Oleh Tabrani Yunis
Akulah lelaki
Punya seonggok mimpi
Merindukan istri seindah bidadari
Yang menebar aroma surgawi
Tapi aku lupa diri
Akulah lelaki pemilik asa
Yang menggantungkan selera
Punya istri yang sempurna
Memberi makna bahagia dan sejahtera
Aku lupa aku ini siapa
Akulah lelaki penuh talenta
Merasa diri serba bisa
Mengejar pasangan yang cendikia
Melabuhkan bahtera keluarga Samawa
Tapi aku juga harus bertanya
Apakah aku bisa
Akulah lelaki
Yang selalu ingin yang lebih sempurna
Dari para perempuan yang kudamba
Namun aku sering lupa
Tak pernah mau berkaca
Akulah lelaki yang harus mengerti
Hidup setiap perempuan yang kuimpi
Harus indah seperti pelangi
Sementara aku tak tahu diri
Padahal bahtera dibangun bukan dalam sehari
Juga bukan dengan satu bahan materi
Membutuhkan kayu, pasir, air, dan besi
Perbedaan man menyatukan mimpi
Membangun bahtera sejati
Akulah lelaki yang tengah mengejar mimpi
Membangun bahtera hidup sejati
Dengan istri yang menjaga hati
Mewarnainya dengan saling mengerti
yang penuh cinta dan sadar diri
Mengayuh bahtera ke destinasi hakiki
Diskusi