Siswa Kelas XII C SMA Negeri 1 Peudada, Bireun, Aceh
Satu Gadis Jutaan Tuntutan
selamat datang di dunia penuh caci cela
dimana para gadis selalu dituntut sempurna
katanya anak gadis tidak boleh memiliki bekas luka
tidak boleh berbadan berat
dan tidak boleh bermuka masam
aturan aturan egois tak terkira
tak adil untuk kami sebelah pihak
berdamai dengan diri sendiri tidaklah mudah
ingin rasanya berteriak mengatakan
‘kami juga manusia bebas’
dimana tempat bersandarkan kepala
ini sangat kejam untuk kami para wanita
mereka menuntut sempurna
sedang mereka tak mampu mencapai setengahnya
kapsul putih berasa pahit
membuat kenangan masa depan ikut terhempit
mataku tak sipit
bisa ku rasa mereka selalu mencaci
tangan ku hanya dua
tak bisa ku guna untuk menutup mulut mereka
letakkan disamping kepala
tutup telinga dari suara mereka yang tak sepadan
acuhkan perhatianmu dari mereka
kita sempurna dengan versi kita
tak perlu tuntutan mereka
kita sempurna, kita adalah kita
Putri Nanda Roswati
Kelopak Duri Tak Setangkai
kita sama namun tak satu
atau memang tak pernah bersatu
kelopakmu bisa menjadi mawar indah
dan duriku menjadi rumput liar tak diagung
kita di kenyataan yang sama
namun entah mengapa rasanya jauh tertinggal
kelopak indah mu sangat dipuja
sedang duriku selalu dianggap mengancam
senyummu seindah itu
siapa yang tak tersipu malu
tatapanmu seteduh itu
siapa yang tak tenang memandangmu
hadirku dijauhkan
suaraku selalu dipaksa ku bungkam
tangis sedu yang sayu
dengarlah suara tangisku
aku sehancur ini semua tampak acuh
tunjukkan cara agar si kumuh diberi berteduh
Putri Nanda Roswati
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini














