• Latest

Cintailah Bumi Kita

Oktober 14, 2018
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Cintailah Bumi Kita

Redaksiby Redaksi
Oktober 14, 2018
Reading Time: 3 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Humairatun Nura
Pelajar SMP Negeri 2 Meureudu, Pidie Jaya
Apa yang membuat bumi kita kotor dan rusak? Penyebabnya, karena ulah kita sendiri. Bumi ini kotor dan rusak karena perilaku kita, manusia yang semakin tidak bersabahat dengan bumi. Perilaku kita yang cendrung mengotori dan merusak bumi. Kita mengotori dan mersuak bumi, mulai dari hal-hal kecil, hingga pada hal-hal besar. Kita, sebagai manusia, banyak menghasilkan sampah. Sudah banyak menghasilkan sampah, lalu perilaku kita manusia banyak yang tidak baik. Kita berperilaku buruk dalam mengelola sampah. Kita suka membuang sampah sembarangan. Kita mencemari lingkungan dengan sampah yang kita buang sembarangan. Kita membakar sampah dan menyebabkan polusi udara yang membuat kita ikut sakit, ya sakit pada pernafasan kita. Itulah akibatnya. Bisa jadi lebih berat lagi.
Membuang sampah sembarangan, telah menyebabkan masyarakat kita mudah terkena penyakit. Padahal, kalau kita mau dengan bijak mengelolanya, sampah-sampah yang kuta hasilkan setiap hari, banyak yang bisa diolah lagi menjadi barang-barang yang berguna. Contohnya, souvenir, keset kaki, gantungan kunci, dan lain-lain. Kalau sampah basah, sebenarnya bisa juga kita olah. Kita bisa membuat kompos untuk pupuk tanaman. Tapi sayang, kita banyak yang tidak peduli dan tidak mau melakukan hal-hal seperti itu.
Selain sikap buruk kita dalam mengurus sampah, ada sikap kebanyakan orang kita yang sangat merusak bumi. Banyak orang  selama ini semakin tidak ramah terhadap lingkungan. Lihatlah hutan kita, seperti apa kondisinya sekarang? Sungguh sangat sedih kalau kita mau melihat keadaan hutan kita. Penebangan hutan seperti kita baca dan dengar di media, semakin parah. Cobalah sekali-kali mengarahkan pandangan ke gunung-gunung yang dekat maupun yang jauh dari tempat kita. Dari jauh saja kita bisa melihat betapa banyaknya hutan kita yang gundul, karena ulah manusia yang menebang hutan secara sebarangan. Mereka tidak peduli apa yang akan terjadi bila hutan itu gundul. Padahal, seperti pernah dijelaskan guru di sekolah bahwa menebang hutan secara sembarangan tersebut bisa mendatangkan bencana. 
Buktinya, selama ini di kampung-kampung kita sepanjang tahun, ketika hujan sebentar saja, sudah mendatangkan banjir. Lihatlah ketika hujan yang turun lebat dan berlangsung satu atau dua hari, banjir menghantam rumah kita, merusak sawah dan ladang kita, bahkan ada yang meninggal karena dihanyutkan banjir. Betapa sedihnya kita melihat nasib orang-orang yang dilanda musibah itu, mereka terpaksa mengungsi, hidup di bawah tenda. Apalagi kalau kehilangan semua harta benda, siapa yang akan membantu mereka? Oleh sebab itu, mari kita mencintai bumi. Kalau kita cinta bumi, kita menjaga bumi, kita pun akan bisa hidup penih aman dan nyaman. Mari kita mulai dari sekarang. Kita mulai dari diri kita masing-masing.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 335x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 190x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Maret 12, 2026
Bisakah Aceh ‘Merdeka’ Secara Struktural di Bawah NKRI?

Aceh di Persimpangan Hujan dan Kesadaran 

Februari 25, 2026
Fenomena Aneh, Muncul Lubang Raksasa di Aceh dan Shanghai China

Fenomena Aneh, Muncul Lubang Raksasa di Aceh dan Shanghai China

Februari 14, 2026

Discussion about this post

Next Post

Hari Pertama Lhokseumawe Traditional Culture Festival Dipadati Pengunjung

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com