• Latest

Pentingnya Menghadirkan Pendidikan Pengambilan Keputusan Finansial dalam Kurikulum

March 7, 2018

Pergi dan Kembali

March 14, 2026

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

March 14, 2026
Air Keras di Tengah Malam Jakarta

Air Keras di Tengah Malam Jakarta

March 14, 2026
Siapa  yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

March 14, 2026
Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott

Belajar dari Geopolitik Timur Tengah: Apa Pelajaran bagi Negara Berkembang?

March 14, 2026
Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

March 14, 2026

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pentingnya Menghadirkan Pendidikan Pengambilan Keputusan Finansial dalam Kurikulum

Redaksi by Redaksi
March 7, 2018
in Pendidikan
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Teungku Abdurahman
Dewasa ini, atau kalau sekarang namanya zaman Now, hampir di seluruh bagian negeri ini, orang-orangtua disibukkan dengan kesibukan mereka dalam mencari nafkah. Sehingga ada dua jenis pendidikan yang sangat penting, yang selama ini dibebankan kepada orangtua, kini menjadi sesuatu yang terabaikan, yaitu pendidikan agama dan pendidikan finansial. 
Seharusnya ketika penghidupan semakin sulit, orangtua dipaksa secara tidak langsung oleh keadaan untuk terjun ke dunia luar dalam rangka mencari nafkah. Pemerintah bergerak respek untuk memfokuskan diri untuk memasukkan kedua pendidikan ini ke dalam kurikulum pelajaran kita secara utuh dan masif. Mungkin untuk agama sudah dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan kita, tinggal dikembangkan ke arah yang lebih baik dan lebih intensif lagi. Namun untuk pendidikan finansial masih belum. Terutama untuk kalangan menengah ke bawah. 
Seringkali anak-anak mereka sama sekali tidak terbekali dengan wawasan finansial. Mungkin agak sedikit berbeda dengan kalangan menengah ke atas, yang mungkin meskipun mereka tidak teredukasi dalam konteks pendidikan, mereka tetap mampu mempelajari hal yang demikian melalui penglihatan atau contoh terhadap kehidupan lingkungan sekitar mereka yang lebih terdidik untuk hal tersebut. Tetapi itu hanya kemungkinan saja, kebanyakannya tetap saja masih belum terdidik. Itu bisa dilihat dari seberapa banyaknya keturunan saudagar yang jatuh dalam kesulitan finansial. 
Tapi sebelum kita melanjutkan bahasan kita, saya ingin cerita sedikit tentang suatu kerajaan yang pernah berjaya di dataran Nusantara, dimana kerajaan tersebut diisi oleh ahli ahli di bidang perdagangan dan finansial. Kerajaan itu adalah Aceh Darussalam. Dahulu Aceh, diisi oleh oleh pakar pakar di bidang perdagangan dan finansial. Dimana Pusat Perdagangan di Asia Tenggara berada di sana, dan itu menjadikan Aceh sebagai salah satu negeri terkaya pada masanya.
Ada satu hal yang menarik, ketika awal awal mula kemerdekaan Indonesia. Entah dari mana asal mulanya, terbentuklah pemikiran-pemikiran yang menjauhkan warga warganya dari budaya keuangan dan perdagangan. Kemudian, makin lama terbentuk pemikiran pemikiran dimana kebanyakan darinya terfokus pada bidang pemerintahan dan kepegawaian. Keuangan dan Perdagangan ditinggalkan dan menjadi “Pegawai” begitu di junjung tinggi. 
Saya rasa selanjutnya tidak usah kita ceritakan lagi, karena kita sudah tahu kondisi Aceh sekarang ya. Kondisi dimana kalimat “1 jt/KK saja diterima mentah mentah. Keilmuan analisis finansial warganya sangat tidak teruji. Baik yang mengatakan dan mempercayai, dua duanya menurut saya agak membutuhkan pencerahan. Hehehehe. . . Mari kita kembalikan pada bahasannya. 
Dunia pendidikan kita tidak mengajarkan mengambil keputusan finansial secara tepat, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan keuangan mungkin sangat terabaikan. Sehingga jangankan orang yang tidak berpendidikan, orang orang sekelas menteri dan presiden saja mungkin saja sering mengambil keputusan finansial yang salah. Kebijaksanaan dan pengetahuan mereka dalam mengambil keputusan finansial sangat tidak teruji dan sangat tidak boleh dicontoh. 
Saya kerap kali memandang jauh ke arah masa depan, dimana saya mencoba membayangkan bagaimana keadaan bangsa ini. Apa yang akan terjadi di masa depan, jika jumlah orang yang menggantungkan masalah finansial dan kesehatan mereka kepada pemerintah, sedangkan Pemerintah saja dari masa ke masa semakin sering salah dalam mengambil keputusan finansial mereka dalam konteks kepemerintahan? Ini berdampak kepada semakin buruknya keadaan finansial negara. Sementara pada sisi yang lain, jumlah mereka yang tergantung semakin meningkat. Coba anda bayangkan, apa yang terjadi jika jaminan Pengobatan dan Pendidikan kekurangan dana? Saya rasa gejala itu sudah mulai terlihat sekarang. Kemarin di kampus, katalog untuk Mahasiswa baru sudah hilang dari peredaran, sistem Online kampus mengalami kemerosotan akibat kekurangan dana, dan dosen dipress mengajar berlebihan karena kurangnya tenaga akibat keterbatasan anggaran. 
Pertanyaan kunci dari semua ini adalah “bagaimana sebuah bangsa bisa bertahan pengajaran finansial, jika keilmuan tentang keputusan finansial hanya diserahkan kepada para orangtua saja, yang semakin sibuk dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka ?” 
Sementara kalau dilihat, dari tahun demi tahun, negeri ini semakin diisi oleh orang orang yang semakin tidak mengerti masalah finansial. Bahkan akhlak yang diajarkan di sekolahpun ikut tercoreng keilmuannya akibat masalah masalah yang berhubungan langsung dengan suatu keputusan finansial. Seperti berita picisan tentang pertumbuhan ekonomi daerah atau negara, ataupun berita kesalahan keputusan finansial yang ditutup-tutupi. 
Jawabannya, pasti tidak bisa, tidak akan pernah bisa. Jadi sudah saatnya pemerintah menghadirkan pendidikan terkait dengan keilmuan dibidang finansial. 
Jika tidak.
Pertanyaannya adalah, sampai kapan semuanya harus berlangsung seperti ini ?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 181x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 174x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 115x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 106x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 85x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

March 14, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

February 21, 2026
Gamang

Kelas Afirmasi Masih Perlu

February 18, 2026
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

#Cerpen

Pergi dan Kembali

March 14, 2026
Islam

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

March 14, 2026
Air Keras di Tengah Malam Jakarta
#Cerpen

Air Keras di Tengah Malam Jakarta

March 14, 2026
Siapa  yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah
Puisi Essay

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

March 14, 2026
Next Post

Generasi Zaman Now Lebih Kreatif?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com