POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

UNTUK APA GELAR?

Redaksi by Redaksi
Agustus 7, 2021
in Essay, Gelar, Generasi Milenial, Pendidikan
0

Oleh Satria Dharma

UNTUK APA GELAR? - 20C6F64D 064A 4EF7 99E6 0C8451B494B0 | Essay | Potret Online
Baca Juga
Edukasi
Siswa SD Kluet Timur Juara LCC se-Aceh Selatan
09 Agu 2022

Berdomisili di Surabaya

UNTUK APA GELAR? - 3D57C088 8E9F 439A 9FA5 660F8318CF88 scaled | Essay | Potret Online
Baca Juga
Artikel
PERJALANAN PENDIDIKAN SEBAGAI PRINSIP PERAN PENDIDIK DI INDONESIA
12 Jan 2023

“Orang kan tidak perlu punya gelar untuk bisa sukses, Pak? Jadi untuk apa aku harus kuliah untuk mendapatkan gelar? ”

UNTUK APA GELAR? - 85b3129a 6660 414b 8f16 1bdae112e860 | Essay | Potret Online
Baca Juga
Artikel
Belajar Tak Harus di Kelas
06 Jan 2025

“Tentu saja. Untuk sukses dalam hidup ini kita tidak perlu punya gelar. Tapi jika kamu bisa kuliah sampai selesai dan memperoleh gelar, maka itu sudah berarti sebuah kesuksesan besar yang kamu capai. Itu berarti kamu telah mampu membuktikan pada dirimu bahwa kamu mampu melewati kesulitan, cobaan, tantangan, rintangan, godaan, selama bertahun-tahun kamu kuliah. Itu membuktikan bahwa kamu memiliki kecerdasan, ketekunan, kedisiplinan dan kesabaran dalam mencapai sebuah tujuan. Gelar itu buktinya. ”

 

“Sekarang kan jamannya sudah berubah Pak. Orang akan lebih menilai kita dari kinerja dan kemampuan kita. Gelar dan ijazah itu apalah artinya di dunia yang semakin datar ini…”

“Gelar yang kamu peroleh memang belum membuktikan bahwa kamu akan mampu melakukan sebuah prestasi besar dalam hidupmu, tapi gelarmu itu akan menjadi semacam pengingat bagi dirimu dan penanda bagi orang lain bahwa kamu telah PERNAH sukses dalam hidupmu. 

Jika kamu tidak memiliki gelar, meskipun mungkin saja kamu punya ilmu yang sama dengan temanmu yang punya gelar, kamu harus bekerja JAUH LEBIH KERAS daripada temanmu yang punya gelar untuk membuktikannya. Mengapa? 

Karena temanmu sudah bekerja keras lebih dahulu dengan menyelesaikan kuliahnya sedangkan kamu tidak. Temanmu punya penanda untuk menunjukkan kapasitasnya sedangkan kamu tidak. Jika kamu mampu menunjukkan kemampuan yang sama dengan temanmu orang akan tetap meragukan kemampuanmu dan lebih percaya pada temanmu. Karena ia punya penanda sedangkan kamu tidak. Kamu juga akan lebih percaya diri dengan gelar yang kamu miliki karena kamu yakin bahwa kamu telah mampu membuktikan diri dengan keberhasilanmu bertahun-tahun menyelesaikan kuliah. Intinya, gelar itu akan memudahkan kamu dalam hal-hal tertentu.

Coba bayangkan situasi ketika kamu ingin memperkenalkan diri pada calon mertua atau calon bosmu. Jika kamu mengatakan bahwa kamu baru saja menyelesaikan Phd di Jepang, maka tiba-tiba semua hal menjadi relevan. Tapi jika kamu mengatakan bahwa kamu tidak menyelesaikan kuliah karena bosan dengan situasi perkuliahan,maka tiba-tiba sikap calmermu akan berubah lebih formal. It’s just an example.” 🙂

“Lha Bapak sendiri kok tidak pernah mau pakai gelar selama ini? Kan Bapak punya gelar yang bisa dipakai sebagai penanda?”

“Karena Bapak malu gelarnya cuma Drs. Kalau Bapak punya gelar PhD atau Doktor kayaknya Bapak akan pakai deh gelarnya supaya lebih keren.” ?

DISCLAIMER: 

Meski bisa nulis begini saya sendiri tidak berhasil meyakinkan anak sulung saya utk menyelesaikan kuliahnya. Ia tetap memilih tidak menyelesaikan kuliahnya. ?

(But it might work with others…) ?

Surabaya, 7 Agustus 2016

Satria Dharma

Next Post

Kecerdasan Buatan (artificial intelligence) untuk Multigenerasi Emas Indonesia Abad XXI

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah