Oleh : Bunga Kusuma Putri*
Ketika dunia memelukku dengan sunyi,
dan malam turun tanpa cahaya,
aku berdiri di lorong kegelapan,
mencari arah yang entah di mana.
Langkahku ragu, hatiku rapuh,
seolah harapan mulai menjauh.
Namun di tengah pekatnya malam,
ada satu hangat yang tak pernah padam.
Itulah ibu—
dengan tangan lembut yang menggenggam,
dengan suara tenang seperti doa malam,
yang menuntunku pulang dari gelap yang dalam.
Di dalam gelap aku tetap bahagia,
sebab ibu ada di sisiku.
Walau dunia meredupkan cahayanya,
ibu tetap menjadi pelita hidupku.
Jika suatu hari semua terang menghilang,
dan aku tersesat dalam sepi,
aku tahu satu hal yang takkan hilang:
ibu selalu menjadi cahaya di hati.
*Penulis merupakan peserta tantangan menulis Sigupai Mambaco 2026 periode Maret
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini




















Discussion about this post