POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Israel

Update Kondisi Kota Tel Aviv Usai Dibombardir Iran

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
April 11, 2026
in Israel, # Revolusi Iran, #Perang, Iran
0
de951bcc-af3b-4c2a-9eec-3c23625890a5

Oleh Rosadi Jamani 

Saya udah membahas kondisi Qatar dan UEA di tulisan sebelumnya. Ada follower minta, “Bang, bahas juga dong kondisi kota Tel Aviv.” Baik, demi follower yang selalu kepo, saya tampilkan potret terkini ibu kota Israel itu yang dibombardir Iran siang dan malam. Simak sambil seruput Koptagul, wak!

Di malam yang harusnya damai di Tel Aviv, sirene meraung bukan lagi sekadar peringatan, tapi seperti ratapan panjang yang tak pernah selesai. Kota yang dulu hidupnya seperti pesta tak pernah bubar, kini berubah jadi panggung tragedi yang diputar ulang tanpa jeda. Langit bukan lagi tempat bintang berkelip, tapi jalur lintasan rudal yang datang seperti tak punya rasa kasihan.

Baca Juga
  • 01
    #Perang
    Perang Atas Nama Narkoba
    03 Jan 2026
  • Update Kondisi Kota Tel Aviv Usai Dibombardir Iran - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Israel | Potret Online
    #Perang
    Dari Aceh Melihat Dunia: Iran, Ramadan, dan Tatanan Global Baru di Tengah Hegemoni Barat
    10 Mar 2026

Rudal balistik dari Iran sejak akhir Februari hingga awal April 2026 jatuh berulang kali, seperti tak pernah kehabisan amarah. Di Ramat Gan, puing berserakan seperti kenangan yang pecah berkeping. Di Petah Tikva, rumah-rumah bukan lagi tempat pulang, tapi saksi bisu kehancuran. Di Bnei Brak, air meluap dari pipa yang pecah, bukan sekadar banjir, tapi seperti kota itu menangis, air matanya menggenang di jalanan.

Ironisnya menusuk sampai ke tulang. Infrastruktur yang dibangun dengan kebanggaan kini tumbang tanpa upacara. Di Rosh HaAyin, listrik mati-hidup seperti harapan yang tak stabil. Gangguan menjalar ke pusat kota, membuat malam makin gelap, bukan karena lampu mati saja, tapi karena rasa aman ikut padam.

Baca Juga
  • Update Kondisi Kota Tel Aviv Usai Dibombardir Iran - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | Israel | Potret Online
    # Kebijakan Trump
    Dunia dalam Eskalasi: Ketika Rakyat Menjadi Korban Ambisi Para Penguasa
    26 Jun 2025
  • Update Kondisi Kota Tel Aviv Usai Dibombardir Iran - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Israel | Potret Online
    Artikel
    Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia
    29 Mar 2026

Bandara Ben Gurion yang dulu jadi gerbang dunia, kini seperti pintu yang setengah tertutup. Penumpang dibatasi, penerbangan dibatalkan, tiket melonjak seperti harga keputusasaan. Bahkan, pesawat pribadi pun tak luput dari serpihan rudal, langit yang dulu bebas kini berubah jadi ruang yang penuh ancaman.

Warga? Jangan ditanya. Mereka berlari ke bunker bukan lagi karena panik sesaat, tapi karena itu sudah jadi rutinitas. Malam bukan untuk istirahat, tapi untuk bertahan. Ledakan demi ledakan tak selalu mematikan, tapi cukup untuk meremukkan batin. Luka ringan di tubuh mungkin sembuh, tapi luka di kepala, itu menetap, diam, tapi menghantui.

Baca Juga
  • 01
    Indonesia
    Lolosnya U20 Israel & Pertaruhan Kedaulatan Bangsa Indonesia
    22 Mar 2023
  • 149325e4-773e-48dc-8fba-3df68e46d0c8
    #Dubai
    Perkembangan Terkini Qatar dan UEA Terkena Imbas Perang
    05 Apr 2026

Nuan bayangkan! Orang-orang yang dulu santai di kafe, menyeruput kopi dengan tawa kecil, kini minum sambil menghitung detik menuju shelter. Hidup malam berubah jadi wisata ke bunker. Di media sosial, keluhan mengalir deras. Video ledakan, mobil terbakar, air meluap, dan satu kalimat yang terus berulang, “Kami masih di sini, tapi entah sampai kapan.”

Ada yang marah pada pemerintah. Ada yang turun ke jalan menolak perang. Ada yang diam, karena lelah. “Rutinitas baru kami, sirene, ledakan, dan harapan palsu.” Mereka tahu itu pahit, tapi tetap diucapkan, mungkin supaya tidak sepenuhnya hancur.

Ekonomi? Jangan harap berdiri tegak. Biaya perang membengkak tiap minggu seperti luka yang tak dijahit. Tenaga kerja tersedot ke militer, sekolah tutup, orang-orang absen bukan karena malas, tapi karena takut. Pariwisata lumpuh, kartu kredit sepi, sektor teknologi yang dulu jadi kebanggaan ikut goyah. “Startup Nation” perlahan terdengar seperti ironi, lebih dekat ke “Shutdown Nation,” wak.

Yang paling sunyi adalah luka di kepala manusia. Stres jadi teman tidur. Cemas jadi napas harian. Kurang tidur, sulit fokus, trauma menumpuk seperti debu yang tak pernah disapu. Anak-anak tumbuh bukan dengan mimpi, tapi dengan suara sirene. Orang dewasa berpura-pura kuat, padahal retaknya sudah sampai ke dalam.

Tentang eksodus besar? Belum jadi gelombang besar, tapi retaknya sudah terasa. Profesional mulai pergi pelan-pelan. Dokter, pekerja teknologi, mereka yang bisa memilih, mulai memilih pergi. Yang tinggal? Bertahan, bukan karena kuat, tapi karena tak punya pilihan lain.

Saat kita melihat semua ini, sulit untuk tidak mengingat Gaza Strip. Luka yang sama, hanya lokasi berbeda. Ledakan yang sama, hanya arah berbeda. Tangisan yang sama, hanya bahasa berbeda.

Tragedi ini tak lagi punya wajah tunggal. Ia menyebar, menempel pada siapa saja yang hidup di dalamnya. Dua sisi yang sama-sama berdarah, sama-sama kehilangan, sama-sama lelah.

Begitulah wak. Dunia yang katanya maju ini, masih saja gagal menjaga hal paling sederhana, rasa aman untuk pulang ke rumah. Selama lingkaran ini terus berputar, yang tersisa hanya satu, manusia yang pelan-pelan hancur, tanpa pernah benar-benar tahu, untuk apa semua ini.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

#camanewak

#jurnalismeyangmenyapa

#JYM

Previous Post

Apa Yang Terjadi Denganmu  Setelah Ramadhan Berakhir?

Next Post

Tapaktuan Nan Elok

Next Post
IMG_4033

Tapaktuan Nan Elok

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah