HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025
Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025
Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pelayanan Akses Kesehatan di Nabire Provinsi Papua Tengah Masih Minim

Redaksi by Redaksi
Maret 27, 2026
in # Ironi, # Book Opinion, # Kebijakan Trump, # Penyakit, # Predator Anak, #Minyak Global, Kesehatan, Kesehatan Mental
Reading Time: 4 mins read
0
ChatGPT Image 27 Mar 2026, 08.43.09
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Gergorius Nokuwo

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, mulai dari tingkat individu hingga kelompok seperti suku, bangsa, dan negara. Ketika kita membahas kesehatan, kita sejatinya sedang berbicara tentang kehidupan dan kematian manusia, sejak dari embrio hingga lanjut usia.

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026

Eskalasi dan Keseimbangan: Menimbang Ulang Kekuatan, Pembalasan, dan Perdamaian di Timur Tengah

Maret 26, 2026
Perang Iran -Israel dan Rapuhnya Pasar Minyak Global

Perang Iran -Israel dan Rapuhnya Pasar Minyak Global

Maret 25, 2026

Pada realitanya, kesehatan adalah sesuatu yang hakiki dalam kehidupan. Di satu sisi, kesehatan yang baik akan menciptakan kualitas hidup yang baik. Sebaliknya, kesehatan yang buruk akan melahirkan kehidupan yang penuh keterbatasan dan penderitaan.

Secara yuridis, negara Indonesia telah mengatur hak atas kesehatan dalam Pasal 28H Ayat (1) UUD 1945. Artinya, setiap warga negara berhak mendapatkan fasilitas dan akses layanan kesehatan yang mudah, layak, dan berkualitas. Pelayanan kesehatan bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak dasar setiap individu.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Masih banyak masyarakat Papua, khususnya di Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah, yang belum dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas. Kekurangan pelayanan kesehatan di Nabire berdampak signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Tidak sedikit pasien yang datang berobat ke rumah sakit umum di Siriwini dengan harapan sembuh, tetapi justru berakhir dengan kematian. Inilah realita yang terjadi di Papua, khususnya di Nabire.

Jika dilihat dari kondisi geografis, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Papua adalah bagian dari Indonesia yang terletak di wilayah timur. Secara jumlah, fasilitas kesehatan di Indonesia memang sudah cukup banyak. Namun secara pemerataan, masih belum merata di setiap daerah.

Akibatnya, akses pelayanan kesehatan di Papua, khususnya Nabire, masih menjadi persoalan yang sangat serius. Hal ini terjadi baik di wilayah pelosok maupun perkotaan, yang seringkali disebabkan oleh keterlambatan penanganan medis serta berbagai kendala sistemik dan teknis.

ADVERTISEMENT

Beberapa daerah terpencil masih mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan. Di Nabire sendiri, RSUD Siriwini masih memiliki banyak kekurangan, baik dari segi sarana maupun prasarana. Berikut beberapa kendala utama yang dihadapi:

1. Kekurangan Dokter Spesialis

Kehadiran dokter spesialis yang selalu siap siaga di rumah sakit merupakan harapan besar bagi masyarakat. Dokter spesialis dapat menjadi penentu keselamatan pasien dalam kondisi kritis.

Namun kenyataannya, RSUD Siriwini Nabire masih kekurangan dokter spesialis. Hal ini terbukti dari beberapa kasus yang terjadi.

Pada Kamis, 11 September 2025, seorang pasien bernama Maria Tekege meninggal dunia setelah menjalani dua kali operasi usus dalam waktu berdekatan. Keluarga menduga kematian tersebut disebabkan oleh keterlambatan penanganan medis serta tidak adanya dokter spesialis yang siaga.

Kasus lain dialami oleh Oktovianus Degei yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Kalibobo. Kakinya patah dan sempat dirawat di RSUD Siriwini. Namun karena tidak ada dokter spesialis yang menangani, pasien harus dirujuk ke Timika beberapa hari kemudian.

Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan lemahnya tata kelola layanan kesehatan di Nabire, khususnya dalam hal ketersediaan tenaga medis spesialis.

2. Kekurangan Fasilitas Kesehatan

Untuk menciptakan layanan kesehatan yang baik, dibutuhkan fasilitas yang memadai, mulai dari alat sederhana hingga peralatan medis yang kompleks.

Namun di Nabire, fasilitas kesehatan masih sangat terbatas. Banyak masyarakat yang akhirnya memeriksa kesehatan di puskesmas terdekat seperti Puskesmas Kalibobo, Wonorejo, SP2, dan Karang Tumaritis.

Selain itu, belum adanya rumah sakit jiwa di Nabire menyebabkan banyak penderita gangguan mental tidak mendapatkan penanganan yang layak. Hal ini menjadi perhatian serius masyarakat yang terus mendesak pemerintah untuk mempercepat penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai.

3. Kekurangan Obat-obatan

Ketersediaan obat-obatan merupakan faktor penting dalam pelayanan kesehatan. Kekurangan obat dapat berdampak langsung pada keselamatan pasien.

Di RSUD Siriwini Nabire, ketersediaan obat masih sangat terbatas. Banyak pasien yang setelah menjalani operasi justru dirujuk untuk membeli obat di luar, bahkan di klinik tertentu dengan harga yang cukup mahal.

Contohnya, pasien operasi mata harus membeli obat dengan harga berkisar antara Rp100.000 hingga Rp500.000 per papan. Hal ini menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat.

Sebagian masyarakat menilai kekurangan obat disebabkan kurangnya perhatian pemerintah pusat. Namun, ada juga yang menduga bahwa kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu sebagai lahan bisnis.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka dampaknya akan semakin luas. Keterbatasan fasilitas dan akses kesehatan dapat meningkatkan risiko penyakit, angka kematian ibu dan anak, masalah gizi, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat Papua secara keseluruhan.

Oleh karena itu, kami sebagai masyarakat Papua menghimbau kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk memberikan perhatian serius terhadap sektor kesehatan. Masalah ini bukan hal sepele, melainkan persoalan mendasar yang menyangkut kehidupan manusia.

Peningkatan fasilitas, tenaga medis, serta distribusi obat-obatan harus menjadi prioritas utama. Dengan demikian, kejadian-kejadian serupa tidak terus berulang di masa depan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 242x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 217x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 201x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 171x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 140x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #Artikel#OpiniArticleJajakPendapatjalal-jalanMembacaMenulisPolitik InternasionalPOTRETTadarusText-to-ImageYou.com
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Islam

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

Maret 13, 2026
Islam

Tadarus – Surah Al-Baqarah ayat 11

Maret 10, 2026
Islam

Tadarus – At-Taubah Ayat 103

Maret 8, 2026
Islam

Tadarus – QS. Al-Baqarah : 164

Maret 7, 2026
Next Post
Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Tulisan

© 2026 potretonline.com