Asmaul Husna

Asmaul Husna

Asmaul Husna merupakan alumni Tarbiyah Bahasa Arab IAIN Ar-Raniry angkatan 2003. Sejak menamatkan sarjananya pada tahun 2008 ia mengajar di SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh sebagai guru kelas sampai sekarang. Pengalaman menulisnya diawali saat ia dipercayakan untuk menulis naskah drama yang akan dipentaskan pada perhelatan akhir tahun para siswa di sekolah tempat ia mengajar. Sketsa Jiwa di Kanvas Waktu adalah antologi cerpen pertamanya yang sudah diterbitkan.

Sandaran yang Patah

Mengajarkan Anak Berpuasa

Oleh Asmaul Husna Inong Literasi Salah satu metode dalam pembelajaran yang populer dan sering digunakan adalah memberikan reward atau hadiahsetelah tujuan pembelajaran tertentu tercapai. Memberikanreward yang benar diyakini mampu memberikan dampakyang signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar, melatihdisiplin, kepercayaan diri, serta membentuk perilaku baik.   Tentunya pemberian reward ini harus disesuaikan dengantingkat usia anak agar tepat sasaran. Tidak terkecuali dalammengajarkan anak berpuasa, juga bisa menerapkan metodeini. Kita sebagai orangtua tentu bisa memilih caramemberikan reward agar lebih meninggalkan kesanmendalam dan membekas di jiwa anak, bahkan akan denganbangga diceritakan dan diterapkan kelak bagi anak cucu. Bukankah kita juga akan kecipratan pahalanya? Dan yang paling penting mereka akan menikmati proses belajarberpuasa yang menyenangkan.  Seperti pengalaman yang dirasakan oleh seorang teman. Saat ia kecil, ia dan adik-adiknya akan sangat bersemangat dan bahagia ketika bulan Ramadhan tiba. Ayah mereka akanmemberikan uang Rp 1.000 (nilainya tentu saat besar kala itu) setiap kali mereka mampu berpuasa sampai magrib. Dan kumpulan rupiah itu akan diberikan saat Idul Fitri tiba. Yang paling banyak berpuasa tentu akan mendapatkan lebih banyakrupiah. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan.  Sedikit berbagi pengalaman saat kami mengajarkan puasapada anak-anak ketika mereka berusia 5-8 tahun, yang awalnya terinspirasi dari postingan seorang teman (semogabisa menjadi tabungan pahala baginya). Kami menyiapkanhadiah kecil sebanyak tiga puluh hadiah sejumlah hari dalamsebulan puasa untuk setiap anak. Dikarenakan kami mempunyai dua anak pada waktu itu yang akan kami ajarkanuntuk berpuasa, maka kami harus menyiapkan enam puluhhadiah. Ketika si anak mampu berpuasa sampai waktunyaberbuka maka mereka boleh mengambil satu hadiah. ...

Sandaran yang Patah

Kapankah?

Oleh Asmaul Husna Inong literasi Besi yang kokoh Tertancap kuat di balik tanah Batu mencengkram adukan semen  pasir yang menyatu enggan terpisah Takkan lekang, takkan goyang, dan takkan hilang Titian panjang tempat berlalu Menyambung asa merakit persaudaraan Hijau membentang selaksa pandangan Ranum wangi semerbak kesturi Pipit menari di sela senja Bulir padi kian merunduk Pertanda panen segera tiba Menebar harapan dan rentetan rencana Seragam baru yang akan diganti...

Page 1 of 2 1 2

Baca Juga