HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Di Antara Idealisme dan Honorarium: Potret Memalukan dalam Praktik Kolegalitas Akademik

Redaksi by Redaksi
Maret 17, 2026
in # Ironi, Dosen, Perguruan tinggi
Reading Time: 3 mins read
0
Di Antara Idealisme dan Honorarium: Potret Memalukan dalam Praktik Kolegalitas Akademik
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Nuriman Abdullah, M.Ed. Ph.D
Dosen UIN Sultanah Nahrasiah Lhokseumawe


Di balik bahasa formal tentang pemerataan beban mengajar dan semangat kolegalitas, tersembunyi realitas pahit bahwa distribusi mata kuliah telah menjadi ajang perebutan honorium yang dibungkus dengan jubah idealisme akademik. Inilah wajah buram di beberapa perguruan tinggi yang jarang dibicarakan, namun praktiknya berlangsung setiap semester.

Baca Juga

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026

Apa Kata Dunia?

Maret 13, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Februari 26, 2026


Di permukaan, kolegalitas tampil sebagai nilai luhur. Namun di balik meja rapat, kolegalitas telah bermetamorfosis. Mata kuliah yang otomatis menghasilkan honorium besar, menjadi rebutan. Sementara mata kuliah yang secara finansial tidak menguntungkan, justru menjadi “wilayah buangan” yang diberikan kepada dosen yang tidak punya pengaruh.


Ironisnya, semua ini dilakukan dengan senyuman dan jabat tangan. Politik kolegalitas yang sesungguhnya adalah politik dagang sapi kau beri aku mata kuliah strategis, aku dukung kebijakanmu di rapat senat. Kau dapat jatah besar semester ini, semester depan giliranku. Transaksi ini berlangsung halus, tanpa surat kontrak, namun lebih mengikat daripada dokumen formal mana pun.


Ketika dosen tertentu mendapatkan mata kuliah dengan honor besar bertahun-tahun, itu disebut “kontinuitas pengajaran”. Ketika dosen lain hanya mendapat mata kuliah pengantar dengan honor kecil, itu disebut “kaderisasi” atau “penyegaran”.


Idealisme juga dipakai untuk membungkam kritik. Dosen yang berani mempertanyakan ketimpangan distribusi akan dituduh “tidak punya semangat pengabdian”, atau “mengganggu harmoni kolegial”.

Dalam iklim seperti ini, keberanian berbicara tentang keadilan honorium dianggap sebagai dosa akademik. Padahal, di balik tuduhan itu, tersembunyi kepentingan ekonomi segelintir orang yang mempertahankan status quo.


Tidak ada dosen yang hidup dari udara. Honorium mengajar adalah bagian penting dari penghasilan. Ketika distribusi mata kuliah tidak adil, yang terjadi adalah ketimpangan ekonomi di antara para pengajar. Ada dosen yang hidup berkecukupan dari honor per semester, sementara yang lain harus pontang-panting mencari tambahan di luar kampus untuk meningkatkan kenerja.

ADVERTISEMENT


Dosen yang dekat dengan pimpinan menikmati “zona nyaman” dengan mata kuliah andalan yang tidak pernah berpindah tangan. Sementara dosen yang kritis justru dipaksa menjadi “guru keliling” dengan mata kuliah yang berpindah-pindah, tanpa kesempatan membangun kedalaman di bidang tertentu.


Yang lebih memprihatinkan, pertimbangan honorium seringkali mengalahkan pertimbangan kompetensi. Seorang dosen dengan kepakaran di bidang tertentu bisa saja tidak kebagian mata kuliah yang sesuai karena mata kuliah itu sudah “dikuasai” oleh kelompok tertentu selama bertahun-tahun.

Sebaliknya, dosen yang tidak memiliki kompetensi di suatu bidang bisa terus mengampunya karena “sudah biasa” dan tentu saja karena honoriumnya tidak ingin dilepaskan.


Politik kolegalitas yang berorientasi honorium menciptakan dampak ganda yang menghancurkan. Dari sisi akademik, mahasiswa menjadi korban karena tidak mendapatkan pengajar terbaik di bidangnya. Kualitas pembelajaran menurun, penguasaan materi dangkal, dan pada akhirnya kompetensi lulusan terdegradasi.


Dari sisi ekonomi, praktik ini menciptakan ketidakadilan struktural di kalangan dosen. Mereka yang seharusnya fokus mengembangkan diri justru disibukkan dengan urusan mencari mata kuliah tambahan di luar. Kesenjangan ekonomi memicu iri hati, merusak solidaritas, dan mengubah hubungan kolegial menjadi hubungan transaksional.

Kesimpulan


Kolegalitas tanpa keadilan hanyalah kolusi yang dibalut kesopanan. Idealisme tanpa keberpihakan pada kesejahteraan adalah kemunafikan kelas menengah. Perguruan tinggi tidak bisa terus mempertahankan praktik distribusi mata kuliah yang timpang dengan dalih nilai-nilai luhur, sementara di belakangnya terjadi perebutan honorium yang tidak sehat.


Integritas akademik dan keadilan honorium adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Jika dosen diperlakukan tidak adil secara ekonomi, bagaimana mungkin mereka dapat mengajar dengan penuh idealisme? Jika distribusi mata kuliah didasarkan pada kedekatan, bagaimana mungkin kualitas akademik dapat dipertahankan?


Oleh sebab itu, sudah waktunya membuka tabir politik kolegalitas yang selama ini menyelimuti distribusi mata kuliah. Biarkan cahaya transparansi masuk, agar yang tersisa hanya kompetensi dan keadilan bukan kepentingan dan kemunafikan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 285x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 213x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 180x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 148x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Esai

Separuh Nafas Untuk Paruh Waktu

Maret 17, 2026
#Ekonomi

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis
#Korban Bencana

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
Next Post

Separuh Nafas Untuk Paruh Waktu

Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com