• Latest
Impor 105 Ribu Pick-Up CBU dari India: Jalan Pintas yang Mengancam Industrialisasi Nasional - IMG_0020 | #Ekonomi | Potret Online

Impor 105 Ribu Pick-Up CBU dari India: Jalan Pintas yang Mengancam Industrialisasi Nasional

Februari 23, 2026
0230d2bd-6709-4ccd-ae98-dc801bab2406

16 Mahasiswa Otak Mesum, Nama Baik UI Tercemar

April 14, 2026
6f8634d9-e3b0-4e1b-9d2d-1d4bc1d8a261

Dari Bunyi Menuju Makna: Arsitektur Bahasa dalam Logika Nahwu

April 14, 2026
90e31710-77d8-4737-96a8-75d78fe59c67

Kritikus, Antikritik dan Kritik

April 14, 2026
Ilustrasi dampak media sosial terhadap prasangka dan hate speech di masyarakat

Pengaruh Media Sosial terhadap Munculnya Prasangka di Era Digital

April 14, 2026
0b2db6ac-08b6-4789-b368-c7c84039b754

Tuhan-Tuhan Kecil di Meja Bulat

April 14, 2026
e8ea71e6-33f0-472e-8465-849eb085fb0a

Catatan Kebudayaan Din Saja

April 14, 2026
24620c68-3a39-4e5f-a120-86ff859eb00d

Pemimpin di Tengah Badai, Mengapa Peran Kepala Sekolah Begitu Vital?

April 14, 2026
IMG_0763

Banyumas Membuka Jalan

April 14, 2026
Selasa, April 14, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Impor 105 Ribu Pick-Up CBU dari India: Jalan Pintas yang Mengancam Industrialisasi Nasional

Redaksi by Redaksi
Februari 23, 2026
in #Ekonomi, #Krisis Ekonomi, India, Indonesia, Otomotif
Reading Time: 2 mins read
0
Impor 105 Ribu Pick-Up CBU dari India: Jalan Pintas yang Mengancam Industrialisasi Nasional - IMG_0020 | #Ekonomi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Didik J. Rachbini

Rencana impor 105 ribu kendaraan niaga pick-up secara utuh (CBU) dari India mencerminkan ketidaksinkronan dalam kepemimpinan ekonomi dan arah industrialisasi nasional. Di tengah komitmen pemerintah memperkuat manufaktur dan hilirisasi, kebijakan jalan pintas ini berpotensi menjadi bentuk deindustrialisasi terselubung. Dalam jangka pendek mungkin tampak praktis, tetapi dalam jangka panjang justru melemahkan fondasi industri nasional.

Secara makroekonomi, impor dalam skala besar berisiko menekan neraca perdagangan dan memperberat neraca pembayaran. Indonesia selama ini telah mengekspor kendaraan bermotor ke berbagai negara dalam jumlah signifikan—lebih dari 500 ribu unit per tahun. Strategi menjadikan Indonesia sebagai basis produksi otomotif regional bisa tergerus jika pasar domestik justru dibanjiri produk CBU dari luar negeri. Negara yang sedang membangun kapasitas produksi berisiko berubah menjadi sekadar pasar bagi produsen asing.

🔥 Artikel Terkait
1
Majalah Anak Cerdas Itu Mencerdaskan
Februari 2, 2018
INDONESIA GLOWING - db002c5c fbd2 4cf6 95ba 47240fcaf373 | Essay | Potret Online 2
INDONESIA GLOWING
Maret 22, 2025
3
Pendidikan dan Middle Income Trap
November 30, 2021
Masa Depan Indonesia: Optimisme di Tengah Guncangan Global - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | #Ekonomi | Potret Online 4
Masa Depan Indonesia: Optimisme di Tengah Guncangan Global
Mei 12, 2025

Dari sisi industri, kebijakan ini menciptakan preseden yang berbahaya: industri domestik dapat dikorbankan demi solusi cepat. Padahal, dalam dua dekade terakhir industri otomotif Indonesia berkembang menjadi basis produksi regional dan eksportir global. Masuknya impor dalam jumlah besar berpotensi menurunkan utilisasi pabrik, menekan volume produksi, serta melemahkan daya saing yang telah dibangun melalui investasi besar dan penguatan rantai pasok.

Lebih jauh, kebijakan ini menunjukkan inkonsistensi strategi industrialisasi. Pemerintah secara simultan mendorong peningkatan TKDN, investasi manufaktur, dan penguatan ekosistem industri, tetapi di sisi lain membuka pintu impor massal kendaraan secara utuh. Inkonsistensi seperti ini menciptakan ketidakpastian bagi investor, baik domestik maupun asing, serta berisiko menggerus kredibilitas kebijakan industri jangka panjang.

Karena itu, pemerintah perlu meninjau ulang dan membatalkan rencana impor tersebut. Kebijakan industri harus konsisten dan strategis, dengan memprioritaskan produksi domestik, terutama dalam pengadaan pemerintah. Dana publik dan penerimaan pajak semestinya digunakan untuk memperkuat industri nasional, mendorong investasi kendaraan niaga lokal, dan memastikan agenda hilirisasi berjalan secara berkelanjutan.

Industrialisasi bukan sekadar slogan, melainkan komitmen jangka panjang. Jalan pintas yang melemahkan kapasitas produksi nasional akan menjadi beban struktural di masa depan.

🔥 Artikel Terkait
1
Majalah Anak Cerdas Itu Mencerdaskan
Februari 2, 2018
INDONESIA GLOWING - db002c5c fbd2 4cf6 95ba 47240fcaf373 | Essay | Potret Online 2
INDONESIA GLOWING
Maret 22, 2025
3
Pendidikan dan Middle Income Trap
November 30, 2021
Masa Depan Indonesia: Optimisme di Tengah Guncangan Global - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | #Ekonomi | Potret Online 4
Masa Depan Indonesia: Optimisme di Tengah Guncangan Global
Mei 12, 2025

Didik J. Rachbini
Rektor Universitas Paramadina

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Impor 105 Ribu Pick-Up CBU dari India: Jalan Pintas yang Mengancam Industrialisasi Nasional - 46fdcbd0 c409 46a0 b8aa 069290ecd146 | #Ekonomi | Potret Online

Timor Leste yang Ingin Jadi Singapura, Apa Kabarnya Sekarang?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com