HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menelusuri Museum Kecil di Tengah Kota Langsa

Redaksi by Redaksi
Oktober 22, 2022
in Pendidikan
Reading Time: 2 mins read
0
Guru
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Muhammad Ridwan

Baca Juga

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 14, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Februari 21, 2026
Gamang

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Februari 18, 2026

 

Kota langsa, kota kecil yang sangat unik karena heterogen atau beragamnya masyarakat daerah ini. Mereka ada yang berasal dari suku Aceh, Gayo, Melayu, dan Jawa. Meskipun dikategorikan kota yang kecil, kota ini menawarkan berbagai tempat wisata, bahkan yang memiliki nilai kearifan lokal yang salah satunya adalah museum.

Museum yang berdiri di tengah tengah kota ini membawa kami, mahasiswa PMM 2 (Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2) Universitas Samudra untuk menelusuri dan menginjakan kaki ke dalam Museum. Sebanyak 60 mahasiswa PMM 2 Universitas Samudra yang didampingi oleh dosen modul nusantara beserta mentor dari Universitas Samudra, menelusuri museum kota langsa. Seperti masuk ke dalam mesin waktu yang berputar mundur, para mahasiswa masuk ke dalam museum untuk menelusuri lebih dalam tentang sejarah kota Langsa.

Catatan sejarah yang ada di dalam museum, membuat para mahasiswa takjub akan perjuangan yang terjadi hingga berdirinya kota Langsa . Museum kota Langsa memiliki beberapa ruang untuk ditelusuri. Ketika menginjakkan kaki pertama kali ke dalam museum, para mahasiswa disajikan dengan diorama koleksi benda peninggalan pada masa perjuangan berdirinya kota Langsa. Hal ini membuat para mahasiswa berkesan hingga menampakkan wajah antusias untuk melihat barang – barang serta koleksi cagar budaya lainnya yang ada di dalam museum.

Museum kota langsa merupakan museum umum yang didirikan pada tahun 2016. Museum ini terletak di Jl. Teuku Amir Hamzah, Matang Seulimeng, Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh. Museum ini menempati gedung balai juang kota langsa. Sebelum dikenal sebagai gedung balai juang bangunan ini bernama Het Kantoorgebouw Der Atjehsche Handel Maatschappij Te Langsar.

Gedung ini juga sempat digunakan sebagai kantor percetakan uang yang dikenal dengan Bon Kontan bernilai  Rp. 100.000,-. Ketika Belanda menyerah kepada Jepang, gedung ini pun diambil alih dan digunakan oleh tentara Jepang sebagai markas. Gedung balai juang merupakan bangunan yang bertingkat dua, serta memiliki gaya arsitektur Belanda yang bisa dilihat dari bentuk pintu yang tinggi besar dan berteralis, jendela – jendela, serta tiang – tiang besar dan kokoh. Atap gedung berbentuk runcing dan pada lantai dua terdapat balkon – balkon. Pada halaman luar gedung balai juang terdapat sebuah air mancur yang berhiaskan tanaman air serta dinding yang berukir relief. Relief tersebut menggambarkan penjajahan Belanda yang kala itu memaksa rakyat Aceh kerja rodi serta perlawanan rakyat Aceh untuk meraih kemerdekaan Indonesia. Relif ini berwarna emas, sehingga terlihat cantik dan indah. Adapun jenis koleksi yang dipamerkan di dalam museum terdiri dari etnografika, historika, geografika, arkeologika, keramologika, teknologika, dan lain – lain.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 201x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 130x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 114x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 101x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun
Dinas Pendidikan Aceh

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
POTRET Budaya

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong
#Korban Bencana

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Presiden Pedofil?
Artikel

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Next Post
Menyuarakan Solusi SDGs  di International Youth Exchange and Conference (IYEC)

Menyuarakan Solusi SDGs di International Youth Exchange and Conference (IYEC)

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com