POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

AKU BENCI SEMBILAN NAGA

RedaksiOleh Redaksi
June 30, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Satria Dharma

Berdomisili di Surabaya

Seorang teman terang-terangan bilang bahwa dia benci pada keturunan China karena mereka menguasai perekonomian negara kita.

“90% perekonomian kita dikuasai oleh mereka, utamanya oleh Sembilan Naga.” Katanya dengan sewot sambil sok tahu apa itu Sembilan Naga.

“Kan memang itu yang kita kehendaki?”, jawab saya dengan slow. Tentu saja dia jengkel dengan jawaban saya tersebut.

“Maksudmu…?! ,” tanyanya dengan nada sewot.

 “Kan yang lain sudah kita kuasai dan kita tidak memberi kesempatan pada warga keturunan China, kecuali di bidang ekonomi.” jawab saya.

“Semua bidang yang lain itu kita kuasai sepenuhnya, 99.9%. Coba perhatikan dari jutaan orang yang bergerak di bidang politik ada berapa gelintir sih warga keturunan China? Lha wong ada Ahok satu saja yang memusuhi sampai jutaan orang gitu lho! Para kepala daerah dan wakilnya, para ketua DPR, DPRD, dan anggotanya dari Sabang sampai Merauke itu semua orang kita. hampir tidak ada yang keturunan China.

Bidang Militer apa lagi… Dari ratusan ribu orang yang bekerja di Hankam dan TNI, ada nggak yang keturunan China?

Bidang keamanan begitu juga… Dari ratusan ribu orang yang bekerja di Kepolisian, ada berapa sih yang keturunan China? Lha wong ada satu Brigjen Polisi keturunan China aja sudah difitnah anaknya presiden China. Satpam dan Sekuriti juga kita kuasai sepenuhnya. Gak pernah deh saya lihat ada sekuriti sing Cino.

Bidang hukum sami mawon. Siapa yang menguasai Kehakiman dan Kejaksaan? Ada nggak orang keturunan Chinanya?

📚 Artikel Terkait

Perempuan Yang Melahirkan Bait Puisi

Dewi Sartika: Lentera Priangan yang Tak Padam

Sindiran Terhadap Nabi Umat Islam

Romo Sindhunata: Menyelami Puisi, Orasi, dan Jiwa Sastra Anak Indonesia

ASN dan PNS jelas-jelas dikuasai oleh yang non-keturunan China. Bahkan kampus-kampus negeri sangat jarang ada mahasiswanya yang Chinese. Makanya mereka bikin kampus sendiri yang lebih bagus.

Lha terus warga keturunan China disuruh kemana…?!”  tanya saya. 

Kita hanya menyisakan satu bidang kepada mereka, yaitu bidang ekonomi. Mengapa? Karena kita sendiri yang tidak mau menguasainya.

“Kok iso kamu bilang kita tidak mau menguasai ekonomi?” tanyanya tambah sewot.

“Lha kita kan memang tidak mau mengejar dunia. Pantang bagi kita mengejar harta dunia. Akhiratlah tujuan kita. Allahu Akbar…! Kita kan selalu bilang harta tidak dibawa mati. Urip sak madyo ae, ojo ngoyo. Jangan menjadikan dunia sebagai tujuanmu. Orang kaya itu sulit masuk sorga. Orang miskin itu mudah timbangannya kelak di akhirat. Masuk sorga mak wes…! Nek wis rejekine gak bakal salah alamat. Kalau sudah tertulis rejeki kita meski pun kita leyeh-leyeh di rumah nanti rejeki yang datang sendiri. Biar pun usaha tidak terlalu keras yang penting doa harus kenceng. Perbanyak doa, dzikir, dan shalawat. Barangsiapa yang mengejar dunia maka tak ada akhirat bagiannya. Mari kita penuhi masjid-masjid dan semarakkan mimbar-mimbar dakwah. Iyo opo ora…?!” sodok saya kepadanya.

Matanya langsung melotot. Mau membantah tapi tidak bisa. Akhirnya dia cuma bisa megap-megap kayak ikan koki. Entah mengapa saya kok menikmati klepek-klepeknya itu.

“ Karena kita tidak ada yang mau menguasai perekonomian dan memandang jijik pada hal-hal yang bersifat duniawi pada maka tampillah saudara-saudara kita keturunan China tersebut. “ 

“Baiklah saudara-saudaraku. Biarlah kami yang mengurus perekonomian ini. Silakan kuasai bidang yang lain sepenuhnya, “ jawab mereka dengan rendah hati. 

“Hati-hati, Bro Cokin. Harta itu banyak godaannya. Lagipula harta itu tidak dibawa mati.” Kata kita mengingatkan mereka. 

“Baiklah. Kalau nanti ada godaan saya akan bertahan mati-matian. Kalau nanti saya mati  hartanya tidak akan saya bawa. Nanti hartanya saya bagikan pada anak-anak, keluarga, dan lembaga sosial saja.” Jawab mereka dengan merendah.

Dan di sinilah kita sekarang dalam posisi masing-masing. Ketika anak-anak kita dorong untuk jadi PNS, ASN, menguasai kantor-kantor semua kementrian, menguasai dunia perpolitikan, menguasai parlemen, menjadi tentara, menjadi polisi, menjadi jaksa, hakim sekaligus pengacaranya, menguasai pondok-pondok pesantren, menjadi penghafal Alquran, pembela Palestina, jadi tukang kayu, tukang batu, petani, Youtuber, artis sinetron, dan lain sebagainya, sedangkan Bro Cokin kita itu kita beri bidang yang tidak kita inginkan, yaitu bidang ekonomi. Biar dia saja yang nguber dunyo. Biar dia saja nanti yang kerepotan menjawab pertanyaan malaikat maut dan malaikat kubur untuk apa hartanya yang berlimpah itu. Kita ingin menguasai akhirat saja. Sorga jelas sudah ada di tangan kita. Bahkan duplikat kunci sorga sudah dalam tahap produksi.”

“Ndasmu…!”seru teman saya sambil ngakak. Rupanya kena juga dia dengan wejangan saya.

“Ojok ngono, Bro,” katanya. “Ingat bahwa perekonomian kita sudah dikuasai oleh Sembilan Naga.” Keluar lagi istilah Sembilan Naga ini. Hadeeh…! 

“Yo gak apa-apalah, bro.”jawab saya. “Yang penting Sembilan Gajah, Sembilan Singa, Sembilan Badak, Sembilan Macan Tutul, Sembilan Kokokbelok, Sembilan Buaya Sungai dan Darat, Sembilan Manuk Dadali, Sembilan Lele Dumbo, Sembilan Perkutut, Sembilan Pocong, Sembilan Mafioso, Sembilan Debt Collector, dan yang lain sudah kita kuasai. Mau ngapain Sembilan Naga kalau yang lain kita kuasai.” 

“Asuuuu…!” akhirnya teman saya tertawa ngakak. Saya juga ikut ngakak. Soalnya saya membayangkan Sembilan Naga ikut ngakak sambil bilang, “Good…good…good…!” 

Surabaya, 30 Juni 2021

Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

“ASA ANAK NEGERI” MIMPI YANG MENJADI NYATA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00