POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Literasi di Jalanan Blora

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
August 4, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah dan Ketua Satupena Kabupaten Blora

Pagi itu, matahari baru saja mengintip dari balik pepohonan ketika saya melangkah ke kawasan Car Free Day (CFD) di pusat Kabupaten Blora. Udara segar dan suasana yang riuh penuh semangat menyambut langkah kaki para pengunjung. Namun, satu pemandangan membuat saya tertegun lebih lama, yakni sekumpulan anak-anak duduk bersila, tenggelam dalam dunia cerita yang tersaji dalam lembaran buku.

Mereka tidak sedang bermain gawai atau sibuk dengan permainan daring, melainkan larut dalam aktivitas membaca buku-buku anak yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora. Stand yang sederhana, namun penuh warna itu menjadi magnet kuat bagi anak-anak dan orang tua yang hadir.

Inilah wajah baru dari gerakan literasi di Blora. Melalui inovasi yang dikembangkan oleh Kepala DPK, Mohamad Toha Mustofa, literasi tidak lagi dibatasi oleh ruang kelas atau dinding perpustakaan. Buku-buku kini hadir di tengah masyarakat, menjumpai pembaca di jalanan, di ruang publik yang semarak, seperti dalam momen CFD yang rutin digelar setiap pekan.

DPK Blora dengan tekun memanfaatkan momentum CFD sebagai media transformasi budaya baca. Di saat banyak orang lebih memilih berolahraga atau sekadar berswafoto, stand literasi justru menjadi tempat bertumbuhnya kecintaan terhadap ilmu dan pengetahuan. Buku tidak hanya dipamerkan, tapi juga dibaca, didiskusikan, dan bahkan dibacakan dengan semangat oleh para relawan dan petugas.

Yang paling menyentuh adalah antusiasme anak-anak sekolah dasar yang berbondong-bondong mendekat, memegang buku, lalu tenggelam dalam kisah-kisah yang mereka pilih sendiri. Dari cerita rakyat, fabel, hingga ensiklopedia anak, semuanya menjadi pintu masuk bagi rasa ingin tahu yang tidak terbendung. Seorang bocah bahkan terlihat mencatat sesuatu di buku kecilnya, barangkali menyusun daftar bacaan yang ingin ia selesaikan minggu depan.

DPK Blora tak hanya berhenti di situ. Inovasi juga tampak dari keberadaan pojok baca ramah anak, meja datar yang penuh dengan buku pilihan, hingga permainan edukatif berbasis literasi. Semua dirancang untuk membangun kebiasaan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan, bukan sebagai kewajiban semata.

📚 Artikel Terkait

Falsafah Perang adalah Penentu Kemenangan

Setahun Sekali

Mendamba Presiden Pro Perempuan dan Keberagaman

Gelombang yang Menjadi Buih di Tepian

Kepala DPK, Mohamad Toha Mustofa, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya membawa literasi lebih dekat dengan masyarakat. Ia menyadari bahwa membangun budaya baca tidak bisa hanya mengandalkan perpustakaan yang menunggu dikunjungi. Justru perpustakaanlah yang harus keluar, menjemput pembacanya di ruang-ruang publik.

Langkah ini menjadi bukti bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, melainkan tentang upaya menyemai kesadaran dan cinta terhadap ilmu. Buku menjadi medium untuk membuka cakrawala, dan CFD menjadi panggung bagi misi besar ini. Tidak mengherankan bila banyak orang tua mengapresiasi inisiatif DPK Blora, karena kegiatan ini menyatukan antara hiburan dan pembelajaran dalam satu ruang yang bersahabat.

Melihat anak-anak membaca di tengah keramaian jalanan, di bawah sinar matahari pagi, mengingatkan saya bahwa harapan itu nyata. Di tengah arus digitalisasi yang kadang melenakan, masih ada upaya-upaya konkret yang menyalakan lentera literasi. DPK Blora telah menunjukkan bahwa dengan semangat dan kreativitas, perubahan bisa dimulai dari tempat yang sederhana.

Setiap akhir pekan, stand literasi DPK menjadi semacam oasis di tengah hiruk pikuk CFD. Di sana, bukan hanya anak-anak yang mendapat manfaat, tetapi juga remaja, orang tua, bahkan lansia yang sesekali berhenti dan membuka satu dua halaman buku. Semua larut dalam pengalaman yang jarang ditemui di hari-hari biasa.

Gerakan literasi di Blora ini patut menjadi inspirasi bagi daerah lain. Car Free Day tidak hanya menjadi ruang untuk aktivitas jasmani, tetapi juga rohani dan intelektual. Saat jalanan disterilkan dari kendaraan, DPK mengisi ruang itu dengan ilmu dan inspirasi. Ini adalah bentuk nyata dari keberpihakan pemerintah daerah terhadap pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.

Sebagai masyarakat, kita tentu memiliki peran untuk mendukung inisiatif ini. Membacakan buku untuk anak-anak, menyumbangkan buku bacaan, atau sekadar mendampingi mereka saat membaca di lokasi CFD adalah langkah kecil yang bisa melahirkan dampak besar. Literasi adalah tanggung jawab bersama, dan jalanan Blora telah menjadi saksi awal dari gerakan ini.

Jika gerakan ini terus dijaga dan dikembangkan, bukan tidak mungkin Blora akan tumbuh menjadi salah satu kota literasi yang menginspirasi. Dengan semangat yang menular dari anak-anak pembaca itu, kita bisa percaya bahwa masa depan literasi bangsa ini sedang dibangun dari lapak-lapak buku di jalanan, dari tangan-tangan kecil yang tak henti membalik halaman. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Kami Hanya Ingin Didengar

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00