POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

PENJUAL SIRIH, DAYA TARIK YANG TERABAIKAN

RedaksiOleh Redaksi
August 11, 2022
PENJUAL SIRIH, DAYA TARIK YANG TERABAIKAN
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh  Irma Ibrahim

Pemerhati Wisata dan Budaya, berdomisili di Banda Aceh

Mulia wareh ranub lam puan, mulia rakan mameh suara. Begitulah pepatah petitih indah dalam masyarakat Aceh yang menggambarkan tentang bagaimana masyarakat Aceh memuliakan tamu. Sirih menjadi salah satu media memuliakan tamu dalam budaya Aceh. Budaya ini masih terjaga dan  terlihat di salah satu sudut kota Banda Aceh. Kita salsikan  berjajar kios kecil bagaikan foodstall penjual sirih yang siap menjual produknya sesuai permintaan konsumen. Ada sirih cue, sirih lipat bahkan menyusun sirih dalam batee/puan untuk sambut besan pengantin pun siap ditata.

Sudut penjual sirih terlihat biasa bagi masyarakat Aceh, namun ternyata luar biasa bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Adanya sudut kota menjadi pusat perhatian yang terlihat unik di mata mereka. Pengalaman penulis ketika membawa Dubes Inggris mengunjungi masjid Raya Baiturrahman. Saat keluar masjid, jejeran penjual sirih menjadi perhatian istri dubes dan anak-anaknya, sehingga mereka mendekati penjual sirih dan ingin mencicipi rasa sirih manis produk nyak nyak Aceh yang berbeda dengan sirih lainnya di nusantara.

Tanpa disadari potret penjual sirih di sudut kota Banda Aceh adalah daya tarik wisata budaya yang terabaikan selama ini. Salah satu daya tarik bagi wisatawan adalah apa yang tidak ada di daerah dan Negara mereka. Apa yang berbeda itu adalah budaya daerah yang unik dan menjadi daya tarik bagi pengunjung. Hasil survey kementrian Pariwisata 60 % minat wisatawan adalah karena kekayaan budaya Indonesia.

Guide atau siapa saja yang membawa tamu ketika mengunjungi deretan penjual sirih, dapat menjelaskan untuk apa saja sirih itu digunakan selain untuk dimakan.

Balai Pelestarian Nilai Budaya dalam Bukunya berjudul “Ranub pada Masyarakat Aceh” (BPNB, 2009) mengatakan sebagai berikut:

Pertama, Ranub sebagai simbol pemuliaan tamu. Hal ini sangat jelas terlihat baik dalam kesenian (Tari Ranub Lam Puan), maupun berbagai jamuan ranub yang ditunjukan kepada tamu, besan dan juga orang-orang yang dihormati. 

Kedua, Ranub sebagai simbol perdamaian dan kehangatan sosial. Hal ini tergambar ketika berlangsung musyawarah  untuk menyelesaiksn  persengketaan, upacara, perdamaian, upacara  peusijuk, meu-uroh dan upacara lainnya.

Ke tiga, Ranub sebagai media komunikasi sosial. Dalam hal ini ranub sering diungkapkan dengan istilah ranub sigapu yang berati sebagai pembuka komunikasi.          

Jadi, Ranub adalah lambang formalitas dalam interaksi masyarakat Aceh. Setiap acara dimulai dengan menghadirkan ranub dan kelengkapannya.

 Sirih dalam puan yng terbungkus kain kuning sebagai alat komunikasi juga menurut ketua adat Aceh bermakna diumpamakan sebagai berikut :

📚 Artikel Terkait

PENGESAHAN PERPPU CIPTA KERJA MENJADI UU SEBAGAI PELECEHAN HUKUM SECARA KOLOSAL

In Memorial Bapak Dr.Qismullah Yusuf, Sang Inspirator. 

Internetku Sayang, Air Tanahku Hilang

Terkurung Tanpa Suara

• Sirih  umpama  lidah

• Pinang umpama Jantung

• Gambir umpama hati

• Kapur  umpama tulang

• Bakong/tembakau umpama urat

• Batee/puan umpama tubuh

• Kain Bungkus umpama  pakaian.

Sirih dalan puan diumpamakan tubuh dan fungsinya sebagai pelengkap media  komunikasi sosial.

 Kegunaan Sirih sering digunakan sebagai prosesi adat, sosial budaya Aceh sirih antara lain :

 – Melamar. Sirih juga digunakan untuk melamar seseorang, pihak laki-laki diwakili oleh orang yang dituakan dimana mereka tinggal yang disebut Seulangke atau dikenal Makcomblang, ketika melamar selain membawa buah tangan berupa kue dan gula, teh, sirup juga membawa sirih di dalam bate/puan dan menyerahkannya kepada pihak keluarga yang dilamar sebelum memulai percakapan.

Ba Ranub/Tunangan. Istilah  Ba Ranub atau bawa sirih adalah tunangan, dalam ada aceh untuk bertunangan harus membawa sirih, ada sirihnya di dalam puan saja ada sirih besar dalam berbagai bentuk kreasi dan diletakkan emas pengikat tunangan di dalam sirih besar tersebut.

Mengundang/Meu Uroh. Dalam budaya Aceh mengundang secara langsung ke rumah-rumah dinamakan Meu Uroh dengan membawa Puan/bate dan sirih. Sebelum mengundang memberi sirih terlebih dahulu kepada orang rumah yang diundang, baru kemudian menyampaikan maksud kedatangannya.

 Intat Linto atau Dara Baro. Intat linto atau darabaro (pengantin pria atau wanita) juga harus ada dua macam sirih, yaitu sirih linto itu bentuk rangkaiannya lebih besar, dan dibentuk berbagai macam kreasi seni, selain sirih linto juga ada sirih batee yang di dalam puan berfungsi untuk menyambut dan menerima bisan/besan dimana saat menerima pengantin orang yang dituakan di kedua belah pihak yang memegang sirih, biasanya ibu-ibu, kemudian saling menukar sirih, setelah itu pengantin dan rombongan diperkenankan masuk. Ada beberapa daerah dahulunya jika tidak ada sirih, maka pengantin dan rombongan tidak diperkenankan masuk.

Selain untuk prosesi adat,  sirih juga sering digunakan sebagai obat tradisional, dan lain-lain.  Penggunaan sirih dalam budaya tidak hanya ada di Aceh, tetapi juga hampir di seluruh nusantara, seperti di Sumatra Utara, Padang, Riau, bahkan sampai ke NTT.

Selayaknya kita mau mempromosikan dan melestarikan salah satu budaya melalui daya tarik jajaran penjual sirih sebagai warisan budaya Aceh agar tidak tergilas dengan budaya luar yang sangat kencang merambah Negara kita.

Pat ranub yang hana mirah, pat peuneurah yang hana bajoe, pat tulisan yang na salah, tulong peume’ah mangat bek rugoe. 

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
BUKU ITU AKU SIMPAN

BIARKAN CEMARA MENDESAU

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00