POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sumbangan Literasi Islam untuk Kemajuan Peradaban Bangsa

RedaksiOleh Redaksi
November 3, 2023
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Hamdani Mulya

Pegiat Literasi di Forum Penulis Aceh dan Guru SMAN 1 Lhokseumawe

“Membaca adalah jendela dunia, dengan membaca kita mengenal dunia yang jauh di luar sana.” Itulah sebuah kalimat yang tepat untuk mengawali pembicaraan ini. Membaca merupakan pilar penting yang seharusnya perlu ditingkatkan dalam upaya pengembangan literasi. Sejatinya membaca merupakan pengalihan ilmu pengetahuan dari sebuah buku atau karya tulis ke dalam pikiran seseorang. Wawasan yang dimiliki oleh seseorang dapat diperoleh dari seorang guru atau melalui membaca. Seperti dalam sebuah peribahasa disebutkan “Buku adalah gudang ilmu, kuncinya adalah membaca.” Dengan demikian, jika seseorang ingin pintar dan berwawasan berarti harus selalu akrab dengan guru, buku, dan dunia perpustakaan.

Mana mungkin sebuah negara akan maju, jika mutu pendidikan dan wawasan warga negaranya masih rendah. Maka untuk meningkatkan kemajuan dan mutu pendidikan perlu upaya-upaya yang sistematis dalam memajukan literasi. Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela pernah berkata “Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk memajukan peradaban sebuah bangsa.” Ia menyadari bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk menuju gerbang kemajuan sebuah bangsa.

Indonesia sebagai negara sedang berkembang memiliki peringkat terendah indeks kegemaran membaca di dunia menurut hasil survei UNESCO.Dikutip dari laman https://www.djkn.kemenkeu.go.id tingkat literasi masyarakat memiliki hubungan vertikal terhadap kualitas bangsa. Tolak ukur kemajuan serta peradaban suatu bangsa adalah budaya membaca yang telah mengakar pada masyarakatnya. UNESCO menyatakan dari 1000 orang penduduk Indonesia, ternyata hanya satu orang yang memiliki minat baca. Indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Masyarakat Indonesia rata-rata membaca 0-1 buku setiap tahun. Berbeda dengan warga negara Amerika Serikat yang terbiasa membaca 10-20 buku setahun, sedangkan warga Jepang 10-15 buku  setahun. Ini merupakan sebuah tragedi. Hal ini mengonfirmasi bahwa literasi masih termarjinalkan pada lanskap ekonomi dan politik negara kita.

Padahal jauh-jauh hari sebelum masyarakat di dunia bagian benua Amerika dan Eropa mengenal tradisi membaca yang dalam konteks modern disebut literasi. Islam sudah memerintahkan membaca sejak lebih dari 1400 tahun lalu. Sejak Allah Swt menurunkan wahyu Al-Qur’an ayat pertama: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS Al-‘Alaq: 1).

Membaca merupakan ajaran luhur agama Islam yang diperintahkan oleh Allah Swt kepada baginda Rasulullah Muhammad Saw dan umatnya. Hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama peloporpertama yang mengajak manusia untuk membaca.

Memahami dan Mengenal Literasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri, literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Akan tetapi, makna kata literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai pemahaman yang lebih kompleks dan dinamis.

Faktanya, banyak sekali macam-macam definisi literasi yang terlahir dan dicetuskan oleh beberapa pihak, salah satunya ialah menurut National InstituteforLiteracy yang membantu untuk memahami bahwa kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah berada pada tingkat keterampilan yang dibutuhkan oleh pekerjaan, keluarga, dan masyarakat merupakan definisi dari apa ituliterasi. Pemahaman inilah yang menempatkan literasi dalam lingkungan kontekstual. Selain membaca dan menulis, literasi pun juga mendukung pada konteks lingkungan.

📚 Artikel Terkait

Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung

‎Masih Ada Kekerasan Penganiayaan Fisik di Situbondo, Apakah Kita Sudah Melupakan Sastra, Meninggalkan Puisi ?‎

Puisi Alami

Izinkan Saya Berbagi: Kebahagiaan Yang Diraih Bertubi-tubi

Sementara itu dikutip dari liputan6.com yang menjelaskan bahwa UNESCO memberikan pengertian literasi adalah seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks di mana keterampilan itu diperoleh, siapa yang memperoleh, dan bagaimana cara memperolehnya. Sementara itu, Education Development Center (EDC) memahami literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya. Sejalan dengan kemampuan tersebut, ketika seseorang dapat memaknai literasi, seseorang dapat membaca dunia.

Literasi juga disebut sebagai melek huruf karena literasi ini merupakan kemampuan dasar untuk mencari ilmu atau pengetahuan. Tetapi di zaman sekarang, literasi dikembangkan menjadi beberapa bagian seperti literasi finansial, literasi digital, literasi sains dan masih banyak lainnya.

Saat ini selain buku, hampir semua orang sangat mengenal yang namanya literasi digital. Literasi digital sangat dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat hampir diseluruh penjuru dunia. Menurut wikipedia, literasi digital atau kemelekan digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum sesuai dengan kegunaannya dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi Dunia Islam

Di antara keagungan Islam adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadharah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqafah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turats).

Tradisi ilmiah semacam ini, para ahli menyebutnya dengan budaya literasi sebagaimana yang telah ditempuh para cerdik pandai (Al-‘Allamah, Al-‘Ulama) dalam bentangan karya-karya mereka yang tersebar di seantero jagat, sehingga bumi ini penuh dengan mozaik atau khazanah intelektual yang melimpah.

Sarjana Muslim dan Budaya Literasi

Tidak ada alasan untuk menjauhkan budaya literasi dari kehidupan sarjana muslim, kaitan keduanya laksana kolam dengan ikannya. Ikan akan mati sia-sia apabila kolam tidak dirawatnya dengan baik. Demikian pula dalam kehidupan pembelajaran; Malasnya para sarjana dalam menghidupkan membaca, menulis, berdiskusi, menganalisis dan aktivitas lainnya dapat menyebabkan kemalasan berfikir yang dapat menjadikan miskinnya gagasan, bahkan matinya gagasan.

Apabila iklim seperti ini tidak segera dipulihkan, maka yang terjadi adalah lahirnya sarjana-sarjana yang kehilangan jiwa kemandiriannya; sepi kreatifitasnya, mati  inovasinya dan instan cara berfikirnya. Para salaf terdahulu, sangat menitikberatkan agar menjadi kaum pembelajar.

Milan Kundera seorang novelis asal Ceko berkata: “Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya; maka pastilah bangsa itu akan musnah.” Ini menunjukkan bahwa buku sebagai unsur literasi memegang peranan penting dalam memajukan suatu bangsa. Melalui buku, masyarakat terlebih para sarjana akan mampu menerobos batas-batas kehidupan dunia. Selain itu, bahwa sebagai bagian dari masyarakat akademis, para sarjana juga mempunyai kewajiban membaca. (tengkuhamdani@yahoo.com). 

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
MEMBACA CATATAN KEBENCIAN

MEMBACA CATATAN KEBENCIAN

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00