POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Khamenei Akui Sendiri Jumlah Korban Mencapai Ribuan

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
January 19, 2026
Khamenei Akui Sendiri Jumlah Korban Mencapai Ribuan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Kita bahas soal Iran lagi. Sebab, banyak minta update. Cuma, kalau sudah bahas Iran, harus siapkan Koptagul, wajib! Sebab, war netizen dipastikan terjadi. Simak narasinya, wak

Iran hari ini bukan sedang krisis, tapi sedang ujian nasional kejujuran politik tingkat dewa. Setiap kali media Barat menulis angka korban demo di Iran, ratusan, ribuan, jawabannya selalu sama, konsisten, hafalan sejak zaman dinosaurus geopolitik, pasti propaganda Barat. Hoaks imperialis. Narasi Zionis. Produk pabrik CIA yang dikemas ulang oleh CNN. Pokoknya kalau yang menyebut angka itu bukan Teheran, maka otomatis salah, sesat, dan layak dibantah sambil mengepalkan tinju ideologis.

Masalahnya, babak Januari 2026 ini agak lain. Yang berbicara bukan HRW, bukan Amnesty, bukan jurnalis nakal Barat yang dituduh dibayar dolar. Yang berbicara adalah Ayatollah Ali Khamenei sendiri, Pemimpin Tertinggi Iran, orang yang kalau sudah bicara biasanya dianggap bukan opini, tapi wahyu politik. Dalam pidatonya pada Sabtu, 17 Januari 2026, Khamenei secara terbuka mengakui, korban jiwa demo Iran mencapai ribuan orang. Ribuan, wak. Bukan “katanya”, bukan “diduga”, tapi disebut langsung dari podium kekuasaan tertinggi Republik Islam.

Tentu saja, pengakuan ini tidak datang telanjang. Ia datang mengenakan jubah konspirasi global full set. Menurut Khamenei, ribuan korban itu bukan akibat inflasi yang meroket, bukan karena biaya hidup yang mencekik, bukan karena sistem ekonomi yang bikin rakyat megap-megap. Penyebabnya jelas dan rapi, mereka yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat. Bahkan Khamenei secara eksplisit menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai kriminal dan menuding keterlibatan langsung dalam aksi pemberontakan. Demo kali ini, katanya, berbeda karena presiden AS terlibat secara pribadi. Entah lewat Zoom, WhatsApp, atau mimpi buruk para pejabat Iran.

Pernyataan ini menarik. Karena, sebelumnya pemerintah Iran tidak pernah merilis angka resmi korban secara menyeluruh. Selama berminggu-minggu, yang diakui hanya ratusan orang tewas, termasuk dari kalangan pasukan keamanan. Sementara itu, Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS mencatat lebih dari 3.000 orang tewas. Ada pula laporan yang menyebut angka korban jauh lebih tinggi, bahkan ada yang berani menyebut 20.000 orang, meski sulit diverifikasi akibat pemadaman internet nasional. Menurut NetBlocks, konektivitas internet Iran sempat turun hingga sekitar 2 persen dari kondisi normal, membuat verifikasi independen nyaris mustahil.

📚 Artikel Terkait

Memimpin Bangsa dan Pendidikan Yang Tertinggal

Mau Berwirausaha Dengan Modal Kecil, “Why Not?”

Membangun Aceh Carong Yang Beradab dan Bermartabat, Sekadar Impian?

Lumpo

Demo sendiri pecah sejak 28 Desember 2025 di berbagai kota, dipicu oleh inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Namun versi resmi pemerintah menyebut aksi tersebut telah dibajak oleh kelompok kekerasan yang “diperlengkapi, dibiayai, dan dilatih” oleh aktor asing. Hingga pertengahan Januari, otoritas Iran juga mengakui sekitar 3.000 orang ditangkap terkait gelombang protes ini. Vandalisme, perusakan fasilitas umum, dan kerusuhan dijadikan bukti bahwa ini bukan sekadar unjuk rasa ekonomi.

Donald Trump merespons pidato Khamenei dengan gaya khasnya. Ia menyebut sudah saatnya Iran mengganti pemimpin, menuduh Khamenei menghancurkan negaranya sendiri, dan menyebut Iran sebagai tempat terburuk untuk ditinggali di dunia karena kepemimpinan yang buruk. Trump bahkan menyebut Khamenei sebagai orang sakit, sambil mengklaim, kepemimpinan sejati bukan soal ketakutan dan kematian.

Situasi keamanan yang memburuk membuat Selandia Baru dan Slovakia menutup sementara kedutaan besar mereka di Teheran. Seluruh staf diplomatik Selandia Baru dievakuasi melalui penerbangan komersial dan operasional kedutaan dipindahkan ke Ankara. Pemerintah Selandia Baru bahkan melarang warganya bepergian ke Iran dan mendesak yang masih berada di sana untuk segera pergi.

Di sinilah ironi besarnya, wak. Bertahun-tahun angka korban disebut propaganda Barat. Sekarang, ketika angka itu diakui sendiri oleh Pemimpin Tertinggi Iran, dunia justru makin gaduh. Sebab pengakuan ini bukan akhir kebohongan, melainkan awal babak baru: ketika ribuan nyawa resmi diakui tewas, tapi kebenaran tetap dipenjara bersama sinyal internet.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Menggali Makna Banjir

"Aceh dan Lompatan Peradaban: Merumuskan Ketahanan Bencana Berbasis Adat, Ekologi, dan Teknologi Abad 21”

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00