POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

PANGLIMA NYAK DUM

TOKOH SEJARAH PERJALANAN REMPAH MASA PERADABAN TURKI DI ACEH

RedaksiOleh Redaksi
October 8, 2024
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Nura Avadatis Sulha Hassan

Siswi kelas XII  Jurusan Tata Boga, SMKN 3 Pariwisata Banda Aceh

Aceh, sejak zaman dahulu sudah dikenal sebagai  salah satu pusat rempah dunia. Keharuman aroma rempah Aceh mengundang banyak negara untuk datang ke Aceh, baik dengan cara legal melalui jalinan diplomasi dagang, maupun dengan cara tak legal ;peperangan.

Banyak kisah penyerangan dari pihak luar ke Negeri Aceh disebabkan tergiur aroma khas rempah Aceh, seperti  cengkeh, lada, pala dan lain-lain. Salah satunya adalah penyerangan Portugis di Selat Malaka pada tahun 1537. Selain itu, dalam kisah penyerangan terhadap Teuku Umar di Rigaih (14 Juni 1886) juga terjadi akibat pengkhianatan salah satu mitranya, Kapten Hansen, yang sering membarter dagangan senjata dengan lada dari Aceh.

Sudah menjadi cerita turun temurun bahwa hubungan diplomasi Aceh-Turki Usmani bermula dari Kesultanan Aceh yang mengirimkan tiga buah kapal besar berisi muatan beras dan lada untuk  Kekaisaran Ottoman di Turki. Tujuan pengiriman bahan pangan dan rempah itu disebut-sebut sebagai permohonan kerjasama sekaligus permohonan bantuan dari Aceh kepada Turki untuk membantu menumpas Portugis di Selat Malaka.

Kehadiran Portugis membuat alur pelayaran memburuk terutama dengan adanya perampokan kapal yang sedang menuju Laut Merah, Mekkah dan Kairo. Selanjutnya Portugis bergerak menguasai Malaka pada tahun 1511. Dari sanalah mereka melakukan intimidasi  terhadap kerajaan-kerajaan kecil penghasil rempah di Sumatera.

Menurut H.K.J. COWAN (1937) dalam De “Hikajat Malem Dagang,” Sultan Iskandar Muda mengutus Malem Dagang memimpin penyerangan ke Banang dan Malaka untuk menyerang musuh yang menguasai jalur perdagangan internasional antara Aceh dan negara-negara Eropa. Namun penyerangan tersebut menuai kegagalan.

📚 Artikel Terkait

Ibnu Sina: Sang Cahaya dari Bukhara

TIBA DI KAMPUNG

Sekda Harapkan Dokter Kecil Jadi Kader Kesehatan dan Kebersihan di Sekolah

Tak Sempat Menulis

Belajar dari kegagalan tersebut, Sultan Iskandar Muda mulai mencari sekutu untuk menahan serangan Portugis di Malaka. Adapun dokumen pertama yang ditemukan dalam misi Aceh ke Istanbul (Ibu Kota Rum saat itu) berisi tentang respon pemerintah Turki saat mengirim delegasi teknisi ahli ke Aceh pada tahun 1564.

Selain itu, dalam kitab manuskrip Hikayat Meukuta Alam diceritakan bahwa Sultan Iskandar Muda mengirim utusannya kepada Raja Rum (Raja Ottoman) yang sedang mendapat tugas menjadi penjaga Tanah Suci Mekah dan Madinah. Bersama utusan tersebut dikirimkan tiga buah kapal berisi beras dan lada sebagai hadiah atas kesetiaan Raja Rum utuk membela agama Allah. Hal ini diperkuat oleh H.M Zainuddin dalam bukunya, “Tarich Aceh dan Nusantara” (1957) menuliskan bahwa Sultan Iskandar Muda menyiapkan tiga buah kapal untuk berangkat keTurki. Kapal-kapal itu berisi lada yang akan diserahkan ke Sultan Turki sebagai persembahan dari Aceh. Ia juga meminta kepada Mufti Kerajaan, Syeikh Nuruddin Ar-Raniry untuk menulis sepucuk surat dalam bahasa Arab.

Jarak perjalanan yang jauh serta tujuan yang belum pernah dikunjungi membuat utusan dari Aceh terombang ambing di tengah lautan, sehingga tidak segera dapat mendarat di Istabul. Saat  dalam perjalanan ke Madras, kapal-kapal tersebut terbawa badai dan singgah di Calcuta, India. Setelah badai reda, para utusan Sultan kembali bergerak ke Madras melalui Teluk Benggala.

Setelah singgah beberapa saat di Madras, awak kapal kesultanan Aceh melanjutkan perjalan ke Ceylon, lalu ke Mumbai dan menyeberang melalui Madagaskar menuju Cape Town (Tanjung Harapan) di Afrika Selatan. Selanjutnya rombongan  tersebut menuju Laut Atlantik hingga akhirnya berlabuh di Istanbul, Turki. Menurut catatan sejarah, perjalanan panjang tersebut memakan waktu hingga dua tahun.

Perjalanan yang panjang dan waktu yang lama tentu menghabiskan banyak dana untuk memenuhi kebutuhan mereka selama lebih kurang emat puluh delapan bulan tersebut. Satu-satunya sumber yang bisa mereka gunakan untuk keperluan selama dalam pelayaran adalah beras dan lada yang akan mereka hadiahkan kepada Raja Ottoman. Seluruh isi kapal sudah mereka jadikan bahan pangan dan alat tukar untuk bertahan hidup dalam misi ekspedisi ke Kota Istanbul, Turki.

Dengan perasaan malu dan cemas, pemimpin rombongan asal Aceh tersebut memberanikan diri untuk menghadap pemimpin tertinggi Istanbul saat itu dan menyerahkan secarik surat serta segenggam lada sebagai bukti ajakan diplomasi dari Sultan Iskandar Muda. Keberanian Panglima utusan Kesultanan Aceh tersebut membuat Raja Ottoman merasa senang dan memutuskan untuk menghadiahi para utusan dari Aceh tersebut sebuah meriam dan alat-alat perang untuk Sultan Iskandar Muda.

Hasil pertukaran antara sebuah meriam dengansegenggam lada tersebut akhirnya dijadikan nama untuk meriam tembaga berukuran 19 sentimeter tersebut, “Meriam Lada Sicupak.” Menurut Snouck Hurgronje  B(1891), panglima yang gagah berani memimpin rombongan tersebut bernama Panglima Nyak Dum.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

KUFLET: Pentaskan Teatrikal Puisi dalam Event Desa Wisata Fair 2024

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00