Ada tangan di jendela
meniup seruling
berhamburan nota
bagai dedaun kering
tak sempat dibaca.
Pemain angin tanpa tubuh
memulang gema yang patah
menyusup liang batu
ke telinga langit
Ia terus meniup
retak bayang di lantai
menari dalam orkestra
tanpa bunyi.
Di hujung malam
angin terkoma
seruling jatuh ke bumi
apakah aku sekadar penonton
atau akukah sebenarnya
pemain itu?
ASMUI MUSTAPA
Pahang, Malaysia.
10.7.2025
ombak memecah wajah
tanpa kulit
tanpa nama
ikan berbicara
dalam bahasa kaca
pecah di telinga
meninggalkan gema asin
aku berenang
dalam bayangan sendiri
setiap riak
adalah topeng baharu
yang menolak wajahku
semakin jauh.
ASMUI MUSTAPA
Pahang, Malaysia
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 353x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 319x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.











