
Oleh Leni Marlina Kereta—bukan sekadar mesin, tetapi luka yang terbungkus pelat logam, melangkah ke dalam malam yang enggan tidur....
Baca SelengkapnyaDetailsLukisan dan Tulisan Jiwaku Apa perlu kau menilai lukisan dan tulisanku, Ketika setiap goresan adalah puisi berbunyi, Kanvas ini, samudera...
Baca SelengkapnyaDetailsZab Bransah RANTAI DOA Kubersujud di atas sajadah cinta bagi-Nya Melalui hamba setiap tugas lima waktu Bagi setiap pengembara Doa...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Mr. Kunanh Hatiku pernah gelap tanpa cahaya. Cukup lama hatiku di dalamnya. Hampir aku lupa pada lawan katanya....
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Nurdin F.Joes SANG HUJAN, JIKA ENGKAU DATANG LAGI, DI MANA AKU HARUS MENUNGGU Sang hujan, jika engkau datang lagi,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Nurul Hikmah,S.Pd.I.,M.A Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Banda Aceh Sebelum aku menjadi guru, kukira keberhasilanku lah...
Baca SelengkapnyaDetailsKEPADA PARA GURU KAMI Nurdin F.Joes: Belum reda takut kami kepadamu Ketika engkau menghardik dengan keras saat kami telat tiba...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya : Zab Bransah Langsa, Aceh Dia guru anak kami Segala ilmu kesopanan didapatkan Dari guru Dia penerang hati...
Baca SelengkapnyaDetails/1/ Keheningan yang Menyentuh Tanah Oleh: Leni Marlina Keheningan tidak lagi sunyi, ia tumbuh di dalam tubuhmu, meresap pada...
Baca SelengkapnyaDetailsZulkifli Abdy Kita berada di persimpangan jalan Untuk segera hijrah Berlari bersama waktu Singgah di tapal batas Mendengarkan bisik...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com