• Latest
Teungku Chik Jakfar Lamjabat; Ulama, Pendidik dan Pendiri Dayah Jeurela - fdc0b06d 66a7 42f6 a74b 976a8a189cd7 | #Ulama Kharismatik Aceh | Potret Online

Teungku Chik Jakfar Lamjabat; Ulama, Pendidik dan Pendiri Dayah Jeurela

Mei 11, 2025
Teungku Chik Jakfar Lamjabat; Ulama, Pendidik dan Pendiri Dayah Jeurela - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Ulama Kharismatik Aceh | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Teungku Chik Jakfar Lamjabat; Ulama, Pendidik dan Pendiri Dayah Jeurela - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Ulama Kharismatik Aceh | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Teungku Chik Jakfar Lamjabat; Ulama, Pendidik dan Pendiri Dayah Jeurela - fdc0b06d 66a7 42f6 a74b 976a8a189cd7 | #Ulama Kharismatik Aceh | Potret Online

Teungku Chik Jakfar Lamjabat; Ulama, Pendidik dan Pendiri Dayah Jeurela

Nurkhalis Muchtar by Nurkhalis Muchtar
Mei 11, 2025
in #Ulama Kharismatik Aceh, #Ulama Nusantara, Aceh, Sejarah, Ulama Kharismatik Aceh
Reading Time: 3 mins read
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc.M.A

Beliau lahir dari keturunan ulama dan pemimpin masyarakat Suka Makmur Aceh Besar. Ayahnya adalah Teungku Haji Muhammad yang merupakan pendiri Dayah Lambirah, sebuah dayah maju yang banyak dikunjungi oleh para penuntut ilmu pada masanya. 

Teungku Muhammad Jakfar lahir pada tahun 1872, beliau lebih tua sekitar 5 tahun dari ulama dan bangsawan Aceh Tuwanku Raja Kemala yang lahir 1877. Semenjak kecil Teungku Muhammad Jakfar dikenal sebagai seorang anak yang mencintai ilmu pengetahuan. Ia dan abangnya Teungku Muhammad Abbas sama-sama memiliki kesungguhan dalam belajar dan menuntut ilmu hingga mengantarkan keduanya menjadi ulama besar dan Teungku Chik. 

Setelah belajar di Dayah yang dibangun ayahnya di Lambirah, Teungku Muhammad Jakfar muda kemudian belajar di beberapa dayah yang lain baik di Aceh Besar, maupun daerah lainnya sebelum beliau berangkat ke Mekkah. Di antara dayah yang pernah beliau singgahi dan belajar di sana ialah Dayah Teungku Chik Selimuem, Dayah Teungku Chik Lamgugob, Dayah Teungku Chik Tanoh Abee dan Dayah Teungku Chik Tanoh Mirah. 

Di Dayah Teungku Chik Tanoh Abee, beliau dan abangnya Teungku Muhammad Abbas belajar kepada seorang ulama besar pimpinan Dayah Tanoh Abee yaitu Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee yang merupakan ulama lulusan Mekkah.

Beberapa tahun Teungku Muhammad Jakfar belajar di berbagai Dayah kepada para ulama besar telah mengantarkan beliau menjadi seorang ulama yang mendalam ilmunya. Namun Teungku Muhammad Jakfar merasa ilmunya masih sedikit dan dangkal, sehingga mengantarkan beliau untuk belajar ke Mekkah. Beliau berangkat ke Mekkah pada tahun 1906, dan dua tahun sebelumnya Tuwanku Raja Keumala berangkat di tahun 1904 dan beliau pulang tahun 1910, sedangkan Tuwanku Raja Keumala pulang di tahun 1908. Dapat dipastikan keduanya berjumpa.

Pada tahun 1906 beliau mulai belajar kepada para ulama kota Mekkah, di antara yang paling masyhur pada masa itu adalah Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, ulama Padang yang pernah menjadi Khatib, Imam dan Mufti Mazhab Syafi’i di Mesjidil Haram. Pada tahun 1906 ada beberapa ulama lain yang belajar di Mekkah seperti Syekh Karim Amrullah ayahnya Buya Hamka dan ulama besar Medan, Mufti Kerajaan Deli Syekh Hasan Maksum.

Setelah beberapa tahun di Mekkah menimba ilmu kepada para ulama di Mekkah, pulanglah beliau di tahun 1910. Dan semenjak tiba di Aceh, beliau telah pun menjadi seorang Teungku Chik yang memiliki ilmu yang luas. Mulailah Teungku Chik Muhammad Jakfar membangun lembaga pendidikannya di Jeureula pada tahun 1912. 

Baca Juga

IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026

Adapun abangnya Teungku Chik Muhammad Abbas melanjutkan kepemimpinan Dayah Lambirah yang telah dibangun oleh ayah mereka yaitu Teungku Chik Muhammad Lambirah. Teungku Chik Muhammad Jakfar beliau terkadang disebut dengan Teungku Chik di Jeurela karena dayah yang dibangunnya di Jeureula, kadang pula disebut dengan Teungku Chik di Lamjabat karena beliau menikah ke Lamjabat Banda Aceh, dan nama yang terakhir ini lebih identik dan melekat.

Semenjak berdiri Dayah Jeurela, maka datanglah para santri dari berbagai tempat untuk belajar dari beliau. Di antara muridnya yang kemudian dikenal sebagai ulama di Aceh dan menjadi tokoh pembaharu pendidikan adalah Teungku Abdul Wahab Seulimum, yang belajar kepada Teungku Chik Lamjabat selama 12 tahun, bahkan Teungku Abdul Wahab telah diangkat sebagai asisten dari teungku chik, yang dianggap telah mampu mendirikan dayahnya sendiri. Sedangkan abang dari Teungku Chik Lamjabat yaitu Teungku Chik Muhammad Abbas dikenal dengan Teungku Chik Lambirah, dan salah satu muridnya yang juga menjadi ulama dan tokoh pendidikan Aceh Besar adalah Teungku Syekh Ibrahim Lamnga dikenal dengan sebutan Ayahanda.

Setelah dua puluh tahun didirikan sekitar tahun 1932, terjadi perubahan sistem pembelajaran di Dayah Jeureula, mulai di bangun sistem kelas dan adanya pembelajaran umum. Sebagaimana hal yang dimaklumi bahwa sekembalinya Tuwanku Raja Keumala dari Mekkah pada tahun 1908, maka Aceh secara umum mengalihkan melawan penjajahan Belanda dengan mulai mengembalikan semangat pendidikan yang terhenti ketika berkecamuknya perang, walaupun perang terus berlangsung, namun pada periode ini beberapa ulama kembali membangun Dayah yang telah lama mereka tinggalkan karena peperangan, termasuk munculnya lembaga pendidikan baru yang dibangun oleh para ulama yang baru menyelesaikan pendidikan mereka baik di Mekkah maupun di Yan Keudah Malaysia. 

Beberapa ulama yang mendirikan lembaga pendidikan adalah Teungku Haji Jakfar Lamjabat tahun 1912, Teungku Haji Hasan Kruengkalee tahun 1916, Teungku Muhammad Saleh Lambhuk tahun 1916, Teungku Muhammad Ali Lampisang tahun 1921, Teungku Haji Hasballah Indrapuri 1922, Teungku Syekh Mahmud Lhoknga atau Abu Syech Mud tahun 1928 dan para ulama lainnya. 

Teungku Chik Lamjabat juga merupakan ulama yang menandatangani seruan jihad untuk mepertahankan Indonesia bersama dengan tiga ulama lainnya yaitu Teungku Haji Hasan Kruengkalee, Teungku Haji Ahmad Hasballah Indrapuri dan Teungku Muhammad Daud Beureueh. Maka setelah kiprah yang besar, wafatlah Teungku Chik Muhammad Lamjabat di tahun 1953.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Nurkhalis Muchtar

Nurkhalis Muchtar

Nurkhalis Muchtar, anak dari Drs H Mukhtar Jakfar dan Nurhayati binti Mahmud, lahir di Susoh, Aceh Barat Daya. Mengawali pendidikan di SD Negeri Ladang Neubok, Tsanawiyah di SMP Cotmane, lanjut ke MTsN Blangpidie. Kemudian merantau ke Banda Aceh dan bersekolah di MAS Ruhul Islam Anak Bangsa yang ketika itu masih di Lampeneurut. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAS RIAB, berangkat ke Bekasi Jawa Barat dan belajar di STID Mohammad Natsir pada jurusan Dakwah (KPI). Setahun ia di Bekasi, kemudian pulang dan melanjutkan di UIN Ar-Raniry pada jurusan Bahasa Arab. Mendapat beasiswa ke Mesir tahun 2006 ia dan menyelesaikan Strata Satunya di Universitas Al Azhar Kairo Mesir pada tahun 2010 pada jurusan Hadits dan Ulumul Hadits. Lalu, melanjutkan ke Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry konsentrasi Fiqih Modern dan selesai di tahun 2014 sebagai salah satu lulusan terbaik. Awal 2015 hingga akhir 2017 mengambil S3 di Universitas Bakht al-Ruda Sudan dan selesai di tanggal 10-10-2017 dalam usianya genap 31 tahun dengan nilai maksimal. Disela-sela penelitian S3, ia sempat mengenyam pendidikan di Pascasarjana IIQ Jakarta selama setahun pada kajian Al Qur'an dan Hadits. Pernah juga mengenyam pendidikan di beberapa pesantren, di antaranya adalah: Rumoh Beut Wa Safwan, Pesantren Nurul Fata dan Babul Huda Ladang Neubok, Dayah Mudi Cotmane, ketiganya masih di wilayah Aceh Barat Daya. Sambil mengikuti kuliah di Banda Aceh pada jenjang S2, ia sering mengikuti pengajian pagi di Dayah Ulee Titi, dan pernah mondok di Dayah Madinatul Fata Banda Aceh. Selain itu juga pernah belajar dan mengajar di Dayah Terpadu Daruzzahidin Lamceu dan Dayah Raudhatul Qur'an Tungkob Aceh Besar. Lalu, mendarmabaktikan ilmunya sebagai dosen dan pengajar di kampus negeri dan swasta, serta sebagai ustad di majelis-majelis taklim yang diasuhnya dalam pengajian TAFITAS Aceh, dan ia juga tercatat sebagai Ketua STAI al-Washliyah Banda Aceh,terhitung 2018-2022. Juga mulai berdakwah melalui tulisan, dan telah terbit beberapa tulisannya dalam bentuk buku dan karya ilmiyah lainnya. Salah satu buku yang ditulisnya adalah Membumikan Fatwa Ulama.  

Baca Juga

Teungku Chik Jakfar Lamjabat; Ulama, Pendidik dan Pendiri Dayah Jeurela - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Ulama Kharismatik Aceh | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post
Teungku Chik Jakfar Lamjabat; Ulama, Pendidik dan Pendiri Dayah Jeurela - 1000576440_11zon | #Ulama Kharismatik Aceh | Potret Online

Dokter, Dukun dan AI

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com