NYALA DI UJUNG RENCONG (Syair Perang untuk Tanah yang Tak Pernah Tunduk) Dengarlah wahai pewaris tanah, Rencong bersinar di genggam darah, Langit membara, bumi bersaksi,...
Baca SelengkapnyaMedia Perempuan Kritis dan Cerdas
NYALA DI UJUNG RENCONG (Syair Perang untuk Tanah yang Tak Pernah Tunduk) Dengarlah wahai pewaris tanah, Rencong bersinar di genggam darah, Langit membara, bumi bersaksi,...
Baca SelengkapnyaOleh Heri Iskandar Jambo Politek Aneuk Nanggroe–‐————‐————————————Selasa, 20/5/2025 (Edisi 2191) “Tanyoe ureung mat Cangkoi Cut Lem. Adak pih...
Baca SelengkapnyaOleh Jengki Sunarta Apa Perlu Judul? Aku adalah kertas basah yang terbakarMatahariMenyala di tepi hariYang hilang dalam lautan...
Baca SelengkapnyaAsrianda adalah Dosen Program Studi Informatika, Universitas Malikussaleh. Saat ini sedang menunggu pelaksanaan Sidang Terbuka sebagai tahap akhir...
Baca SelengkapnyaUntuk Ester Haluk Oleh Denny JA “Robek nuraninya dengan penamu,bagi dukamu dengan untaian kata,karena kata adalah senjata terakhirmu.”...
Baca SelengkapnyaOleh Heri Iskandar Cara Mudah Merawat Logika–‐————‐————————————Selasa, 20/5/2025 (Edisi 1392) “Bisa saja orang yang Pak Bos bilang telah...
Baca SelengkapnyaOleh Dayan Abdurrahman Peneliti independen Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi ekonomi internasional, banyak negara berkembang—terutama di...
Baca Selengkapnya–‐————‐—————————————–Selasa, 20/5/2025 (Edisi 1055)“DI EDISI Selasa, 6 Mai 2025 silam, Selamat Pagi Merah Putih menyoal tentang betapa eloknya...
Baca SelengkapnyaOleh: Yoss Prabu Di sebuah warung kopi, pagi-pagi sekali,duduklah tiga lelaki, berbicara seperti biasa. Tentang utang, harga cabai,...
Baca Selengkapnya