• Latest
Khamenei Akui Sendiri Jumlah Korban Mencapai Ribuan

Khamenei Akui Sendiri Jumlah Korban Mencapai Ribuan

Januari 19, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Khamenei Akui Sendiri Jumlah Korban Mencapai Ribuan

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Januari 19, 2026
Reading Time: 3 mins read
Khamenei Akui Sendiri Jumlah Korban Mencapai Ribuan
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Kita bahas soal Iran lagi. Sebab, banyak minta update. Cuma, kalau sudah bahas Iran, harus siapkan Koptagul, wajib! Sebab, war netizen dipastikan terjadi. Simak narasinya, wak

Iran hari ini bukan sedang krisis, tapi sedang ujian nasional kejujuran politik tingkat dewa. Setiap kali media Barat menulis angka korban demo di Iran, ratusan, ribuan, jawabannya selalu sama, konsisten, hafalan sejak zaman dinosaurus geopolitik, pasti propaganda Barat. Hoaks imperialis. Narasi Zionis. Produk pabrik CIA yang dikemas ulang oleh CNN. Pokoknya kalau yang menyebut angka itu bukan Teheran, maka otomatis salah, sesat, dan layak dibantah sambil mengepalkan tinju ideologis.

Masalahnya, babak Januari 2026 ini agak lain. Yang berbicara bukan HRW, bukan Amnesty, bukan jurnalis nakal Barat yang dituduh dibayar dolar. Yang berbicara adalah Ayatollah Ali Khamenei sendiri, Pemimpin Tertinggi Iran, orang yang kalau sudah bicara biasanya dianggap bukan opini, tapi wahyu politik. Dalam pidatonya pada Sabtu, 17 Januari 2026, Khamenei secara terbuka mengakui, korban jiwa demo Iran mencapai ribuan orang. Ribuan, wak. Bukan “katanya”, bukan “diduga”, tapi disebut langsung dari podium kekuasaan tertinggi Republik Islam.

Tentu saja, pengakuan ini tidak datang telanjang. Ia datang mengenakan jubah konspirasi global full set. Menurut Khamenei, ribuan korban itu bukan akibat inflasi yang meroket, bukan karena biaya hidup yang mencekik, bukan karena sistem ekonomi yang bikin rakyat megap-megap. Penyebabnya jelas dan rapi, mereka yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat. Bahkan Khamenei secara eksplisit menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai kriminal dan menuding keterlibatan langsung dalam aksi pemberontakan. Demo kali ini, katanya, berbeda karena presiden AS terlibat secara pribadi. Entah lewat Zoom, WhatsApp, atau mimpi buruk para pejabat Iran.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Pernyataan ini menarik. Karena, sebelumnya pemerintah Iran tidak pernah merilis angka resmi korban secara menyeluruh. Selama berminggu-minggu, yang diakui hanya ratusan orang tewas, termasuk dari kalangan pasukan keamanan. Sementara itu, Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS mencatat lebih dari 3.000 orang tewas. Ada pula laporan yang menyebut angka korban jauh lebih tinggi, bahkan ada yang berani menyebut 20.000 orang, meski sulit diverifikasi akibat pemadaman internet nasional. Menurut NetBlocks, konektivitas internet Iran sempat turun hingga sekitar 2 persen dari kondisi normal, membuat verifikasi independen nyaris mustahil.

Demo sendiri pecah sejak 28 Desember 2025 di berbagai kota, dipicu oleh inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Namun versi resmi pemerintah menyebut aksi tersebut telah dibajak oleh kelompok kekerasan yang “diperlengkapi, dibiayai, dan dilatih” oleh aktor asing. Hingga pertengahan Januari, otoritas Iran juga mengakui sekitar 3.000 orang ditangkap terkait gelombang protes ini. Vandalisme, perusakan fasilitas umum, dan kerusuhan dijadikan bukti bahwa ini bukan sekadar unjuk rasa ekonomi.

Donald Trump merespons pidato Khamenei dengan gaya khasnya. Ia menyebut sudah saatnya Iran mengganti pemimpin, menuduh Khamenei menghancurkan negaranya sendiri, dan menyebut Iran sebagai tempat terburuk untuk ditinggali di dunia karena kepemimpinan yang buruk. Trump bahkan menyebut Khamenei sebagai orang sakit, sambil mengklaim, kepemimpinan sejati bukan soal ketakutan dan kematian.

Situasi keamanan yang memburuk membuat Selandia Baru dan Slovakia menutup sementara kedutaan besar mereka di Teheran. Seluruh staf diplomatik Selandia Baru dievakuasi melalui penerbangan komersial dan operasional kedutaan dipindahkan ke Ankara. Pemerintah Selandia Baru bahkan melarang warganya bepergian ke Iran dan mendesak yang masih berada di sana untuk segera pergi.

Di sinilah ironi besarnya, wak. Bertahun-tahun angka korban disebut propaganda Barat. Sekarang, ketika angka itu diakui sendiri oleh Pemimpin Tertinggi Iran, dunia justru makin gaduh. Sebab pengakuan ini bukan akhir kebohongan, melainkan awal babak baru: ketika ribuan nyawa resmi diakui tewas, tapi kebenaran tetap dipenjara bersama sinyal internet.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Menggali Makna Banjir

"Aceh dan Lompatan Peradaban: Merumuskan Ketahanan Bencana Berbasis Adat, Ekologi, dan Teknologi Abad 21”

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com