• Latest
Menelusuri Museum Kecil di Tengah Kota Langsa - 8E62AF0E 43EC 4D6C 868D 8EDB7852D737 | Pendidikan | Potret Online

Menelusuri Museum Kecil di Tengah Kota Langsa

Oktober 22, 2022
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Menelusuri Museum Kecil di Tengah Kota Langsa - 1001348646_11zon | Pendidikan | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Menelusuri Museum Kecil di Tengah Kota Langsa - 1001353319_11zon | Pendidikan | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Menelusuri Museum Kecil di Tengah Kota Langsa - 1001361361_11zon | Pendidikan | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Menelusuri Museum Kecil di Tengah Kota Langsa

Redaksi by Redaksi
Oktober 22, 2022
in Pendidikan
Reading Time: 2 mins read
0
Menelusuri Museum Kecil di Tengah Kota Langsa - 8E62AF0E 43EC 4D6C 868D 8EDB7852D737 | Pendidikan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Muhammad Ridwan

 

Baca Juga
  • Anak Muda, Karakter dan Sektarianisme
  • Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Kota langsa, kota kecil yang sangat unik karena heterogen atau beragamnya masyarakat daerah ini. Mereka ada yang berasal dari suku Aceh, Gayo, Melayu, dan Jawa. Meskipun dikategorikan kota yang kecil, kota ini menawarkan berbagai tempat wisata, bahkan yang memiliki nilai kearifan lokal yang salah satunya adalah museum.

Museum yang berdiri di tengah tengah kota ini membawa kami, mahasiswa PMM 2 (Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2) Universitas Samudra untuk menelusuri dan menginjakan kaki ke dalam Museum. Sebanyak 60 mahasiswa PMM 2 Universitas Samudra yang didampingi oleh dosen modul nusantara beserta mentor dari Universitas Samudra, menelusuri museum kota langsa. Seperti masuk ke dalam mesin waktu yang berputar mundur, para mahasiswa masuk ke dalam museum untuk menelusuri lebih dalam tentang sejarah kota Langsa.

Baca Juga
  • Dosen dan Mahasiswa University of Rhode Island (URI) Amerika Serikat Kunjungi SMK Negeri PP Saree
  • Menyamakan Pikiran dan Tindakan Terhadap Masalah Pengemis

Catatan sejarah yang ada di dalam museum, membuat para mahasiswa takjub akan perjuangan yang terjadi hingga berdirinya kota Langsa . Museum kota Langsa memiliki beberapa ruang untuk ditelusuri. Ketika menginjakkan kaki pertama kali ke dalam museum, para mahasiswa disajikan dengan diorama koleksi benda peninggalan pada masa perjuangan berdirinya kota Langsa. Hal ini membuat para mahasiswa berkesan hingga menampakkan wajah antusias untuk melihat barang – barang serta koleksi cagar budaya lainnya yang ada di dalam museum.

Museum kota langsa merupakan museum umum yang didirikan pada tahun 2016. Museum ini terletak di Jl. Teuku Amir Hamzah, Matang Seulimeng, Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh. Museum ini menempati gedung balai juang kota langsa. Sebelum dikenal sebagai gedung balai juang bangunan ini bernama Het Kantoorgebouw Der Atjehsche Handel Maatschappij Te Langsar.

Baca Juga
  • Menyiapkan Pemimpin Politeknik Aceh yang Visioner
  • TAATLAH PADA ORANGTUA

Gedung ini juga sempat digunakan sebagai kantor percetakan uang yang dikenal dengan Bon Kontan bernilai  Rp. 100.000,-. Ketika Belanda menyerah kepada Jepang, gedung ini pun diambil alih dan digunakan oleh tentara Jepang sebagai markas. Gedung balai juang merupakan bangunan yang bertingkat dua, serta memiliki gaya arsitektur Belanda yang bisa dilihat dari bentuk pintu yang tinggi besar dan berteralis, jendela – jendela, serta tiang – tiang besar dan kokoh. Atap gedung berbentuk runcing dan pada lantai dua terdapat balkon – balkon. Pada halaman luar gedung balai juang terdapat sebuah air mancur yang berhiaskan tanaman air serta dinding yang berukir relief. Relief tersebut menggambarkan penjajahan Belanda yang kala itu memaksa rakyat Aceh kerja rodi serta perlawanan rakyat Aceh untuk meraih kemerdekaan Indonesia. Relif ini berwarna emas, sehingga terlihat cantik dan indah. Adapun jenis koleksi yang dipamerkan di dalam museum terdiri dari etnografika, historika, geografika, arkeologika, keramologika, teknologika, dan lain – lain.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Menelusuri Museum Kecil di Tengah Kota Langsa - 5043C74E AD7B 4EBF B28C 3EA0699E80EE | Pendidikan | Potret Online

Menyuarakan Solusi SDGs di International Youth Exchange and Conference (IYEC)

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com