Oleh Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc. M.A Rasanya tidak afdhal bila membahas budaya tulis menulis tanpa diawali dari Serambi Mekkah, Aceh tercinta. Sekitar tahun 1630-1697 hidup di Aceh...
Baca Selengkapnya
Nurkhalis Muchtar, anak dari Drs H Mukhtar Jakfar dan Nurhayati binti Mahmud, lahir di Susoh, Aceh Barat Daya. Mengawali pendidikan di SD Negeri Ladang Neubok, Tsanawiyah di SMP Cotmane, lanjut ke MTsN Blangpidie. Kemudian merantau ke Banda Aceh dan bersekolah di MAS Ruhul Islam Anak Bangsa yang ketika itu masih di Lampeneurut. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAS RIAB, berangkat ke Bekasi Jawa Barat dan belajar di STID Mohammad Natsir pada jurusan Dakwah (KPI). Setahun ia di Bekasi, kemudian pulang dan melanjutkan di UIN Ar-Raniry pada jurusan Bahasa Arab. Mendapat beasiswa ke Mesir tahun 2006 ia dan menyelesaikan Strata Satunya di Universitas Al Azhar Kairo Mesir pada tahun 2010 pada jurusan Hadits dan Ulumul Hadits. Lalu, melanjutkan ke Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry konsentrasi Fiqih Modern dan selesai di tahun 2014 sebagai salah satu lulusan terbaik. Awal 2015 hingga akhir 2017 mengambil S3 di Universitas Bakht al-Ruda Sudan dan selesai di tanggal 10-10-2017 dalam usianya genap 31 tahun dengan nilai maksimal. Disela-sela penelitian S3, ia sempat mengenyam pendidikan di Pascasarjana IIQ Jakarta selama setahun pada kajian Al Qur'an dan Hadits. Pernah juga mengenyam pendidikan di beberapa pesantren, di antaranya adalah: Rumoh Beut Wa Safwan, Pesantren Nurul Fata dan Babul Huda Ladang Neubok, Dayah Mudi Cotmane, ketiganya masih di wilayah Aceh Barat Daya. Sambil mengikuti kuliah di Banda Aceh pada jenjang S2, ia sering mengikuti pengajian pagi di Dayah Ulee Titi, dan pernah mondok di Dayah Madinatul Fata Banda Aceh. Selain itu juga pernah belajar dan mengajar di Dayah Terpadu Daruzzahidin Lamceu dan Dayah Raudhatul Qur'an Tungkob Aceh Besar. Lalu, mendarmabaktikan ilmunya sebagai dosen dan pengajar di kampus negeri dan swasta, serta sebagai ustad di majelis-majelis taklim yang diasuhnya dalam pengajian TAFITAS Aceh, dan ia juga tercatat sebagai Ketua STAI al-Washliyah Banda Aceh,terhitung 2018-2022. Juga mulai berdakwah melalui tulisan, dan telah terbit beberapa tulisannya dalam bentuk buku dan karya ilmiyah lainnya. Salah satu buku yang ditulisnya adalah Membumikan Fatwa Ulama.
Oleh Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc. M.A Rasanya tidak afdhal bila membahas budaya tulis menulis tanpa diawali dari Serambi Mekkah, Aceh tercinta. Sekitar tahun 1630-1697 hidup di Aceh...
Baca SelengkapnyaOleh: Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc, M.A Rasulullah telah menegaskan banyak perbedaan pendapat dalam memahami hukum Islam merupakan keniscayaan....
Baca SelengkapnyaOleh: Dr. Nurkhalis Muchtar,Lc, M.A Kebudayaan adalah sebuah proses cipta karya manusia yang berawal dari cara merasa dan...
Baca SelengkapnyaOleh: Dr. Nurkhalis Muchtar,Lc, M.A Fatwa menduduki posisi agung dan mulia dalam Islam. Fatwa adalah sebuah proses memberikan...
Baca SelengkapnyaOleh Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc. M.A Nama aslinya Teungku Syekh Abbas Kuta Karang, namun masyarakat lebih mengenalnya dengan...
Baca SelengkapnyaOleh: Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc., M.A. Salah satu topik yang menarik untuk dikaji dalam konteks kekinian adalah...
Baca SelengkapnyaOleh Dr.Nurkhalis Muchtar, Lc, MA Syekh Nuruddin al Raniry merupakan ulama dan ilmuan yang sangat diperhitungkan pada masanya....
Baca Selengkapnya