• Latest
Mursyidah, Penulis Pantun Karmina, Raih Rekor MURI Se-ASEAN

Mursyidah, Penulis Pantun Karmina, Raih Rekor MURI Se-ASEAN

Desember 24, 2024
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mursyidah, Penulis Pantun Karmina, Raih Rekor MURI Se-ASEAN

Redaksiby Redaksi
Desember 24, 2024
Reading Time: 2 mins read
Tags: #ASEAN#Rekor MURI
Mursyidah, Penulis Pantun Karmina, Raih Rekor MURI Se-ASEAN
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

BANDUNG – Potretonline.com- Penulis pantun Karmina asal Pidie Jaya, Mursyidah MPd, berhasil meraih penghargaan Rekor MURI Se-ASEAN. Prestasi gemilang ini diraih setelah mengikuti rangkaian kegiatan Festival Pantun Nusantara 2024 yang digelar di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Sabtu dan Minggu, 21–22 Desember 2024.

Selain dikenal sebagai penulis pantun, Mursyidah juga merupakan seorang penulis aktif yang menjadi salah satu pengurus Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) untuk Kabupaten Pidie Jaya. Dia juga merupakan guru di salah satu sekolah SMP di Pidie Jaya

Festival Pantun Nusantara 2024

Festival yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) ini berlangsung selama dua hari dengan berbagai acara bertema seni pantun yang memukau.

Acara pembukaan festival dilaksanakan di Anjungan Riau, pada Sabtu, 21 Desember 2024, pukul 19.30 WIB.

Baca Juga

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Maret 13, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Februari 21, 2026

Rangkaian pembukaan diawali dengan Pawai Pantun, yang diikuti oleh lebih dari 500 pemantun dari berbagai negara ASEAN.

Sambutan hangat disampaikan oleh Kaban Penghubung Provinsi Riau, Ridho Ardiansyah SSTP, serta Pimpinan PERRUAS, Dato’ Sri Asrizal Nur.

Acara pembukaan semakin meriah dengan pembacaan pantun ASEAN oleh sejumlah tokoh ternama Indonesia antara lain, Yahya Andi Saputra, H. Erman Zaruddin, Sam Mukhtar Chaniago, dan Mohd. Nasir.

Sementara itu, hadir juga tokoh seni pantun negara jiran, Mohd. Rosli Bakir dari Malaysia, serta Suraidi Sipan dan Rohana Din dan Singapura.

Rangkaian Kegiatan

Hari pertama festival diisi dengan beragam kegiatan menarik, yakni peraduan pantun, parade pantun, parade karmina pelajar, lagu pantun, diakhiri pengumuman dan penyerahan piagam lenghargaan 10 besar pemenang pantun dan karmina.

Selanjutnya, pada hari kedua, Minggu, 22 Desember 2024, dilangsungkan malam puncak festival yang digelar pada di Sasono Langen Budoyo, mulai pukul 19.30 WIB.

Acara bertajuk malam anugerah pantun 2024 ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan internasional.

Hadir memberi sambutan di acara ini Menteri Kebudayaan RI, Dr H Fadli Zon SS MSc.

Malam anugerah ini juga diisi dengan orasi pantun oleh presiden lenyair, Sutardji Calzoum Bachri, pembacaan puisi pantun oleh Rida K. Liamsi dan Ahmadun Yosi Herfanda.

Terakhir, acara penyerahan Piagam Rekor MURI oleh Rektor UNJ, Prof Dr Komarudin MSi.

Acara ini turut dimeriahkan oleh penampilan paduan suara mari berpantun serta lagu pantun dari Tuti Tarwiyah Adi dan Ririn (Indonesia), serta Yusyazana (Malaysia).

ADVERTISEMENT

Mursyidah mengungkapkan, rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya.

“Ini adalah wujud apresiasi terhadap seni pantun yang merupakan warisan budaya bangsa,” ujarnya dengan wajah sembringah. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Om Bus-Syaikh Fadil: Pahlawan atau Pengumbar Janji?

Ketika Putusan Ulama Tidak Lagi Menjadi Pijakan: Peusijuk Wali Agama Terjadi Juga

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com