• Latest

Cintailah Bumi Kita

Oktober 14, 2018

Di Antara Wahyu dan Rasio: Menyatukan Jalan Pendidikan Aceh

April 22, 2026
aef171bb-b3d2-4814-9a54-7d09b7b9f971

Perempuan Ganda;Kartini Dulu Hingga Kini

April 22, 2026
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Cintailah Bumi Kita - 1001348646_11zon | Banjir | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Cintailah Bumi Kita - 1001353319_11zon | Banjir | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Cintailah Bumi Kita

Redaksi by Redaksi
Oktober 14, 2018
in Banjir, Lingkungan, Penebangan hutan, Sampah
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Humairatun Nura
Pelajar SMP Negeri 2 Meureudu, Pidie Jaya
Apa yang membuat bumi kita kotor dan rusak? Penyebabnya, karena ulah kita sendiri. Bumi ini kotor dan rusak karena perilaku kita, manusia yang semakin tidak bersabahat dengan bumi. Perilaku kita yang cendrung mengotori dan merusak bumi. Kita mengotori dan mersuak bumi, mulai dari hal-hal kecil, hingga pada hal-hal besar. Kita, sebagai manusia, banyak menghasilkan sampah. Sudah banyak menghasilkan sampah, lalu perilaku kita manusia banyak yang tidak baik. Kita berperilaku buruk dalam mengelola sampah. Kita suka membuang sampah sembarangan. Kita mencemari lingkungan dengan sampah yang kita buang sembarangan. Kita membakar sampah dan menyebabkan polusi udara yang membuat kita ikut sakit, ya sakit pada pernafasan kita. Itulah akibatnya. Bisa jadi lebih berat lagi.
Membuang sampah sembarangan, telah menyebabkan masyarakat kita mudah terkena penyakit. Padahal, kalau kita mau dengan bijak mengelolanya, sampah-sampah yang kuta hasilkan setiap hari, banyak yang bisa diolah lagi menjadi barang-barang yang berguna. Contohnya, souvenir, keset kaki, gantungan kunci, dan lain-lain. Kalau sampah basah, sebenarnya bisa juga kita olah. Kita bisa membuat kompos untuk pupuk tanaman. Tapi sayang, kita banyak yang tidak peduli dan tidak mau melakukan hal-hal seperti itu.
Selain sikap buruk kita dalam mengurus sampah, ada sikap kebanyakan orang kita yang sangat merusak bumi. Banyak orang  selama ini semakin tidak ramah terhadap lingkungan. Lihatlah hutan kita, seperti apa kondisinya sekarang? Sungguh sangat sedih kalau kita mau melihat keadaan hutan kita. Penebangan hutan seperti kita baca dan dengar di media, semakin parah. Cobalah sekali-kali mengarahkan pandangan ke gunung-gunung yang dekat maupun yang jauh dari tempat kita. Dari jauh saja kita bisa melihat betapa banyaknya hutan kita yang gundul, karena ulah manusia yang menebang hutan secara sebarangan. Mereka tidak peduli apa yang akan terjadi bila hutan itu gundul. Padahal, seperti pernah dijelaskan guru di sekolah bahwa menebang hutan secara sembarangan tersebut bisa mendatangkan bencana. 
Buktinya, selama ini di kampung-kampung kita sepanjang tahun, ketika hujan sebentar saja, sudah mendatangkan banjir. Lihatlah ketika hujan yang turun lebat dan berlangsung satu atau dua hari, banjir menghantam rumah kita, merusak sawah dan ladang kita, bahkan ada yang meninggal karena dihanyutkan banjir. Betapa sedihnya kita melihat nasib orang-orang yang dilanda musibah itu, mereka terpaksa mengungsi, hidup di bawah tenda. Apalagi kalau kehilangan semua harta benda, siapa yang akan membantu mereka? Oleh sebab itu, mari kita mencintai bumi. Kalau kita cinta bumi, kita menjaga bumi, kita pun akan bisa hidup penih aman dan nyaman. Mari kita mulai dari sekarang. Kita mulai dari diri kita masing-masing.
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Hari Pertama Lhokseumawe Traditional Culture Festival Dipadati Pengunjung

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com