baik bagi murid. Dengan berkata “apa penjelasan bapak barusan terlalu cepat atau lambat sehingga anak-anak tidak mampu menangkap pembicaraan bapak?”

Sontak murid mengeluarkan suaranya dengan beberapa kata kunci dan sedikit penjelasan yang berhubungan dengan materi hari ini dan dilanjutkan dengan jajak pendapat dan diskusi.

Salah satu strategi mengajar anak milenial adalah dengan mengajak mereka untuk berkomunikasi. Komunikasi dua arah antara guru dan siswa membuat siswa merasa terlibat sehingga meningkatkan semangat belajarnya.

Bayangkan jika guru hanya berbicara satu arah tanpa memberi kesempatan siswa untuk bertanya atau mengemukakan pendapat? Pasti siswa akan merasa cepat bosan pada pelajaran dan akhirnya tidak mendengarkan penjelasan yang Guru Pintar sampaikan.

📚 Artikel Terkait

Naskah Wangsakerta: Pusaran Kontroversi Sejarah dan Jejak Gotra Sawala

Api di Dasar Sumur

Nasi Biryani Bukti Keakraban India dan Aceh?

Bedah Buku – Meditationes de Prima Philosophia

https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/cara-guru-agar-siswa-mau-mendengarkan-saat-belajar-di-kelas

Komunikasi dua arah secara langsung melibatkan murid saat pembelajaran berlangsung. Selain itu pendengar yang baik yaitu mampu menangkap ide-ide pokok yang disampaikan oleh pembicara dan menjelaskan kembali dengan bahasanya sendiri. Hal ini terlihat sederhana, namun memberikan manfaat yang besar bagi ketercapaian pembelajaran.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan pendengar yang baik merupakan sekaligus pembicara yang baik karena untuk menjadi pembicara kita harus memulai dengan mendengarkan.

Menulis untuk murid

Eksperimen kecil-kecilan yang dilakukan penulis di kelas, saat meminta murid menuliskan hasil diskusi yang telah terangkum di papan tulis, terlihat lebih menyenangkan murid dibanding meminta murid menuliskan rangkuman dari buku cetak.

Di sini penulis melihat fenomena saat guru memberi contoh dirinya langsung kepada murid lebih efektif dalam pembelajaran.

Seperti kisah Gandhi, Pahlawan Revolusioner India, beliau kedatangan seorang ibu yang meminta bantuan mendidik anaknya agar berhenti memakan garam, kemudian beliau menyuruh ibu tersebut agar kembali seminggu lagi.

Saat waktunya telah tiba, datanglah ibu tersebut bersama anaknya di rumah Gandhi, dan Beliau pun memberi nasehat kepada anak tersebut agar tidak lagi memakan garam secara berlebihan.

Sang ibu terlihat keheranan pada Ghandi, mengapa saat beliau yang menasehati si anak mau mendengarkan. Singkat cerita Ghandi menjelaskan bahwa sebelum menasehati anak tersebut.

Beliau melakukannya terlebih dahulu. Kisah ini juga bisa dijadikan inspirasi bagi orang tua dan guru dalam mendidik. Tentu tidak sulit bagi siapapun untuk mendidik orang lain jika kita memulai dari diri sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 78x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 66x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Andi Kurniawan

Andi Kurniawan

Guru SMK Negeri 1 Tanah Jambo Aye, Pelatihan yang pernah diikuti : Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 11 Kabupaten Aceh Utara

Baca Juga

Perempuan

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026
Anak Cerdas

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
Artikel

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026
Artikel

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
Next Post
Butuh Malu untuk Menjadi Guru

Butuh Malu untuk Menjadi Guru

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com